Pengembangan Boneka Edukatif untuk Pengenalan Pendidikan Seks Anak
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk pengembangan media pembelajaran boneka edukatif untuk pengenalan pendidikan seks anak usia 4-5 tahun, untuk mengetahui keefektifan pengembangan pendidikan seks anak usia 4-5 tahun. Subjek dalam penelitian ini adalah anak kelas A di TK PGRI Tunas Harapan Ciawigebang. Metodologi penelitian yang digunakan adalah Reseach and Development (R&D). Kelayakan berdasarkan penilaian ahli materi keseluruhan aspek mendapat total nilai 21,00 dan mempunyai nilai rata-rata 3,00 sehingga masuk pada kategori “cukup”. Sementara kelayakan berdasarkan penilaian Ahli Media keseluruhan aspek mendapat total nilai 41,00 dan mempunyai rata-rata 2,73 sehingga masuk pada kategori “cukup”. Hasil T tes diketahui nilai Sig. (2-tailed) adalah sebesar 0,09 > 0,05, dapat disimpulkan dari hasil Uji hipotesis pre test dan post test menunjukkan hasil bahwa pengembangan media boneka edukatif untuk pengenalan pendidikan seks anak usia 4-5 tahun berhasil dikembangkan, dan efektif digunakan untuk anak usia 4-5 tahun.
References
Cahyati, Nika. (2018). Penggunaan Media Audio Visual Terhadap Karakter Tanggung Jawab Anak Usia 5-6 Tahun. Jurnal Golden Age, (02)02, 75-84.
Hainstock, Elizabeth. (1999). Metode Pengajaran Montessori untuk Anak Pra Sekolah. Jakarta: Pustaka Delapratasa.
Handayani, Alva dan Aam Amiruddin. (2008). Anak Anda Bertanya Seks?: Langkah Mudah Menjawab Pertanyaan Anak tentang Seks. Bandung: Khazanah.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2014). PeraturanMenteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 137 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta:Kemendikbud.
Nawita, Muslik. (2013). Bunda, Seks itu Apa? : Bagaimana Menjelaskan Seks padaAnak. Bandung: Yrama Widya.
Nugraha, Boyke Dian dan Sonia Wibisono. 2016. Adik Bayi Datang dari Mana? : A-Z Pendidikan Seks Usia Dini. Jakarta : Noura Books.
Sugiyono.(2015). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.
Widiyanto, Joko. (2010). SPSS for Window untuk Analisis Data Statistik dan penelitian. Surakarta: Badan Penerbit FKIP UMS.
Risa Fitri Ratnasari,M.Alias (2016). Pentingnya Pendidikan Seks Untuk Anak Usia Dini. Jurnal Tarbawi Khatulistiwa, (02)02, 55-58.
Finkelhor, David (2009). The Prevention of ChildhoodSexual Abuse. Jurnal The Future of children, (02)19, 71-78.
Sri Wahyuning Astuti (2017). Pendidikan Seks pada Anak Taman Kanak-kanak Melalui Metode Permainan Ular Tangga. Jurnal Pendidikan Anak, (01)03. 236-251.
Juliete Pepita Felicia, Weny Savitry S. Pandia(2017). Persepsi Guru TKI Terhadap Pendidikan Seksual Anak Usia Dini Berdasarkan Health-Believe Model. Jurnal Pendidikan Anak, (01)06, 71-80.
Sugiasih, Inhastuti (2017). Need Assesment Mengenai Pemberian Pendidikan Seksual Yang Dilakukan Ibu untuk Anak Usia 3-5 Tahun. Jurnal Pendidikan Anak, (01) 06, 71-81.
Rimawati, Eti. SA Nugraheni. (2019). Metode Pendidikan Seks Usia Dini di Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, (13)01, 20-27.
Copyright (c) 2020 Tania Putri Sarasati, Nika Cahyati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






