Student Journal of Educational Management
https://ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/SJEM
<p style="text-align: justify;">Student Journal of Educational Management (SJEM) is a scientific journal in the field of Education Management. SJEM is published by the Department of Education Management, Faculty of Education science at the State University of Gorontalo. The purpose of this journal is to provide a place for academics, researchers and practitioners to publish original research articles or review articles. The aims of this journal is to provide a venue for academicians, researchers and practitioners for publishing the original research articles or review articles. The scope of the articles published in this journal deal with a broad range of topics, including: curriculum management and learning, student management, management of educational infrastructure, Education HR management (educators and education personnel), Financial management / education funding, management of school and community relations, educational culture and climate, educational leadership, class management, character building, educational innovation. <strong>Online ISSN: <a href="https://drive.google.com/file/d/1_VvVi-dHGbOolMz0WLBAAfCgDTIRGHrj/view?usp=sharing" target="_blank" rel="noopener">2809-9184</a>, </strong><strong>DOI Prefix: 10.37411</strong></p> <p style="text-align: justify;"> </p>Jurusan Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontaloen-USStudent Journal of Educational Management2809-9184Kearifan Lokal dan Merdeka Belajar: Studi Kasus Internalisasi Nilai Budaya Gorontalo di Sekolah Menengah Atas
https://ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/SJEM/article/view/3898
<p>Penelitian ini bertujuan menggambarkan bagaimana nilai-nilai kearifan lokal diinternalisasikan dalam implementasi Merdeka Belajar di SMA Negeri 2 Tilamuta, meliputi penerapannya dalam pembelajaran, pengelolaan, dan evaluasi. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dianalisis dengan kondensasi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan, serta divalidasi melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kearifan lokal seperti Tolopani, Pohutu Motimamango/Langgo, Huyula Ambu, Tari Saronde, Pogogulila Lo Lipu, Mo Dua Ngaamila, dan Walima—yang memuat nilai moral, adat, gotong royong, seni-budaya, sejarah, dan religi—diformulasikan bersama guru dan staf, lalu disosialisasikan. Internalisasi dilakukan melalui kegiatan intrakurikuler, ekstrakurikuler, dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Evaluasi menunjukkan peningkatan kompetensi pedagogis dan sosial guru, serta tertanamnya nilai budaya pada siswa yang tercermin dalam karakter positif, kebanggaan terhadap identitas daerah, dan partisipasi aktif dalam kegiatan sosial-budaya.</p>Rahmat Daeng MasaroArifin ArifinIntan Abdul Razak
Copyright (c) 2025 Rahmat Daeng Masaro, Arifin Arifin, Intan Abdul Razak
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-08-132025-08-1310110810.37411/sjem.v5i2.3898Pemanfaatan Aplikasi Quizizz Dalam Mendukung Pembelajaran Berbasis Deep Learning
https://ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/SJEM/article/view/3897
<p class="p2">Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemanfaatan aplikasi Quizizz dalam mendukung pembelajaran berbasis <em>deep learning </em>di Sekolah Dasar Negeri se-Kecamatan Telaga, dengan fokus pada tiga pendekatan: <em>mindful learning</em>, <em>meaningful learning</em>, dan <em>joyful learning</em>. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif eksplanatori, melibatkan 33 guru yang secara langsung menerapkan Quizizz dalam pembelajaran. Data dikumpulkan melalui angket skala Likert, observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan Quizizz untuk <em>mindful learning </em>dan <em>meaningful learning </em>berada pada kriteria baik, karena membantu siswa fokus, meningkatkan kesadaran, serta mengaitkan materi dengan pengetahuan sebelumnya. Sementara itu, pemanfaatan Quizizz untuk <em>joyful learning </em>mendapat penilaian sangat baik, karena menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, interaktif, dan memotivasi siswa. Secara keseluruhan, Quizizz terbukti efektif dalam mendukung keterlibatan aktif siswa dan pengalaman belajar yang positif, serta menjadi alat yang potensial untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan profesionalisme guru.</p>Putri Patricia LatodjoAbd Kadim MasaongBesse MarhawatiFachrudin Akadji
