Studi Kelayakan Desa Wisata Kahianga Di Kabupaten Wakatobi
Feasibility Study Of Kahianga Village As A Tourism Village In Wakatobi District
Abstract
Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan Desa Wisata Kahianga di Kabupaten Wakatobi dengan menggunakan analisis SWOT. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dihadapi desa dalam pengembangan pariwisata. Hasil analisis menunjukkan bahwa Desa Kahianga memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata yang menarik, didukung oleh keindahan alam, kekayaan budaya, dan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan produktif. Namun, desa ini juga menghadapi beberapa tantangan, termasuk infrastruktur pariwisata yang kurang memadai dan kurangnya kesadaran lingkungan. Implikasi dari temuan ini adalah perlunya fokus pada pengembangan infrastruktur pariwisata, peningkatan kesadaran lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi lokal melalui kerajinan tangan dan produksi kopi. Studi ini memberikan sumbangan penting dalam memahami potensi dan tantangan yang dihadapi Desa Kahianga, sambil memberikan arah bagi penelitian masa depan untuk memperkuat dan memperluas dampak positif pengembangan pariwisata di wilayah tersebut
Downloads
References
Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Wakatobi 2020
Arifudin, O. (2020). Manajemen Desa Wisata Dalam Meningkatkan Pendapatan Desa Cibuluh Tanjungsiang Kabupaten Subang. Jurnal Al-Amar (Ekonomi Syariah, Perbankan Syariah, Agama Islam, Manajemen Dan Pendidikan), 1(1), 1-7.
Fadli, M. R. (2021). Memahami desain metode penelitian kualitatif. Humanika, 21(1), 33–54. https://doi.org/10.21831/hum.v21i1.38075
Husain, M. S., Ido, I., & Indriasary, A. (2020). Inventarisasi Potensi Wisata Bahari Kecamatan Tomia Timur Kabupaten Wakatobi. JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi), 4(1), 99-106.
Inskeep, E. (1991). Tourism Planning: An Integrated and Sustainable Development Approach. Van Nostrand Reinhold.
Jordan, J. W. (1980). The summer people and the natives some effects of tourism in a Vermont vacation village. Annals of Tourism Research, 7(1), 34–35. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/S0160-7383(80)80005-3
Masitah, I. (2019). Pengembangan Desa Wisata Oleh Pemerintah Desa Babakan Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran. Dinamika: Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara, 6(3), 45-55.
Mowforth, Martin, & Munt, I. (2009). Tourism and Sustainability – Development Globalisation and New Tourism in The Third World Third Edition. Routledge.
Nuryanti, W. (1991). Heritage, Tourism, and Local Communities. UGM Press.
Pearce, P. (2012). The Ulysses factor: Evaluating visitors in tourist settings. Springer Science & Business Media.
Prabhawati, A. (2018). Upaya Indonesia dalam Meningkatkan Kualitas Pariwisata Budaya Melalui Diplomasi Kebudayaan. Journal of Tourism and Creativity, 2(2), 158–177.
Rangkuti, F. (2016). Analisis SWOT: Teknik Membedah Kasus Bisnis. Gramedia Pustaka Utama.
Rozemeijer, N. (2001). Community-Based Tourism in Botswana – The SNV Experience in Three Community-Tourism Projects. Gaborone: SNV Botswana.
Sjamsu, A. S. & I. M. K. A. D. (2017). Studi Kelayakan Potensi Pengambangan Desa Wisata di Kawasan Pulau Saponda dalam Kabupaten Konawe Jurnal Teknologi Terapan Berbasis Kearifan Lokal. Universitas Haluoleo.
Supriadi, B. & N. R. (2017). Perencanaan dan Pengembangan Destinasi Pariwisata. Universitas Negeri Malang.
Undang-undang (UU) Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan (10). (2009).
Wahyuni, D. (2019). Pengembangan Desa Wisata Pentingsari, Kabupaten Sleman dalam Perspektif Partisipasi Masyarakat. Aspirasi: Jurnal Masalah-masalah Sosial, 10(2), 91–106. https://doi.org/10.46807/aspirasi.v10i2.1386
Copyright (c) 2024 Abdu Rahman, Sabran Sabran , Rofiani Rofiani, Husnul Khatimah, Muhammad Zainuddin Badollahi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


1.png)


