Implementasi Kebijakan Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar

  • riska Meisyi Putri Universitas Merangin
  • Muhammad Futaki Izhar Magister Manajemen Pendidikan, Universitas Merangin, Indonesia
  • Dismawati Dismawati Magister Manajemen Pendidikan, Universitas Merangin, Indonesia
  • Anggia Pratiwi Magister Manajemen Pendidikan, Universitas Merangin, Indonesia
  • Sarinah Sarinah Magister Manajemen Pendidikan, Universitas Merangin, Indonesia
Keywords: Kurikulum Merdeka, mplementasi, Sekolah Dasar

Abstract

Kurikulum Merdeka merupakan kebijakan baru Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang menekankan fleksibilitas pembelajaran, diferensiasi, serta penguatan karakter dan kompetensi peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah negeri, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta menganalisis dampaknya terhadap proses pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Sumber data meliputi kepala sekolah, guru, siswa, dan dokumen pembelajaran. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi pada Jumat, 21 November 2025, wawancara, serta analisis dokumen. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka telah mengubah orientasi pembelajaran dari teacher-centered menjadi student-centered. Guru berperan sebagai fasilitator yang mendorong siswa aktif bertanya, berdiskusi, mengerjakan proyek, dan mengekspresikan ide secara mandiri. Faktor pendukung implementasi meliputi kepemimpinan kepala sekolah, kesiapan guru, ketersediaan sumber belajar digital, kolaborasi antar guru, pelatihan berkelanjutan, dukungan orang tua dan masyarakat, serta fleksibilitas pengelolaan waktu. Adapun hambatan yang ditemui antara lain pemahaman guru yang belum merata, kolaborasi komunitas belajar yang belum optimal, keterbatasan kompetensi media digital, keterbatasan waktu membuat media, serta minimnya pelatihan teknologi. Dampak penerapan Kurikulum Merdeka terlihat pada meningkatnya keaktifan dan kemandirian siswa, serta pengalaman belajar yang lebih kontekstual, autentik, dan relevan dengan kehidupan nyata, sekaligus memperkuat karakter dan keterampilan abad ke-21 sesuai Profil Pelajar Pancasila.

References

Alimuddin, M. (2023). Implementasi Kurikulum Merdeka dalam meningkatkan partisipasi aktif peserta didik di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 14(2), 112–124.
Apriani, D., & Susilowati, N. (2022). Implementasi pembelajaran aktif dalam Kurikulum Merdeka di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 13(2), 112–122.
Fazhari, A., Wibisono, N., & Mahda, R. (2024). The effect of project-based learning in Merdeka Curriculum on students’ collaboration and engagement. Journal of Education Research, 18(1), 55–66.
Febrianningsih, D., & Ramadan, A. (2023). Manajemen waktu guru dalam pembelajaran Kurikulum Merdeka di sekolah dasar. Jurnal Manajemen Pendidikan, 11(1), 45–58.
Febrianningsih, D., & Ramadan, A. (2023). Teacher readiness in the transition to Merdeka Curriculum. Journal of Primary Education Studies, 12(2), 77–89.
Gunawan, I., Benty, D., & Sumarsono, R. (2023). School leadership transformation in supporting Merdeka Curriculum implementation. Educational Management Journal, 8(1), 101–114.
Hasanah, N., Prasetyo, H., & Ramadhan, T. (2025). Peran pelatihan guru dan sumber belajar digital dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Jurnal Pendidikan dan Teknologi, 14(1), 67–80.
Hasanah, U., Nurmala, S., & Lestari, P. (2025). Digital platforms as an accelerator of curriculum reform in Indonesian schools. International Journal of School Innovation, 10(1), 55–67.
Listiana, N., & Ramadhani, A. (2021). Digital literacy readiness of elementary teachers in the era of curriculum transformation. Journal of Educational Technology, 15(3), 222–234.
Mahardika, S., & Fitria, D. (2023). The contribution of project-based learning to critical thinking ability in elementary schools. International Journal of Elementary Education, 7(3), 211–219.
Mudrikah, L., Arifin, M., & Sumarsono, B. (2023). Penguatan komunitas belajar guru dalam implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Inovatif, 12(2), 45–57.
Mudrikah, S., Widodo, T., & Zakiyah, N. (2023). Learning community as the foundation for Merdeka Curriculum implementation. Jurnal Manajemen Pendidikan, 18(1), 77–90.
Mutmainnah, I., & Haris, F. (2022). Peran dukungan orang tua dan masyarakat dalam implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Karakter, 10(3), 112–124.
Mutmainnah, R., & Haris, A. (2022). Student confidence and engagement through activity-based learning in the Merdeka Curriculum. Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara, 7(3), 299–309.
Nur’itam, H., Setiono, D., & Fauziah, R. (2023). Challenges of differentiated learning at the primary school level. Journal of Elementary Pedagogy, 9(2), 134–146.
Nuraini, L., & Setiawan, A. (2023). Diagnostic assessment as the foundation for differentiated instruction in the Merdeka Curriculum. Cakrawala Pendidikan, 42(1), 47–60.
Pawartani, N., & Suciptaningsih, D. (2024). Teacher competence in educational technology as a demand of Merdeka Curriculum. Cendekia: Journal of Learning Innovation, 8(1), 54–63.
Prahastina, R. et al. (2024). Active learning as the core approach in Kurikulum Merdeka implementation. Journal of Progressive Education, 9(1), 23–36.
Rahmawati, R. (2022). Teacher as a facilitator in the implementation of Merdeka Curriculum. Jurnal Manajemen Pendidikan, 11(4), 389–400.
Rizkianida, F., Arifin, M., & Santoso, B. (2023). Pembelajaran berbasis konteks sebagai strategi peningkatan keterlibatan siswa. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 10(2), 55–69.
Rizkianida, S., Putri, L., & Hayani, D. (2023). Pembelajaran kontekstual sebagai strategi peningkatan pemahaman konsep siswa sekolah dasar. Jurnal Inovasi Pembelajaran, 9(1), 45–55.
Salim, A., & Arifudin, M. (2022). Teacher collaboration barriers in curriculum reform implementation. Jurnal Pendidikan Profesional, 5(2), 201–212.
Salim, A., & Arifudin, R. (2022). Kolaborasi profesional guru dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 9(1), 21–33.
Salma, R., Oktaviani, T., & Malik, M. (2023). Student engagement improvement through Merdeka Curriculum learning design. Cendekia Journal of Education, 17(1), 44–56.
Setyaningsih, D. (2022). Digital learning platforms in supporting curriculum innovation. Journal of Learning Technology, 6(4), 221–233.
Suyamti, W., Santoso, A., & Fadillah, H. (2024). Perubahan peran guru dalam paradigma Kurikulum Merdeka. Jurnal Teori dan Praktik Pendidikan, 8(1), 77–89.
Veronica, M., & Hayat, H. (2023). Kurikulum Merdeka sebagai respon terhadap tantangan pendidikan abad 21. Jurnal Pendidikan Nasional, 12(3), 201–215.
Widiastuti, A., & Pramudita, R. (2022). Understanding and practice gap in differentiated learning among elementary teachers. Journal of Basic Education Research, 11(4), 301–314.
Wirawan, A., & Rahman, H. (2022). Shifting pedagogy toward student-centered learning in Merdeka Curriculum implementation. Educational Practice and Research Journal, 5(2), 134–148.
Zendrato, M., & Agatha, R. (2024). Principal leadership as a decisive factor in curriculum change at the school level. Journal of Educational Leadership and Policy, 9(1), 12–25.
Published
2025-12-31
Section
Articles