Penguatan Karakter Siswa Pada Sekolah Berasrama
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penguatan karakter religius, karakter bertanggung jawab, dan karakter kemandirian siswa pada sekolah berasrama di MAN Insan Cendekia Gorontalo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan analisis data melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penguatan karakter religius siswa dibentuk melalui serangkaian kegiatan rutin keagamaan yang terstruktur, yaitu shalat berjamaah, qultum dalam bahasa Inggris dan Arab, qiro'ah qabla naum (membaca Al-Qur'an sebelum tidur), dan program tahfidz Al-Qur'an; (2) penguatan karakter bertanggung jawab dibangun melalui mekanisme piket kebersihan asrama dan keterlibatan dalam tugas kolektif; serta (3) penguatan karakter kemandirian dikembangkan melalui pembiasaan aktivitas keseharian di asrama, seperti mengurus kebutuhan pribadi dan mengikuti jadwal terprogram. Hubungan antara kegiatan asrama dan pembentukan karakter ini bersifat sangat kuat dan sistematis, di mana lingkungan asrama yang terstruktur berhasil menciptakan proses transformasi karakter dari tahap pembiasaan hingga menjadi nilai internal. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya desain lingkungan pendidikan yang terintegrasi dan berkelanjutan dalam membentuk karakter siswa secara holistik. Temuan ini dapat menjadi pertimbangan bagi pengelola sekolah berasrama lain dalam merancang program penguatan karakter yang efektif.
References
Jakarta: Bina Rupa. [8]
Desmita. (2010). Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung: Remaja Rosdakarya.
[14]
Gunawan, H. (2014). Pendidikan Karakter (Konsep dan Implementasi). Bandung:
Alfabeta. [13]
Irawati, E., & Susetyo, W. (2017). Implementasi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003
Tentang Sistem Pendidikan Nasional Di Blitar. Jurnal Supremasi, 3. [1]
Khotimah, A. K. (2017). Pengaruh Pembiasaan Shalat Berjamaah Terhdap Kesadaran
Shalat Lima Waktu Siswa MI Safinda Surabaya. [6]
Kurniati, V. (2017). Hadis Tentang Keutamaan Shalat Berjamaah. Jurnal Riset Agama, 1-
67. [5]
Mas, S. R. (2013). Pengelolaan penjaminan Mutu Pendidikan Madrasah Aliyah Negeri
Insan cendekia Gorontalo. Manajemen Pendidikan, 24(2), 1-14. [4]
Mulyani, E. (2017). Implementasi Kebijakan Pendidikan Karakter Dalam
Meminimalisasi Kenakalan Remaja Di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Jurnal Kebijakan
Pendidikan, 2(VI), 103-111. [2]
Satriani, S. (2017). Peranan Guru PAI Dalam Membiasakan siswa Shalat Berjamaah.
Jurnal Tarbawi, 2(1), 33-42. [7]
Siagian, S. P. (2004). Fungsi-Fungsi Manajerial. Bumi Aksara: Jakarta. [11]
Sireger, Evelin dan Nara, & Hartini. (2011). teori Belajar Dan Pembelajaran. Bogor:
Ghalia Indonesia. [15]
Susiyani, A. S. (2017). Manajemen Boarding School Dan Relevansinya Dengan Tujuan
Pendidikan Islam Di Muhammadiyah Boarding School (MBS) Yogyakarta. Jurnal
Pendidikan Madrasah, 2(2), 327-347. [3]
Wibowo, Agus. (2012). Pendidikan Karakter: Strategi Membangun Karakter Bangsa
Berperadaban. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. [12]
Wrightstone dkk (1956 : 16) dalam Ngalim Purwanto, Prinsip-prinsip dan Teknik
Evaluasi Pengajaran, Remaja Rosdakarya, Bandung, 2000. 3. [10]
Zulhammi. (2015). "Teori Belajar Behavioristik dan Humanistik dalam Perspektif Islam.
Jurnal Darul Ilmi, 3(1), 105-127. [16]
Copyright (c) 2025 Siti Nurhalizah Yasin, Sitti Roskina Mas, Arifin Suking

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



