Transformasi Museum Kota Makassar Melalui Pengembangan Aktivitas Interpretasi Berbasis Edukasi
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap potensi daya tarik wisata yang terdapat di museum kota di Kota Makassar dan mengembangkan aktivitas interpretasi yang menarik di dalamnya. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi, dengan menggunakan metode R&D (Research and Development) berdasarkan model pengembangan yang diusulkan oleh Sugiyono. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya program aktivitas interpretasi berbasis edukasi yang disusun berdasarkan rekomendasi dari pihak Pengelola Museum Kota Makassar, dengan fokus pada penyajian informasi melalui storytelling yang menarik serta aktivitas permainan yang sesuai dengan daya tarik wisata yang dimiliki oleh museum tersebut. Diharapkan bahwa produk interpretasi ini akan menjadi acuan bagi pelaku industri pariwisata yang ingin mengemas program aktivitas interpretasi berbasis edukasi yang menyenangkan di Museum Kota Makassar, sehingga dapat memperkaya pengalaman wisata budaya bagi pengunjung
Downloads
References
Budiyono, D., Alfiyah Program Studi Arsitektur Lanskap, dan Pertanian Universitas Tribhuwana
Tunggadewi, F. (2021). Rencana Jalur Interpretasi Lanskap Pesisir Sebagai Desa Wisata Di Desa Purwodadi, Kabupaten Malang. Jurnal Buana Sains.
Damarjati (2001). Pariwisata Bali. Universitas Pendidikan Ganesha.
International Council of Museum (ICOM) (2007). Bagaimana Mendirikan sebuah Museum.
Milles dan Huberman. 1999. Analisis Data Kualitatif. Jakarta: Universitas Indonesia Press.
Mufidah, W. U. (2018). Analisis Tingkat Kepentingan dan Kinerja Produk Wisata di Kampung Gajah Wonderland. Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.EduPerpustakaan.Upi.Edu. http://repository.upi.edu/44702/5/S_MRL_1105912_Chapter2.pdf
Nafila (2013). Pengembangan Pariwisata Budaya dalam Perspektif Pelayanan Publik. Jurnal Office, Vol.3, 2017.
Pustaka, T. (2008). Bab II Tinjauan Pustaka Pengembangan Pariwisata.
Ryan, Cooper, & Tauer. (2013). Paper Knowledge. Toward a Media History of Document.
Santrock (2007). Efektivitas Permainan Tradisional Pada Perkembangan Sosial Siswa Sekolah Dasar Di Era Digital.
Sasongko, S., Damanik, J., & Brahmantya, H. (2020). Prinsip Ekowisata Bahari dalam Pengembangan Produk Wisata Karampuang untuk Mencapai Pariwisata Berkelanjutan. Jurnal Nasional Pariwisata. https://doi.org/10.22146/jnp.60402
Shihab (2007). Pengembangan Wisata Kampung Jalak Bali Di Desa Bongan Dengan Pemanfaatan Media Sosial.
Soedarmono (2008). Batik Sebagai Warisan Budaya Bangsa dan Nation Brand Indonesia.
Turahmat, Teater (Teori dan Penerapannya), (Semarang: Pusta Najwa, 2010).
Undang-undang No.10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan.
Utami, H. (2010). Pengembangan Fasilitas Interpretasi Di Museum Konferensi Asia‐Afrika Bandung Jawa Barat. Jurnal Sejarah Lontar, 7(2). https://doi.org/10.21009/lontar.072.02
Widuri (2004). Pameran Sebagai Media Promosi Perpustakaan Sekolah.
Copyright (c) 2023 Buntu Marannu Eppang,Renold Renold,Darmayasa Darmayasa, Muhammad Arya Jamaluddin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


1.png)