Copyright (c) 2025 Putri Patricia Latodjo, Abd Kadim Masaong, Besse Marhawati
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-08-132025-08-1310911610.37411/sjem.v5i2.3897Optimalisasi Pengelolaan Laboratorium Komputer dalam Upaya Peningkatan Literasi Digital Siswa
https://ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/SJEM/article/view/4048
<p>Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan optimalisasi pengelolaan Laboratorium Komputer dalam meningkatkan literasi digital siswa di SD Laboratorium Universitas Negeri Gorontalo, ditinjau dari: (1) ketersediaan sarana dan prasarana, (2) program kerja, dan (3) layanan laboratorium. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif eksplanatori, melibatkan 32 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Kriteria penilaian terdiri atas sangat optimal hingga sangat tidak optimal, dengan kategori optimal pada rentang 81–90%. Hasil penelitian menunjukkan: (1) ketersediaan sarana dan prasarana berada pada kategori optimal, dengan fasilitas komputer, jaringan internet, pendingin ruangan, dan ruang laboratorium yang memadai; (2) program kerja laboratorium dirancang terstruktur, memudahkan siswa memahami penggunaan teknologi digital; dan (3) layanan laboratorium berada pada kategori optimal, mendorong siswa lebih aktif dan mandiri dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk pembelajaran. Temuan ini menegaskan bahwa pengelolaan laboratorium yang optimal berkontribusi signifikan terhadap peningkatan literasi digital siswa.</p>Sitti Sarmika PakayaArwildayanto ArwildayantoSulkifly Sulkifly
Copyright (c) 2025 Sitti Sarmika Pakaya, Arwildayanto Arwildayanto, Sulkifly Sulkifly
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-08-132025-08-1311712410.37411/sjem.v5i2.4048Membangun Daya Saing Sekolah Melalui Empat Dimensi Kepemimpinan Transformasional
https://ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/SJEM/article/view/4037
<p>Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kepemimpinan transformasional kepala Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia Gorontalo dalam meningkatkan daya saing madrasah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, dengan pengecekan keabsahan melalui perpanjangan pengamatan serta triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) <em data-start="642" data-end="663">Idealized Influence</em> tercermin dari keteladanan nilai, etika, dan integritas melalui program Al-Kahfi Time yang membentuk budaya spiritual; (2) <em data-start="787" data-end="813">Inspirational Motivation</em>diwujudkan melalui pembangunan visi, pelatihan pemberdayaan guru, dan penguatan budaya berprestasi siswa; (3) <em data-start="924" data-end="950" data-is-only-node="">Intellectual Stimulation</em> terlihat pada dorongan inovasi, pemikiran kritis, dan kurikulum berbasis riset dalam lingkungan yang kreatif; (4) <em data-start="1065" data-end="1095">Individualized Consideration</em> ditunjukkan dengan perhatian personal melalui program Asesmen Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (AKGTK), yang mendukung pengembangan potensi individu. Kepemimpinan ini terbukti mendorong kemajuan madrasah secara holistik.</p>Sonya Angelina MatikoAbd Kadim MasaongBesse Marhawati
Copyright (c) 2025 Sonya Angelina Matiko, Abd Kadim Masaong, Besse Marhawati
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-08-132025-08-1312513310.37411/sjem.v5i2.4037Kompetensi Pedagogik Guru dalam Proses Pembelajaran
https://ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/SJEM/article/view/4492
<p>Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana Kompetensi Pedagogik Guru Dalam Proses Pembelajaran di SMP Negeri 1 Bajeng Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus sebagai rancangannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Menguasai karakteristik peserta didik yang heterogen menuntut model pembelajaran yang adaptif. Matriks pembelajaran yang mengakomodasi latar belakang sosial, budaya, agama, dan ekonomi peserta didik serta potensi minat dan bakat mereka menjadi sangat relevan, seperti diskusi dengan orang tua siswa, melakukan observasi, wawancara langsung dengan siswa, dan membiarkan siswa bereksplorasi untuk menentukan bahan ajar yang hendaknya disesuaikan dengan tujuan pembelajaran sesuai kebutuhan peserta didik. 