https://ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/SJEE/issue/feedStudent Journal of Elementary Education2026-07-18T07:52:41+00:00Candra Cugacandracuga@gmail.comOpen Journal Systems<p style="text-align: justify;">The <strong>Student Journal of Elementary Education (SJEE)</strong> is published by the Elementary School Teacher Education Study Program, Faculty of Education, State University of Gorontalo. This jurnal is intended to publish articles on the results of thought, research and community service. The aim of this Journal is to have research results specifically on the education of elementary school teachers from practitioners, academics, researchers, and education observers. The scope of articles published is about basic education or elementary school related to the theory and practice of teaching and learning, curriculum development, learning materials, learning models, learning methods and learning media. The SJEE is published twice a year in April and October.</p>https://ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/SJEE/article/view/4906Praktik Supervisi Akademik Berbasis Coaching oleh Kepala Sekolah di SMP Negeri 1 Totikum Kabupaten Banggai Kepulauan2026-07-18T07:52:41+00:00Siti FatimahSitiphani@gmail.comIlham Bakti SyahrirSitiphani@gmail.comIlham Bakti SyahrirSitiphani@gmail.comFrederika HoriantoSitiphani@gmail.comSatria AtiluSitiphani@gmail.comYurni RahmanSitiphani@gmail.comNurhayatiSitiphani@gmail.com<p><em>Supervisi akademik berperan penting dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru, tetapi praktiknya masih sering dipahami sebagai administrasi dan inspeksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis supervisi akademik berbasis coaching oleh kepala sekolah di SMP Negeri 1 Totikum Kabupaten Banggai Kepulauan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menerapkan kepemimpinan demokratis-transformasional melalui pra-observasi, kunjungan kelas, umpan balik reflektif, dan tindak lanjut berdiferensiasi. Hambatan utama meliputi keterbatasan waktu, kecemasan guru, sarana TIK terbatas, dan inkonsistensi tindak lanjut. Supervisi berbasis coaching relevan sebagai model pembinaan guru yang humanis, kolaboratif, dan adaptif pada konteks sekolah pesisir.</em></p>2026-07-03T00:00:00+00:00Copyright (c) https://ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/SJEE/article/view/4933Strategi Guru dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa Sekolah Dasar di SDN 1 Telaga Biru Kabupaten Gorontalo2026-07-05T11:17:14+00:00Neliku Wendayanehardiyantimahmud@umgo.ac.idYane Hardianti Mahmud yanehardiyantimahmud@umgo.ac.idYusraningsih H. Pongoliuyanehardiyantimahmud@umgo.ac.id<p><em>Kesulitan belajar siswa sekolah dasar perlu ditangani melalui strategi pembelajaran yang tepat, berkelanjutan, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk kesulitan belajar siswa serta strategi guru dalam mengatasinya selama proses pembelajaran di SDN 1 Telaga Biru Kabupaten Gorontalo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala sekolah, guru kelas II, III, dan IV, siswa, serta orang tua. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperkuat dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan belajar siswa tampak pada aspek akademik, perilaku, emosional, sosial, dan fisik. Kesulitan akademik ditandai dengan rendahnya hasil belajar, terutama pada kemampuan membaca, menulis, memahami materi, dan berhitung. Strategi guru meliputi identifikasi kesulitan belajar melalui pengamatan kelas, pengulangan penjelasan, pemberian latihan atau drill, penggunaan contoh sederhana, bimbingan individual, motivasi belajar, pembiasaan kerja kelompok, serta komunikasi dengan orang tua. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi metode drill, bimbingan individual, dan kolaborasi sekolah-keluarga dapat membantu siswa belajar secara bertahap sesuai kemampuan dan mengurangi hambatan belajar di kelas.</em></p> <p> </p>2026-07-05T11:07:44+00:00Copyright (c) 2026 Student Journal of Elementary Educationhttps://ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/SJEE/article/view/4932Implementasi Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Supervisi Akademik dalam Kurikulum 2026-07-06T23:36:03+00:00Gina Afipa T. Salatungina.afipa35@guru.sd.belajar.idDwi Mega Sarigina.afipa35@guru.sd.belajar.idSuparjogina.afipa35@guru.sd.belajar.idSupriadigina.afipa35@guru.sd.belajar.idYurni Rahmangina.afipa35@guru.sd.belajar.idLia Nurhayatigina.afipa35@guru.sd.belajar.id<p><em>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran dan pelaksana supervisi akademik dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kepemimpinan kepala sekolah dan supervisi akademik dalam mendukung pelaksanaan Kurikulum Merdeka di SD Inpres Pinalong. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi lapangan. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah dan guru kelas V yang dipilih secara purposif karena terlibat langsung dalam proses kepemimpinan sekolah, supervisi akademik, dan pelaksanaan pembelajaran. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menerapkan kepemimpinan partisipatif melalui pelibatan guru dalam perencanaan program, pengambilan keputusan, komunikasi terbuka, dan pemberian motivasi. Supervisi akademik dilaksanakan melalui penyusunan jadwal, observasi kelas, pemberian umpan balik, dan tindak lanjut pembinaan guru. Implementasi kepemimpinan dan supervisi akademik berdampak positif terhadap motivasi, refleksi pembelajaran, dan kinerja guru. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan sarana prasarana, beban kerja guru, serta kondisi sosial ekonomi peserta didik yang beragam. Penelitian ini menegaskan bahwa kepemimpinan partisipatif dan supervisi akademik yang bersifat pembinaan berperan penting dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar.</em></p>2026-07-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Student Journal of Elementary Educationhttps://ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/SJEE/article/view/4952Kepemimpinan Demokratis dan Supervisi Akademik dalam Implementasi Kurikulum Merdeka: Studi Kasus pada Guru Pendidikan Pancasila di Sekolah Terpencil2026-07-18T07:49:28+00:00Abd. Wahab Danaabdwahab030794@gmail.comMuhammad Sukriabdwahab030794@gmail.comErni B. Tipuonabdwahab030794@gmail.comNizhamabdwahab030794@gmail.comYurni Rahmanabdwahab030794@gmail.comLia Nurhayatiabdwahab030794@gmail.com<p>Kepemimpinan kepala sekolah dan supervisi akademik merupakan faktor penting dalam implementasi Kurikulum Merdeka, terutama pada sekolah terpencil yang menghadapi keterbatasan infrastruktur, buku ajar, dan guru bidang studi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi gaya kepemimpinan kepala sekolah, menganalisis mekanisme supervisi akademik, dan mendeskripsikan kontribusi keduanya terhadap kinerja guru Pendidikan Pancasila di SMPN SATAP Tatarandang, Kabupaten Banggai Kepulauan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi nonpartisipan, dan studi dokumen, kemudian dianalisis menggunakan model spiral Creswell dan Poth. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, member checking, dan refleksivitas peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menerapkan kepemimpinan demokratis melalui pelibatan guru dalam pengambilan keputusan dan pembinaan yang suportif. Supervisi akademik dijalankan sebagai pendampingan, meskipun terhambat keterbatasan jaringan internet dan sumber belajar. Temuan kritis menunjukkan bahwa musyawarah yang terlalu dominan berpotensi melemahkan ketegasan kepala sekolah. Dengan demikian, efektivitas kepemimpinan demokratis di sekolah terpencil memerlukan keseimbangan antara partisipasi, dukungan profesional, dan ketegasan kepemimpinan.</p>2026-07-18T07:42:36+00:00Copyright (c) 2026 Student Journal of Elementary Education