Strategi Pengembangan Ekowisata berbasis edukasi
Abstract
Ekowisata dan wisata edukasi dipandang sebagai alat penting dalam konservasi alam dan pelestarian lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran wisata edukasi dalam konservasi ekowisata dengan fokus pada Tahura Gunung Palasari sebagai destinasi edukasi lingkungan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain eksploratif, pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan tinjauan pustaka. Hasil dan analisis SWOT menunjukkan bahwa Tahura Gunung Palasari memiliki potensi besar dalam pengembangan ekowisata berbasis edukasi, dengan kekuatan pada keberlanjutan, manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal, dan meningkatkan kesadaran wisatawan terhadap lingkungan. Analisis SWOT juga mengidentifikasi faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam perencanaan strategi pengembangan ekowisata di Tahura Gunung Palasari. Penelitian ini memberikan wawasan baru dalam penerapan wisata edukasi untuk pelestarian lingkungan dan menjadi referensi bagi pengambil keputusan dan praktisi dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan di Tahura Gunung Palasari
Downloads
References
Budie Agung. (2023). Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal. Islamic Journal of Education, 2(1), 31–46. https://doi.org/10.54801/ijed.v2i1.173
Christine Wulandari, Dian Iswandaru, & Novriyanti Novriyanti. (2023). Agroforestry as Rehabilitation Strategy System in Orang Kayo Hitam Peat Swamp Park Forest, Jambi—Indonesia. IOP Conference Series: Earth and Environment, 1145(1), 012006–012006. https://doi.org/10.1088/1755-1315/1145/1/012006
Emily Massingham, Fuller, R. A., & Dean, A. J. (2019). Pathways between contrasting ecotourism experiences and conservation engagement. Biodiversity and Conservation, 28(4), 827–845. https://doi.org/10.1007/s10531-018-01694-4
Enok Maryani, Zia Kemala, & F Firdaus. (2023). Pengembangan Cimenteng Sebagai Ekowisata di Kota Cimahi. Manajemen dan Pariwisata, 2(2), 222–240. https://doi.org/10.32659/jmp.v2i2.298
Liubov Skavronskaya, Arghavan Hadinejad, & Debbie Cotterell. (2023). Reversing the threat of artificial intelligence to opportunity: A discussion of ChatGPT in tourism education. Journal of Teaching in Travel & Tourism, 23(2), 253–258. https://doi.org/10.1080/15313220.2023.2196658
Rahmad Abdul Rahmad, Dwi Nurul Huda, & Ahmad Kriswantoro. (2023). Sistem Informasi Pengolahan Data Kepariwisataan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bintan Berbasis Web. Jurnal Bangkit Indonesia, 12(1), 29–36. https://doi.org/10.52771/bangkitindonesia.v12i1.226
Rini Andari & Y. Yuniawati. (2023). Potential and obstacles in the implementation of digitalization in tourism villages (case studies in Banceuy Traditional Villages). Jurnal Pariwisata Pesona. https://doi.org/10.26905/jpp.v8i1.9132
Yang Zhang, Xiong, Y., Lee, T. J., Min Yang, Ye, M., & Nunkoo, R. (2021). Sociocultural Sustainability and the Formation of Social Capital from Community-based Tourism. Journal of Travel Research, 60(3), 656–669. https://doi.org/10.1177/0047287520933673
Yuanita. (2024). Potensi Wisata Edukasi Berbasis Experiential Learning dan Pemasarannya di Kampoeng Kids Kota Batu, Jawa Timur untuk Menjangkau Segmen Pasar Yang Diharapkan. Syntax Idea. https://doi.org/10.46799/syntax-idea.v6i2.2967
Copyright (c) 2024 Tresna Bela, Enok Maryani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


1.png)