2) seorang pendidik atau guru harus memiliki kemampuan yang lebih dari yang sudah diraih dan mampu mengajarkan pembelajaran melalui sosial media kepada peserta didik dimulai dari pemberian edukasi tentang pengetahuan konten pembelajaran yang telah ditentukan, dilanjutkan dengan mempraktikkan dan mengevaluasi konten pembelajaran tersebut, setelah itu mengajarkan kepada rekan sejawat sebelum diimplementasikan kepada peserta didik. 3) Setiap guru menyesuaikan perkembangan kurikulum yang ada pada saat ini, memahami komponen kurikulum untuk merancang desain pembelajaran dan menyusun strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik demi guru dan juga tidak ketinggalan dalam metode pembelajaran yang akan diajarkan</p>Riska Ayu NengsiMuhammad ArdhiansyahHasan Hasan
Copyright (c) 2025 Riska Ayu Nengsi, Muhammad Ardhiansyah, Hasan Hasan
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-092025-12-0913414310.37411/sjem.v5i2.4492Pendidikan Dan Media Sosial: Pengaruh Teknologi Dan Media Sosial Dalam Pembentukan Perilaku Sosial Peserta Didik
https://ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/SJEM/article/view/4500
<p>Media sosial menjadi bagian penting dalam kehidupan peserta didik dan berpengaruh terhadap pembentukan karakter sosial mereka. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran dan pengaruh media sosial dalam membentuk karakter peserta didik dengan menggunakan metode kualitatif melalui studi literatur dari berbagai sumber ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memiliki dampak positif berupa peningkatan kreativitas, akses informasi, kemampuan komunikasi, serta peluang kolaborasi. Namun, penggunaan yang tidak terkontrol dapat menimbulkan dampak negatif seperti penurunan moral, <em>cyberbullying</em>, gangguan konsentrasi, dan melemahnya nilai sopan santun dan tanggung jawab. Faktor seperti intensitas penggunaan, lingkungan keluarga, dan literasi digital terbukti memengaruhi arah pengaruh media sosial terhadap karakter peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan dan pemanfaatan media sosial secara bijak agar manfaatnya dapat dioptimalkan dan dampak negatifnya diminimalkan dalam proses pembentukan karakter sosial peserta didik.</p>Nurlaeli MahmudahAsep MulyanaTri Kuncoro Panji MurtantoMuhammad Ni'amillah
Copyright (c) 2025 Nurlaeli Mahmudah, Asep Mulyana, Tri Kuncoro Panji Murtanto, Muhammad Ni'amillah
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-092025-12-0914415410.37411/sjem.v5i2.4500Peran Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru
https://ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/SJEM/article/view/4493
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peran Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru di SMA Negeri 1 Takalar. Desain penelitian yang digunakan yakni deskriptif kualitatif. Penelitian berfokus pada peran kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam mengembangkan kinerja guru di SMA Negeri 1 Takalar. Sumber data penelitian ini adalahkepala sekolah serta guru SMA Negeri 1 Takalar. Instrumen digunakan pada penelitian yakni <em>human instrument</em>. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, serta dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, serta pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan, kepala sekolah SMA Negeri 1 Takalar dalam menjalankan kepemimpinannya sudah menggunakan gaya kepemimpinan transformasional : (1) Kepala sekolah SMA Negeri 1 Takalar telah memberikan kebebasan kepada guru untuk terinspirasi dan bekerja sama dalam mengkomunikasikan pendekatan pendidikan yang unik dan kreatif serta memandfaatkan fasilitas sekolah yang dapat memberikan informasi kepada siswa. (2) Guru membutuhkan perhatian serta pemecahan masalah sudah bisa mendapatkan telinga simpatik dari kepala sekolah SMA Negeri 1 Takalar. (3) Kepala sekolah SMA Negeri 1 Takalar telah memberi contoh perilaku tepat serta menginspirasi rasa hormat. (4) Kepala sekolah SMA Negeri 1 Takalar secara konsisten telah menunjukkan sikap disiplinnnya dan tanggung jawabnya</p>Nurfadhilah MMuhammad ArdhiansyahHasan Hasan
Copyright (c) 2025 Nurfadhilah M, Muhammad Ardhiansyah, Hasan Hasan
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-092025-12-0915518010.37411/sjem.v5i2.4493Ketimpangan Dan Mobilitas Sosial Dalam Pendidikan
https://ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/SJEM/article/view/4529
