Upaya Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Anak Usia Dini dengan Pemberian Apresiasi
Abstract
Kepercayaan diri merupakan sikap atau keyakinan atas kemampuan diri sendiri sehingga dapat bertanggung jawab atas perbuatannya, sopan dalam berinteraksi dengan orang lain, serta dapat mengenal kelebihan dan kekurangan diri sendiri. Berdasarkan masalah yang diteliti di TK Islam Hasan Mukti yaitu tentang menumbuhkan rasa percaya diri anak usia dini pada anak kelompok A yang belum berkembang sesuai harapan, dikarenakan belum tepatnya pemberian metode yang diterapkan, kurangnya fasilitas penunjang yang memadai di sekolah, sehingga harapan tidak sesuai dengan ekspektasi di lapangan. Kurangnya pengetahuan dari orang tua pun membuat perkembangan rasa percaya diri anak tidak terbentuk dengan baik. Maka peneliti berupaya untuk meningkatkan rasa percaya diri ini dengan menerapkan pemberian apresasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan pendekatan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada peningkatan pada pembentukan rasa percaya diri pada anak Kelompok A setelah diberikannya apresiasi seperti pemberian pujian, acungan jempol, reward, mengajak anak jalan-jalan, pemberian hadiah, membelikan makanan kesukaan, tepuk tangan, thos, pemberian makanan kecil, senyuman, pemberian stiker dalam setiap kegiatan di sekolah yang bersifat melatih keberanian atau ketika siswa telah melakukan hal yang baik dan menarik.
References
Anggreni, M. A. (2017). Penerapan bermain untuk membangun rasa percaya diri anak usia dini. 1, 1–8.
Cahyati, N., & Kusuma, R. (2020). Peran Orang Tua Dalam Menerapkan Pembelajaran Di Rumah Saat Pandemi Covid 19. Jurnal Golden Age, 4(1), 152–159.
Fitri, M., & Na’imah, N. (2020). Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Moral Pada Anak Usia Dini. Al-Athfaal: Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak Usia Dini, 3(1), 1–15. https://doi.org/10.24042/ajipaud.v3i1.6500
Hakim T (2008) ‘Mengatasi Rasa Tidak Percaya Diri’, p. 2008.
Islami, C. C., & Gustiana, E. (2020). Layanan Bimbingan dan Konseling AUD Berbasis Tugas Perkembangan untuk Meningkatkan Perilaku Prososial. Jambura Early Childhood Education Journal, 2(2), 70–78.
Khoerunnisa, N. (2015). Optimalisasi metode bermain peran dengan menggunakan alat
Lestari, Dwi, N. & D. (2014). Mengoptimalkan Kecerdasan Musikal Anak Usia Dini dengan Bermain Alat Musik Angklung di Sentra Musik Kelompok B Pendidikan Anak Usia Dini Tunas Harapan Kota Bengkulu. UNIB Scholar Respository.
Namira Calista. (2019). Pentingnya Pemberian Apresiasi Pada Anak, Gaya Hidup, Student of State Islamic University of Maulana Malik Ibrahim Malang.https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id/https://www.kompasiana.co m/nam racalis ta/5dbec63bd541df6f4766d312/pentingnya-pemberian- apresiasi-kepada-anak permainan edukatif dalam mengasah percaya diri anak usia dini. XVIII(1), 77–91.
Rahman, M. M., & Tengah, J. (n.d.). KEPERCAYAAN DIRI PADA ANAK USIA DINI A . Pendahuluan Pendidikan anak usia dini telah banyak berkembang di masyarakat, baik yang ditumbuhkembangkan oleh instansi pemerintah maupun oleh masyarakat. Misalnya , Bina keluarga Balita yang dikembangkan oleh BK
Ratnawati, Kusumah, R., & Cahyati, N. (2021). Korelasi Peran Orang Tua terhadap Pemertahanan Bahasa Sunda sebagai Bahasa Ibu di daerah Kuningan. Golden Age, 5(02), 474–481. https://doi.org/10.29408/jga.v5i02.4387
Ridwan. (2011). Belajar Mudah Penelitian. Alfabeta.
Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. CV Alfabeta.
Suhati, & Islami, C. C. (2018). Pengaruh Peran Orangtua Melalui Kegiatan Parenting Terhadap Perkembangan Sosial Emosional Anak. Jurnal Pelita Paud, 3(1), 58–65.
Yuni Sri Utami, C. C. I. (2021). Analisis Pola Asuh Orang Tua dalam Membentuk Kepribadian Introvert pada Anak Usia Dini. Jambura Early Childhood Education Journal, 3(1).
Copyright (c) 2023 Chitra Charisma Islami, Eva Gustiana, Dodi Ahmad Haerudin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






