Menanam Untuk Kesehatan: Eksplorasi Program Berkebun Sebagai Pendekatan Pendidikan Kesehatan Bagi Anak Usia Dini
Abstract
Kesehatan anak merupakan pondasi utama untuk pertumbuhan, perkembangan fisik dan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi program berkebun sebagai pendekatan pendidikan kesehatan pada anak usia dini di TPA Dandelion Daycare Plus, Kota Depok. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif dan dokumentasi yang melibatkan pendidik, pengelola, orang tua dan anak usia 3-6 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program berkebun memberikan manfaat holistik, antara lain meningkatkan pengetahuan, keterampilan motorik dan sikap hidup sehat pada anak. Aktivitas berkebun seperti menanam, menyemai dan memanen, diintegrasikan dengan tema pembelajaran harian yang dirancang untuk mendukung perkembangan kognitif, sosial, emosional dan fisik anak. Inovasi dilakukan pada sistem penanaman dengan bentuk mini garden, wall garden serta kegiatan tambahan cooking project serta market day dari hasil panen kebun yang berhasil menciptakan pengalaman belajar bermakna mendukung pembentukkan kebiasaan hidup sehat. Meskipun terdapat tantangan dalam pelaksanaan rutin, program berkebun terbukti efektif dalam membangun kesadaran anak pada kesehatan dan lingkungan, sehingga dapat menjadi model pendidikan kesehatan yang aplikatif dan menyenangkan untuk anak usia dini.
References
Baik, H., Choi, S., An, M., Jin, H., Kang, I., Yoon, W., & Yoo, Y. (2024). Effect of Therapeutic Gardening Program in Urban Gardens on the Mental Health of Children and Their Caregivers with Atopic Dermatitis. Healthcare (Switzerland), 12(9), 919. https://doi.org/10.3390/HEALTHCARE12090919/S1
Baxter, P., & Jack, S. (2015). Qualitative Case Study Methodology: Study Design and Implementation for Novice Researchers. The Qualitative Report, 13(4), 544–559. https://doi.org/10.46743/2160-3715/2008.1573
Ensslin, A., & Van de Vyver, A. (2018). Ex situ cultivation entails high risk of seed dormancy loss on short-lived wild plant species. Journal of Applied Ecology, 55(3), 1145–1154. https://doi.org/10.1111/1365-2664.13057
Fatima, M., & Angkur, M. (2022). Penerapan Layanan PAUD Holistik Integratif di Satuan PAUD. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(5), 4287–4296. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i5.2587
Hammarsten, M., Askerlund, P., & Almers, E. (2019). Developing ecological literacy in a forest garden: children’s perspectives. Journal of Adventure Education and Outdoor Learning, 19(3), 227–241. https://doi.org/10.1080/14729679.2018.1517371
Havigerová, J. M., & Pohnětalová, Y. (2021). Preschool Children’s Drawings: Frequency and Theme Analysis. International Journal of Education and Literacy Studies, 9(3), 70–77. https://doi.org/10.7575/AIAC.IJELS.V.9N.3P.70
Holloway, T. P., Dalton, L., & Hughes, R. (2023). School Gardening and Health and Well-Being of School-Aged Children: A Realist Synthesis. Nutrients, 15(5), 1190. https://doi.org/10.3390/NU15051190/S1
Holly Farrell. (2016). RHS Miniature Garden Grower: Terrariums & Other Tiny Gardens to Grow Indoors & Out. Mitchell Beazley.
Holttum, R. E., I. E. (2011). Gardening in the Tropics: The Definitive Guide for Gardeners. Marshall Cavendish Children’s Books.
Copyright (c) 2025 Mia Rachmawaty

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