<p>Ketimpangan sosial di bidang pendidikan tetap menjadi masalah mendasar yang sangat mempengaruhi kemampuan asyarakat untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu. Pendidikan seharusnya berperan sebagai alat untuk pergerakan sosial dan penyamaan peluang, tetapi kenyataannya, akses, mutu, dan capaian pendidikan di Indonesia masih dipengaruhi oleh aspek ekonomi, lokasi geografis, norma budaya, serta regulasi pendidikan. Situasi ini menciptakan perbedaan kesempatan di antara berbagai lapisan masyarakat untuk meningkatkan kedudukan sosial melalui pendidikan. Kajian ini bermaksud untuk menelaah jenis ketimpangan sosial dalam pendidikan, penyebabnya, serta kaitanyya dengan peluang pergerakan sosial di Indonesia. Pendekatan penelitian yang diterapkan adalah penelitian pustaka (<em>library research) </em>dengan metode kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui pengkajian buku, jurnal akademik, temuan riset, serta dokumen resmi dari pemerintah dan organisasi internasional yang terkait. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa ketidaksetaraan pendidikan mempertegas pembagian lapisan sosial dan menghambat pergerakan sosial bagi kelompok dengan sumber daya ekonomi, sosial, dan budaya yang terbatas. Sebaliknya, kelompok dengan sumber daya yang lebih memadai umumnya memiliki peluang lebih besar untuk mempertahankan atau menaikkan posisi sosialnya. Dengan demikian, perlu adanya upaya penyamaan akses, peningkkatan kualitas pendidikan, serta langkah-langkah kebijakan afirmatif guna membangun sistem pendidikan yang inklusif, adil, dan mendorong pergerakan sosial untuk semua warga negara.</p>SandiNurullayali AzzahroAsep MulyanaSinta Khoiril Bariyyah
Copyright (c) 2025 Sandi, Nurullayali Azzahro, Asep Mulyana, Sinta Khoiril Bariyyah
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-152025-12-1518119010.37411/sjem.v5i2.4529Manajemen Peserta Didik dan Tenaga Pendidik dalam Perspektif Manajemen Pendidikan
https://ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/SJEM/article/view/4541
<p>Manajemen pendidikan memegang peranan penting dalam mewujudkan penyelenggaraan pendidikan yang efektif dan efisien, terutama melalui pengelolaan sumber daya manusia yang meliputi peserta didik serta tenaga pendidik dan kependidikan. Peserta didik merupakan subjek sekaligus objek pendidikan yang memiliki karakteristik, kebutuhan, dan potensi yang beragam sehingga memerlukan pengelolaan yang terencana, sistematis, dan berkelanjutan. Manajemen peserta didik mencakup pengaturan seluruh aktivitas peserta didik mulai dari penerimaan, pembinaan, pengembangan potensi, hingga pengawasan dengan berlandaskan fungsi manajemen planning, organizing, actuating, dan controlling (POAC) guna menciptakan proses pembelajaran yang kondusif dan berorientasi pada pencapaian tujuan pendidikan. Di sisi lain, tenaga pendidik memiliki peran strategis sebagai penggerak utama dalam penyelenggaraan pendidikan, sehingga pengelolaannya perlu dilakukan secara komprehensif melalui perencanaan kebutuhan, pengadaan, penempatan, serta pembinaan dan pengembangan kompetensi secara berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan manajemen peserta didik dan manajemen tenaga pendidik secara terintegrasi berkontribusi signifikan terhadap peningkatan mutu pembelajaran dan efektivitas pengelolaan lembaga pendidikan.</p>Nurullayali AzzahroNurlaeli MahmudahMuhammad Ridho Anwarul SidikNabil Akbar TashawwufyTamsik Udin
Copyright (c) 2025 Nurullayali Azzahro, Nurlaeli Mahmudah, Muhammad Ridho Anwarul Sidik, Nabil Akbar Tashawwufy, Tamsik Udin
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-182025-12-1819120110.37411/sjem.v5i2.4541Inovasi Pengembangan Sistem Informasi Akademik Yang Adaptif Terhadap Perubahan Kebutuhan Pengguna
https://ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/SJEM/article/view/4487
<p>Transformasi digital di perguruan tinggi menuntut adanya sistem informasi akademik yang adaptif dan berorientasi pada kebutuhan pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk inovasi, tingkat adaptivitas, serta respons pengguna terhadap Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) yang dikembangkan di Universitas Negeri Gorontalo. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi pada SIAKAD meliputi aspek teknologi, fungsionalitas, dan manajemen melalui implementasi arsitektur modular, integrasi lintas sistem, serta mekanisme pembaruan responsif. Adaptivitas sistem tercermin dari kemampuan menyesuaikan fitur layanan terhadap perubahan kebijakan akademik, pola penggunaan, dan kebutuhan pengguna. Evaluasi menggunakan Model Keberhasilan Sistem Informasi DeLone dan McLean menunjukkan bahwa kualitas sistem, informasi, dan layanan berada pada kategori baik, meskipun dukungan teknis dan kesiapan SDM masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini menegaskan bahwa inovasi SIAKAD berkontribusi pada peningkatan efisiensi tata kelola akademik, kepuasan pengguna, dan efektivitas layanan digital universitas.</p>Hadi Yamin AsselNovianty DjafriPupung Puspa ArdiniMohamad Zubaidi
