https://ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/jecej/issue/feedJambura Early Childhood Education Journal 2026-07-23T00:12:26+00:00Yenti Juniartiyenti@ung.ac.idOpen Journal Systems<p><strong>Jambura Early Childhood Education Journal</strong> is a journal that focuses on early childhood studies, discussing parent-child relationships, multiple intelligences, and pedagogies. This journal is published by the Education Teacher and Early Childhood Education Department, which aims to facilitate professionals, academics, researchers, scholars, and university students who conduct empirical and original work. The Jambura Journal publishes articles on Early Childhood Education twice a year, every January and July.</p> <p>ISSN ONLINE: <strong><a href="http://u.lipi.go.id/1580046597" target="_blank" rel="noopener">2716-2974</a></strong> | ISSN PRINT: <a href="http://u.lipi.go.id/1537939798" target="_blank" rel="noopener"><strong>2654-752X</strong></a></p>https://ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/jecej/article/view/4825PHBS dalam Tinjauan Pedagogi Bermain dan Internalisasi Moral Anak Usia Dini2026-07-22T13:11:34+00:00Jumiatmoko Jumiatmokojumiatmoko1391@gmail.com<p><em>Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan keterampilan hidup mendasar bagi anak usia dini, namun implementasi pembelajarannya masih sering berfokus pada kepatuhan dan mengabaikan proses internalisasi moral. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis bagaimana pedagogi berbasis bermain dapat menstimulasi PHBS sekaligus menumbuhkan nilai-nilai moral pada anak usia dini. Penelitian dilaksanakan dengan mengikuti pedoman PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses). Data disintesis dari berbagai studi yang dipublikasikan antara tahun 2020 hingga 2025 dari berbagai laman indeksasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa model pedagogi berbasis bermain yang bersifat simulatif, gamifikasi, dan konstruktif secara signifikan meningkatkan literasi kesehatan sekaligus menstimulasi perkembangan moral anak. Studi ini juga menemukan bahwa hidden curriculum dalam aktivitas bermain mampu mentransformasikan instruksi yang bersifat eksternal menjadi kesadaran moral. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pedagogi berbasis bermain merupakan sarana penting bagi stimulasi perkembangan anak secara holistik. Oleh karena itu, pendidik perlu mengintegrasikan stimulasi perkembangan moral dalam berbagai aktivitas bermain guna mewujudkan pendidikan yang berkelanjutan.</em></p>2026-07-22T12:53:29+00:00Copyright (c) 2026 Jumiatmoko Jumiatmokohttps://ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/jecej/article/view/4942Mindful Learning melalui Permainan Tradisional Batewah untuk Mengenalkan Budaya Lokal Banjarmasin pada Anak Usia Dini2026-07-23T00:12:26+00:00Maulidha Maulidharizkivisitasi2023@gmail.comM. Agus Safrian Nurmasn0991@gmail.comRizki Nugerahani Iliserizkinugerahani@gmail.com<p><em>This study aims to describe the application of mindful learning through the traditional Batewah game in introducing Banjarmasin local culture to early childhood learners. This research employed a qualitative approach with a narrative study design. The participants were a Group B teacher teaching children aged 5-6 years and early childhood learners involved in Batewah-based learning activities at PAUD IT Nurul Fikri Banjarmasin. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and were analyzed narratively through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the Batewah game can serve as a conscious, active, enjoyable, and contextual learning medium. Children demonstrated improved attention, turn-taking ability, emotional regulation, cooperation, rule compliance, and respect for peers. Moreover, Batewah helped children recognize Banjar local culture through direct experience, regional language use, game rules, and social values such as togetherness, sportsmanship, responsibility, and patience. The study concludes that mindful learning based on the traditional Batewah game has potential as an early childhood learning strategy that supports children’s holistic development while preserving local cultural identity</em><em>.