Inovasi Pengelolaan Pendidikan Di Sekolah
Abstract
Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk inovasi manajemen kesiswaan, menganalisis dampaknya terhadap pengembangan potensi peserta didik, serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam implementasinya di SMKN 1 Kota Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif dari Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi manajemen kesiswaan di SMKN 1 Kota Gorontalo diwujudkan melalui empat program utama, yaitu: (1) kegiatan ekstrakurikuler berbasis minat dan bakat, (2) program kepemimpinan siswa melalui OSIS dan kegiatan sosial, (3) sistem tutor sebaya untuk meningkatkan hasil belajar dan solidaritas, serta (4) pemanfaatan teknologi digital dalam komunikasi dan pembinaan siswa. Inovasi tersebut berdampak positif pada peningkatan prestasi akademik dan non-akademik, pengembangan soft skills, motivasi belajar, serta partisipasi siswa dalam kegiatan sekolah. Namun, tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan sarana prasarana, kesulitan manajemen waktu siswa, dan keterlibatan orang tua yang belum optimal. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa inovasi manajemen kesiswaan memiliki kontribusi signifikan terhadap pengembangan potensi peserta didik di sekolah kejuruan. Implikasi penelitian ini adalah perlunya penguatan fasilitas, peningkatan literasi digital, serta sinergi yang lebih baik antara sekolah, guru, siswa, dan orang tua untuk mendukung keberlanjutan inovasi kesiswaan
Downloads
References
Gardner, H. (1993). Frames of mind: The theory of multiple intelligences (2nd ed.). Basic Books.
Garrison, D. R., & Vaughan, N. D. (2008). Blended learning in higher education: Framework, principles, and guidelines. Jossey-Bass.
Hasibuan, J. J. (2019). Pengaruh kegiatan ekstrakurikuler terhadap pembentukan karakter siswa. Jurnal Pendidikan Karakter, 9(2), 145–157.
Kolb, D. A. (1984). Experiential learning: Experience as the source of learning and development. Prentice-Hall.
Lickona, T. (1991). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam Books.
Mulyasa, E. (2013). Manajemen pendidikan karakter. PT Bumi Aksara.
Pratama, R., & Firmansyah, A. (2020). Integrasi teknologi digital dalam manajemen sekolah dasar. Jurnal Teknologi Pendidikan, 22(1), 33–45.
Putra, A. H. (2017). Kegiatan ekstrakurikuler dan dampaknya terhadap motivasi belajar siswa. Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia, 7(1), 12–21.
Suprapto, N. (2016). The implementation of extracurricular activities to support students’ achievements. Indonesian Journal of Education, 5(2), 100–112.
Suryadi, A. (2018). Program kepemimpinan siswa dan pengembangan soft skills di sekolah menengah. Jurnal Manajemen Pendidikan, 13(2), 75–86.
Tilaar, H. A. R. (2009). Kekuasaan dan pendidikan: Suatu tinjauan dari perspektif studi kultural. Rineka Cipta.
Topping, K. J. (2005). Trends in peer learning. Educational Psychology, 25(6), 631–645.
Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Harvard University Press.
Warsita, B. (2017). Teknologi pembelajaran dan pengembangan sumber daya manusia. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 22(3), 243–256.
Copyright (c) 2022 Moh. Agung Renaldi Hamzah, Regita Ahmad, Regina Sabihi , Sintia K. Apia, Nurul Jakiah, Sulkifly Sulkifly

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


1.png)