Copyright (c) 2025 Hadi Yamin Assel, Novianty Djafri, Pupung Puspa Ardini, Mohamad Zubaidi
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-312025-12-3120221210.37411/sjem.v5i2.4487Implementasi Kebijakan Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar
https://ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/SJEM/article/view/4630
<p>Kurikulum Merdeka merupakan kebijakan baru Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang menekankan fleksibilitas pembelajaran, diferensiasi, serta penguatan karakter dan kompetensi peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah negeri, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta menganalisis dampaknya terhadap proses pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Sumber data meliputi kepala sekolah, guru, siswa, dan dokumen pembelajaran. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi pada Jumat, 21 November 2025, wawancara, serta analisis dokumen. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka telah mengubah orientasi pembelajaran dari teacher-centered menjadi student-centered. Guru berperan sebagai fasilitator yang mendorong siswa aktif bertanya, berdiskusi, mengerjakan proyek, dan mengekspresikan ide secara mandiri. Faktor pendukung implementasi meliputi kepemimpinan kepala sekolah, kesiapan guru, ketersediaan sumber belajar digital, kolaborasi antar guru, pelatihan berkelanjutan, dukungan orang tua dan masyarakat, serta fleksibilitas pengelolaan waktu. Adapun hambatan yang ditemui antara lain pemahaman guru yang belum merata, kolaborasi komunitas belajar yang belum optimal, keterbatasan kompetensi media digital, keterbatasan waktu membuat media, serta minimnya pelatihan teknologi. Dampak penerapan Kurikulum Merdeka terlihat pada meningkatnya keaktifan dan kemandirian siswa, serta pengalaman belajar yang lebih kontekstual, autentik, dan relevan dengan kehidupan nyata, sekaligus memperkuat karakter dan keterampilan abad ke-21 sesuai Profil Pelajar Pancasila.</p>riska Meisyi PutriMuhammad Futaki IzharDismawati DismawatiAnggia PratiwiSarinah Sarinah
Copyright (c) 2025 riska Meisyi Putri, Muhammad Futaki Izhar, Dismawati Dismawati, Anggia Pratiwi, Sarinah Sarinah
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-312025-12-3121322410.37411/sjem.v5i2.4630Analisis Manajemen Waktu Belajar Siswa Sekolah Menengah Atas
https://ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/SJEM/article/view/2144
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen waktu belajar siswa di SMA Negeri 3 Gorontalo, pada aspek: (1) Menetapkan tujuan belajar; (2) Membuat prioritas belajar; (3) Menyusun jadwal belajar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis pendekatan eksplanatori. Jumlah sampel penelitian sebesar 90 orang siswa yang terdiri dari kelas XI dan XII. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner angket, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif dengan formula persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Manajemen waktu belajar siswa pada aspek menetapkan tujuan belajar berada pada kategori baik dengan persentase sebesar 82.94%; (2) Manajemen waktu belajar siswa pada aspek membuat prioritas belajar berada pada kategori kurang baik dengan persentase sebesar 70.50%; (3) Manajemen waktu belajar siswa pada aspek menyusun jadwal belajar berada pada kategori kurang baik dengan persentase sebesar 61.55%. Untuk itu disarankan: (1) Sekolah, sebaiknya melakukan koordinasi dengan guru beserta orang tua siswa agar dapat mengarahkan siswa untuk bisa melakukan manajemen waktu belajar; (2) Guru, sebaiknya memotivasi dan membimbing siswa untuk dapat memprioritaskan waktunya untuk belajar dan menyusun jadwal belajar dengan detail; (3) Siswa, sebaiknya memprioritaskan waktu belajar dari pada membuang waktunya sia-sia.</p>Delta Wahyuly GaniNovianty DjafriArifin Arifin
Copyright (c) 2025 Delta Wahyuly Gani, Novianty Djafri, Arifin Arifin