</em></p>2026-07-22T12:54:24+00:00Copyright (c) 2026 Maulidha Maulidhahttps://ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/jecej/article/view/4939Implementasi Kemitraan Orang Tua terhadap PAUD Holistik Integratif di TK Methodist 05 Palembang2026-07-22T13:11:35+00:00Elizabeth Hutapealizbethjh786@gmail.com<p><em>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemitraan antara orang tua dan sekolah dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI). Penelitian bertujuan mendeskripsikan implementasi kemitraan orang tua di TK Methodist 05 Palembang serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek kepala sekolah, guru, dan orang tua peserta didik. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemitraan orang tua telah berjalan baik, diwujudkan melalui kelas parenting, komunikasi intensif guru-orang tua, keterlibatan dalam kegiatan sekolah, pendampingan belajar di rumah, serta partisipasi dalam program kesehatan dan gizi bersama Puskesmas Makrayu. Faktor pendukung meliputi komunikasi terbuka, program parenting rutin, dukungan sekolah, dan keterlibatan aktif orang tua, sedangkan hambatan yang ditemukan relatif kecil, yaitu keterbatasan waktu orang tua dan perbedaan pemahaman terhadap program sekolah. Kemitraan orang tua terbukti berkontribusi positif terhadap keberhasilan PAUD Holistik Integratif dan tumbuh kembang anak secara optimal.</em></p>2026-07-22T12:57:21+00:00Copyright (c) 2026 Elizabeth Hutapeahttps://ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/jecej/article/view/4902Partisipasi Anak PAUD dalam Pawai Kebudayaan “Aku Bangga Jadi Anak Indonesia”: Persepsi Orang Tua dan Dampaknya terhadap Perkembangan Sosial-Emosional2026-07-22T13:11:35+00:00Rosmianihasanuddinrosmiani@gmail.comAgustanagustanpalu@gmail.comBesse Nirmalabessenirmala@untad.ac.id<p><em>This study examines parental perceptions of the impact of early childhood participation in the "Aku Bangga Jadi Anak Indonesia" (I Am Proud to Be an Indonesian Child) cultural parade on children's social-emotional development. Employing a descriptive quantitative approach, data were collected through a closed-ended Likert scale questionnaire (1–4) distributed to 25 parents selected via simple random sampling from a population of 250 parents of parade participants in Palu Barat District, Palu City. Descriptive statistical analysis revealed high mean scores (M = 3.24–3.56) across all dimensions, with the highest scores recorded for cultural introduction, positive experiences, teacher support, and children's enthusiasm. Aspects receiving lower scores included event scheduling and venue management. Open-ended responses further highlighted benefits related to peer socialization, cross-class interaction, and creative self-expression through costumes. These findings are substantiated by sociocultural theory (Vygotsky), cognitive developmental theory (Piaget), social learning theory (Bandura), and psychosocial theory (Erikson). Overall, parents rated the activity highly positively for children's holistic development, with recommendations for improvements in scheduling and activity diversification.</em></p>2026-07-22T12:58:06+00:00Copyright (c) 2026 Rosmiani, Agustan, Besse Nirmalahttps://ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/jecej/article/view/4804Pengaruh Pembelajaran Berbasis Joyful Learning Terhadap Pembelajaran Mendalam Pada Anak Usia Dini 2026-07-22T13:11:36+00:00Putri Kharisma Dewiputrikharisma070603@gmail.comEen Yayah Haenilaheenyayahhaenilah@fkip.unila.ac.idNopiana Nopiananopiana1201@fkip.unila.ac.id<p><em>This study was motivated by the low level of deep learning among early childhood students, as evidenced by a lack of active engagement, critical thinking skills, and difficulties in connecting learning experiences to daily life. This study aims to determine the effect of joyful learning-based instruction on deep learning in early childhood. The research hypothesis is that there is an effect of joyful learning-based instruction on deep learning in early childhood. The study employed a quantitative approach using a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest design. The study subjects consisted of 23 children aged 5–6 years at Al-Akbar Rajabasa Kindergarten in Bandar Lampung. Data were collected through observation and analyzed using the Wilcoxon test. The results showed an Asymp. Sig. (2-tailed) value of 0.000 < 0.05, indicating that joyful learning-based instruction has an effect on deep learning in young children. Learning activities through play, experiments, projects, and concrete media encourage children to be more active, understand concepts, and reflect on their learning experiences. The research findings suggest that deep learning in early childhood should take place in an integrated manner to optimally stimulate the development of young children.</em></p>2026-07-22T12:58:53+00:00Copyright (c) 2026 Putri Kharisma Dewi, Een Yayah Haenilah, Nopiana Nopianahttps://ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/jecej/article/view/4653Pengaruh Metode Bermain Berbasis Teori Zpd Terhadap Kemampuan Sosial Anak Usia Dini 2026-07-22T13:11:36+00:00Marlin Somanmarlinsoman2003@gmail.comPupung Puspa Ardinipupung.p.ardin@ung.ac.idSri Rawantisrirawanti@ung.ac.id<p>Fokus utama kajian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas metode bermain berbasis Zone of Proximal Development (ZPD) terhadap perkembangan kompetensi sosial anak. Menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimental dengan desain one group pretest-posttest, penelitian ini melibatkan 15 subjek. Data menunjukkan peningkatan skor rata-rata yang signifikan dari 28,40 (pre-test) menjadi 46,27 (post-test). Melalui uji-t pada taraf signifikansi 0,05, terbukti bahwa intervensi ini secara positif meningkatkan kemampuan kerja sama, kepatuhan pada aturan, dan empati siswa. Hasil ini mengonfirmasi bahwa bimbingan guru (scaffolding) dalam kerangka ZPD berhasil mengoptimalkan potensi sosial anak, sehingga hipotesis alternatif (H1) diterima.</p>2026-07-22T12:59:40+00:00Copyright (c) 2026 Marlin Soman, Pupung Puspa Ardini, Sri Rawantihttps://ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/jecej/article/view/4591Pengaruh Aktivitas Belajar di Luar Kelas Terhadap Kemampuan Kesadaran Diri Anak Usia 5 - 6 Tahun di TK Darul Muttaqin Kelurahan Huangobotu Kecamatan Dungingi Kota Gorontalo2026-07-22T13:11:37+00:00Apriyati Masiaapriyatimasia131@gmail.comNunung Suryana Jaminnunung_sj@ung.ac.idSri Wahyuningsi Laiyasri_paud@ung.ac.id<p>Abstrak</p> <p> ______________________________________________________________</p> <p>Penelitian ini dilakukan untuk melihat sejauh mana kegiatan pembelajaran di luar kelas atau outdoor learning dapat memberikan pengaruh terhadap peningkatan kemampuan kesadaran diri pada anak usia 5–6 tahun. Pembelajaran di luar kelas dipandang sebagai pendekatan yang memberi kesempatan kepada anak untuk terlibat secara aktif dalam proses belajar dengan memanfaatkan lingkungan sekitar secara langsung. Melalui pengalaman belajar yang nyata dan kontekstual tersebut, anak dapat mengembangkan berbagai kemampuan dan keterampilan secara lebih utuh, khususnya dalam membangun kesadaran diri. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian berjumlah 16 anak yang diamati selama sembilan kali pertemuan pembelajaran, yang dirancang berdasarkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan tema dan subtema yang berbeda pada setiap pertemuan. Proses pengumpulan data dilakukan melalui observasi secara langsung terhadap aktivitas anak menggunakan lembar penilaian yang memuat tiga indikator utama kemampuan kesadaran diri, yaitu kemandirian, interaksi sosial, dan kepercayaan diri. Setiap indikator dinilai berdasarkan kategori perkembangan, yakni mulai berkembang (MB), berkembang sesuai harapan (BSH), dan berkembang sangat baik (BSB). Analisis data dilakukan dengan cara menghitung persentase perkembangan anak pada masing-masing indikator di setiap pertemuan, sehingga perubahan perkembangan dapat diamati secara bertahap sebagai hasil dari stimulasi pembelajaran di luar kelas. Melalui metode ini, peneliti dapat memahami dinamika perkembangan kesadaran diri anak dari waktu ke waktu serta mengetahui sejauh mana aktivitas belajar di luar kelas memberikan kontribusi terhadap peningkatan setiap indikator tersebut.</p> <p>Kata Kunci: Belajar di Luar Kelas, Kemampuan Kesadaran Diri, Anak Usia Dini</p> <p> </p> <p> </p>2026-07-22T13:00:51+00:00Copyright (c) 2026 Apriyati Masia, Nunung Suryana Jamin, Sri Wahyuningsi Laiyahttps://ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/jecej/article/view/4434Pengaruh Aplikasi Color Shape Terhadap Kemampuan Mengenal Warna Anak Usia 5-6 Tahun Di TK Kamboja Kecamatan Kota Tengah Kota Gorontalo2026-07-22T13:11:37+00:00Wiyan Samadiwiyansamadi55@gmail.comSri Wahyuningsi Laiyasri_paud@ung.ac.idSri Rawantisrirawanti@ung.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan aplikasi Color Shape terhadap kemampuan mengenal warna pada anak usia 5–6 tahun di TK Kamboja, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah 20 anak. Instrumen yang digunakan berupa tes pengenalan warna yang diberikan sebelum perlakuan (pretest) dan setelah perlakuan (posttest). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan kemampuan mengenal warna setelah diberikan perlakuan menggunakan aplikasi Color Shape. Nilai rata-rata pretest sebesar 19,15 meningkat menjadi 42,25 pada posttest. Selanjutnya, hasil uji-t berpasangan memperoleh nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara hasil pretest dan posttest. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa aplikasi Color Shape berpengaruh positif dan signifikan dalam meningkatkan kemampuan mengenal warna pada anak usia 5–6 tahun.</p>2026-07-22T13:02:34+00:00Copyright (c) 2026 Wiyan Samadi, Sri Wahyuningsi Laiya, Sri Rawantihttps://ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/jecej/article/view/4501Implementasi keterampilan motorik halus anak usia dini 4-5 tahun di tinjau aktivitas di sekolah di TK negeri melati permata desa permata kecamatan tilongkabila kabupaten bone bolango 2026-07-22T13:11:38+00:00Yolanda Purnama Puangoloyolandapuangolo01@gmail.comNurhayati Tinenurhayati.tine@ung.ac.idYenti Juniarti yenti@ung.ac.id<p><strong><sup>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi keterampilan gerak halus anak usia 4–5 tahun melalui berbagai aktivitas pembelajaran di TK Negeri Melati Permata Kecamatan Tilongkabila Kabupaten Bone Bolango. Penelitian menggunakan desain metode penelitian kualitatif dengan strategi deskriptif, menggunakan teknik observasi lapangan, sesi wawancara, serta peninjauan dokumen untuk mengumpulkan data yang mendalam mengenai perkembangan data penelitian menunjukkan bahwa kapasitas motorik halus pada anak dalam hal sinkronisasi mata dan tangan menjumput benda kecil, menggunting dan menempel, menggambar awal, meronce, serta melakukan aktivitas manipulatif lainnya masih bervariasi dan memerlukan stimulasi yang konsisten. Aktivitas pembelajaran seperti mewarnai, meronce, kolase, finger painting, dan permainan pola terbukti membantu meningkatkan kekuatan jari, ketepatan gerak, serta kreativitas anak. Guru berperan penting sebagai fasilitator yang memberikan arahan, contoh, dan penguatan positif sehingga anak lebih percaya diri dalam menyelesaikan tugas. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan aktivitas motorik halus yang terencana dan berulang mampu memberikan perkembangan yang signifikan terhadap motorik halus anak serta mendukung kesiapan belajar pada tahap selanjutnya<br></sup></strong></p>2026-07-22T13:04:15+00:00Copyright (c) 2026 Yolanda Purnama Puangolo, Nurhayati Tine, Yenti Juniarti https://ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/jecej/article/view/4953Meningkatkan Rasa Nasionalisme Anak 5-6 Tahun Melalui Pengenalan Budaya Lokal Sumatera Selatan2026-07-22T13:11:38+00:00Noviantinoviantieffendi05@gmail.com<p><sup><em>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan rasa nasionalisme anak usia dini melalui kegiatan pembelajaran konkret. Penelitian ini dilakukan karena anak-anak belum menunjukkan indikator nasionalisme secara optimal, khususnya dalam hal cinta tanah air, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Kegiatan pembelajaran konkret diharapkan dapat memberikan pengalaman bermakna yang memungkinkan anak memahami dan mempraktikkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart, yang mencakup tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 15 anak Kelompok B di TK Alfarizi, Banyuasin. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif berdasarkan pencapaian indikator nasionalisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengenalan budaya lokal Sumatera Selatan secara efektif meningkatkan sikap nasionalisme anak. Pada Siklus I, 6 anak (40%) dikategorikan Mulai Berkembang (MB), 6 anak (40%) Berkembang Sesuai Harapan (BSH), dan 3 anak (20%) Berkembang Sangat Baik (BSB). Setelah perbaikan pada Siklus II, 13 anak (86,7%) mencapai kategori Berkembang Sangat Baik (BSB), melampaui indikator keberhasilan sebesar 75%. Anak-anak menunjukkan sikap yang lebih baik dalam mencerminkan rasa cinta tanah air, kedisiplinan, dan tanggung jawab selama kegiatan pembelajaran. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengenalan budaya lokal Sumatra Selatan dapat menjadi strategi pembelajaran yang efektif untuk menumbuhkan nasionalisme pada anak usia dini, khususnya dalam mengembangkan rasa cinta tanah air, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pendidik anak usia dini dalam mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal ke dalam pembelajaran di kelas sebagai upaya memperkuat pendidikan karakter sejak dini. Namun, penelitian ini terbatas pada satu taman kanak-kanak dengan jumlah partisipan yang relatif sedikit; oleh karena itu, hasilnya tidak dapat digeneralisasi ke populasi yang lebih luas. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melibatkan sampel yang lebih besar dan mengeksplorasi penerapan pembelajaran berbasis budaya lokal di lingkungan pendidikan serta wilayah yang berbeda.</em></sup></p>2026-07-22T13:06:31+00:00Copyright (c) 2026 Noviantihttps://ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/jecej/article/view/4390Pengaruh Game Edukasi Terhadap Kemampuan Berhitung Anak Usia 5-6 Tahun di TK Negeri Melati Permata Desa Permata Kecamatan Tilongkabila Kabupaten Bone Bolango2026-07-22T13:11:39+00:00Sulistriyani Kasimsulistriyanikasim03@gmail.comIrvin Novita Arifin irvinnovitaarifin@ung.ac.idIcam Sutisnaicamsutisna@ung.ac.id<p>Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya kemampuan berhitung dan kurangnya penggunaan game edukasi saat pembelajaran dalam kemampuan berhitung pada anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh game edukasi terhadap kemampuan berhitung anak usia 5-6 tahun di TK Negeri Melati Permata Desa Permata Kecamatan Tilongkabila Kabupaten Bone Bolango. Teknik sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan sampel jenuh yaitu seluruh anak kelompok B yang berjumlah 12 anak. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Teknik pengumpulan data menggunakan tes performance. Hasil uji-t dengan membandingkan nilai t hitung dan t tabel dengan menggunakan α = 0,05. Diketahui nilai t tabel yang akan digunakan adalah 1,782. Berdasarkan hasil uji t-test diatas diperoleh t hitung > t tabel dan Signifikansi < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa: Terdapat Pengaruh Game Edukasi Terhadap Kemampuan Berhitung Anak Usia 5-6 Tahun Di TK Negeri Melati Permata Desa Permata Kecamatan Tilongkabila Kabupaten Bone Bolango.</p>2026-07-22T13:07:27+00:00Copyright (c) 2026 Sulistriyani Kasim, Irvin Novita Arifin , Icam Sutisna