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-08-152025-08-1522523610.37411/sjem.v5i2.2144Kepemimpinan Guru dan Kondisi Iklim Kelas sebagai Faktor Penentu Motivasi Berprestasi Siswa
https://ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/SJEM/article/view/4013
<p>Motivasi berprestasi siswa merupakan faktor kunci dalam pencapaian hasil belajar yang optimal. Namun, observasi awal di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Suwawa menunjukkan gejala rendahnya keterlibatan siswa, minat belajar, dan kesenjangan kemampuan yang diduga dipengaruhi oleh kepemimpinan pembelajaran guru dan iklim kelas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kepemimpinan pembelajaran guru dan iklim kelas dengan motivasi berprestasi siswa. Pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional diterapkan pada populasi sejumlah 246 siswa. Sampel penelitian berjumlah 152 siswa yang ditetapkan menggunakan rumus Slovin dan dipilih secara acak. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah teruji valid dan reliabel, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, linearitas, serta uji hipotesis parsial dan simultan. Hasil penelitian menunjukkan hubungan positif dan signifikan antara kepemimpinan pembelajaran guru dengan motivasi berprestasi siswa, antara iklim kelas dengan motivasi berprestasi siswa, serta hubungan simultan kedua variabel dengan motivasi berprestasi siswa. Implikasi temuan ini menekankan pentingnya penekanan kompetensi kepemimpinan pembelajaran guru dan penciptaan iklim kelas yang kondusif sevagai strategi efektif untuk meningkatkan motivasi berprestasi siswa di sekolah menengah pertama.</p>Fazria Nazli NgabitoAbd Kadim MasaongZulystiawati Zulystiawati
Copyright (c) 2025 Fazria Nazli Ngabito, Abd Kadim Masaong, Zulystiawati Zulystiawati
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-08-152025-08-1523724810.37411/sjem.v5i2.4013Hubungan antara Strategi Mengajar Guru dan Lingkungan Kelas dengan Motivasi Belajar Siswa
https://ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/SJEM/article/view/2445
<p>Motivasi belajar siswa Sekolah Menengah Pertama di Kecamatan Kota Timur masih rendah, ditunjukkan oleh perilaku seperti sering bolos sekolah, malas mengerjakan tugas, dan ketidakresponsifan dalam pembelajaran. Hal ini diduga berkaitan dengan strategi mengajar guru yang kurang variatif dan lingkungan kelas yang tidak mendukung. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara strategi mengajar guru dan lingkungan kelas dengan motivasi belajar siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel sebanyak 116 siswa dipilih secara acak dari populasi 163 siswa kelas IX SMP di Kecamatan Kota Timur. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, normalitas, linearitas, serta uji korelasi parsial dan simultan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara strategi mengajar guru dengan motivasi belajar siswa (r = 0,4411), antara lingkungan kelas dengan motivasi belajar siswa (r = 0,3964), serta secara simultan antara kedua variabel bebas dengan motivasi belajar (r = 0,5049). Temuan ini menekankan pentingnya pengembangan strategi mengajar yang inovatif dan penciptaan lingkungan kelas yang kondusif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di jenjang SMP.</p>Yuliana Ningsi MiduArwildayanto ArwildayantoWarni Tune SumarFachrudin Akadji
Copyright (c) 2025 Yuliana Ningsi Midu, Arwildayanto Arwildayanto, Warni Tune Sumar, Fachrudin Akadji
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-08-152025-08-1524926110.37411/sjem.v5i2.2445Hubungan E-Leadership dan Motivasi Kerja dengan Kinerja Guru di Sekolah Menengah Pertama
https://ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/SJEM/article/view/2303
<p>Kinerja guru Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kota Gorontalo belum optimal, ditunjukkan oleh indikasi seperti kepala sekolah yang belum mampu membentuk kelompok kerja virtual, kurang memberikan motivasi, serta guru yang kurang mampu menciptakan suasana pembelajaran menyenangkan dan menyampaikan pembelajaran dengan baik. Hal ini diduga berkaitan dengan kepemimpinan digital (<em>e-leadership</em>) kepala sekolah yang belum berkembang dan motivasi kerja guru yang belum optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara <em>e-leadership</em> dan motivasi kerja dengan kinerja guru. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel sebanyak 82 guru dipilih secara acak dari populasi 471 guru SMP Negeri di Kota Gorontalo. Data dikumpulkan melalui angket yang telah teruji valid dan reliabel, serta dianalisis menggunakan uji normalitas, linearitas, dan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara <em>e-leadership</em> dengan kinerja guru (37,2%, kategori hubungan sedang), antara motivasi kerja dengan kinerja guru (53,1%, kategori hubungan kuat), serta secara simultan antara kedua variabel bebas dengan kinerja guru (77,5%, kategori hubungan sangat kuat). Temuan ini menekankan pentingnya pengembangan kompetensi kepemimpinan digital kepala sekolah dan peningkatan motivasi kerja guru untuk mendukung kinerja guru yang optimal di era teknologi.</p>Inda Rahmatia KalukuAnsar AnsarArifin ArifinDarmawan Thalib
Copyright (c) 2025 Inda Rahmatia Kaluku, Ansar Ansar, Arifin Arifin
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-08-152025-08-1526227310.37411/sjem.v5i2.2303Kepemimpinan Transformasional dan Kepuasan Kerja sebagai Prediktor Kinerja Guru di Sekolah Menengah Pertama
https://ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/SJEM/article/view/3584
<p>Temuan di lapangan menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran di Sekolah Menengah Pertama se-Kabupaten Bone Bolango belum berjalan optimal, antara lain ditandai oleh persiapan mengajar yang masih sederhana, kurangnya kreativitas guru dalam mengelola kelas, serta rendahnya keterlibatan guru dalam kegiatan sekolah. Kondisi ini diduga berkaitan dengan penerapan kepemimpinan transformasional oleh kepala sekolah yang belum optimal dan tingkat kepuasan kerja guru yang masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan transformasional dan kepuasan kerja terhadap kinerja guru. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sampel penelitian berjumlah 150 orang guru yang diambil secara jenuh dari seluruh populasi guru SMP se-Kabupaten Bone Bolango. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis dengan uji asumsi klasik dan uji regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kepemimpinan transformasional dengan kinerja guru (β = 0,098), antara kepuasan kerja dengan kinerja guru (β = 0,121), serta secara bersama-sama antara kedua variabel bebas dengan kinerja guru (R² = 0,868). Temuan ini menggarisbawahi pentingnya penerapan kepemimpinan transformasional oleh kepala sekolah dan peningkatan kepuasan kerja guru dalam upaya meningkatkan kinerja guru di SMP se-Kabupaten Bone Bolango.</p>Prambudi PrambudiAnsar AnsarNur Luthfi Ardhian
Copyright (c) 2025 Prambudi Prambudi, Ansar Ansar, Nur Luthfi Ardhian
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-08-152025-08-1527428410.37411/sjem.v5i2.3584Penguatan Karakter Siswa Pada Sekolah Berasrama
https://ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/SJEM/article/view/2913
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penguatan karakter religius, karakter bertanggung jawab, dan karakter kemandirian siswa pada sekolah berasrama di MAN Insan Cendekia Gorontalo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan analisis data melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penguatan karakter religius siswa dibentuk melalui serangkaian kegiatan rutin keagamaan yang terstruktur, yaitu shalat berjamaah, qultum dalam bahasa Inggris dan Arab, qiro'ah qabla naum (membaca Al-Qur'an sebelum tidur), dan program tahfidz Al-Qur'an; (2) penguatan karakter bertanggung jawab dibangun melalui mekanisme piket kebersihan asrama dan keterlibatan dalam tugas kolektif; serta (3) penguatan karakter kemandirian dikembangkan melalui pembiasaan aktivitas keseharian di asrama, seperti mengurus kebutuhan pribadi dan mengikuti jadwal terprogram. Hubungan antara kegiatan asrama dan pembentukan karakter ini bersifat sangat kuat dan sistematis, di mana lingkungan asrama yang terstruktur berhasil menciptakan proses transformasi karakter dari tahap pembiasaan hingga menjadi nilai internal. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya desain lingkungan pendidikan yang terintegrasi dan berkelanjutan dalam membentuk karakter siswa secara holistik. Temuan ini dapat menjadi pertimbangan bagi pengelola sekolah berasrama lain dalam merancang program penguatan karakter yang efektif.</p>Siti Nurhalizah YasinSitti Roskina MasArifin Suking
Copyright (c) 2025 Siti Nurhalizah Yasin, Sitti Roskina Mas, Arifin Suking
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-08-152025-08-1528529510.37411/sjem.v5i2.2913