https://ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/jgcj/issue/feed JAMBURA Guidance and Counseling Journal 2026-06-02T10:44:20+00:00 JGCJ OFFICIAL jurnal.jgcj@ung.ac.id Open Journal Systems <p style="text-align: justify;"><strong>JAMBURA Guidance and Counseling Journal (JGCJ)</strong>&nbsp;is a scientific journal published by the Department of Counseling Guidance at the Faculty of Education, Gorontalo State University.&nbsp;<span class="" title="">The publication of this journal aims to disseminate new theories and accepts manuscripts in the field of research includes scientific fields relevant to: Professional Counseling, School Counseling, Psychology Counseling, Career Counseling, International Counseling and Multicultural Issues, Counseling Supervision, Marriage and Family Counseling, Mental Health, Theory Development, and Integrative Reviews from Counseling and Related Fields.</span> Journal that published edition <span title="">twice a year in May and November. </span><span class="" title="">We accept articles in English and Indonesian.</span></p> <p style="text-align: justify;"><span class="" title=""><strong>E-ISSN 2722-1628 - DOI Prefix:&nbsp;10.37411</strong></span></p> https://ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/jgcj/article/view/4724 Efikasi Diri terhadap Kecemasan Karier pada Mahasiswa Tingkat Akhir: Uji Moderasi Tawakal 2026-06-01T12:04:20+00:00 Sri Herlinda Hafid srihrlnda01@gmail.com Adnan Achiruddin Saleh adnanachiruddinsaleh@iainpare.ac.id Astinah astinah@iainpare.ac.id Nur Afiah nurafiah@iainpare.ac.id <p>Transisi dari dunia pendidikan menuju dunia kerja merupakan periode kritis dalam perkembangan karier mahasiswa akhir. Periode ini sering memicu kecemasan karier yang dipengaruhi oleh faktor psikologis dan faktor spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh efikasi diri terhadap kecemasan karier pada mahasiswa akhir serta menguji peran tawakal sebagai variabel moderator dalam hubungan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang melibatkan mahasiswa akhir dari empat fakultas di IAIN Parepare dengan jumlah populasi sebanyak 1.300 orang. Sampel penelitian berjumlah 306 responden yang dipilih melalui proportionate stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang mengukur efikasi diri, kecemasan karier dan tawakal, dan dianalisis menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan bantuan IBM SPSS versi 29.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara efikasi diri dengan kecemasan karier (-0.410; p &lt; 0.001). Namun, pengujian MRA menunjukkan bahwa interaksi antara efikasi diri dan tawakal tidak singnifikan (p = 0.071), sehingga tawakal tidak memoderasi hubungan tersebut. Di sisi lain, tawakal terbukti memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap kecemasan karier (-0.176; p &lt; 0.001). Temuan ini mengindikasikan bahwa efikasi diri berperan dalam menurunkan kecemasan karier mahasiswa akhir, sementara tawakal tidak terbukti memoderasi hubungan antara efikasi diri dan kecemasan karier.</p> 2026-05-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Sri Herlinda Hafid, Adnan Achiruddin Saleh, Astinah, Nur Afiah https://ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/jgcj/article/view/4756 Keterkaitan Antara Growth Mindset dan Literasi AI pada Mahasiswa Yang Aktif di Perguruan Tinggi 2026-06-02T10:44:20+00:00 Maharani Eka maharanieka@ung.ac.id Fadhilah Ahmad Qaniah qaniah21@ung.ac.id Sri Wahyuni M Polinggapo sriwahyuni@ung.ac.id Azmi Fauziah F. Lambause azmifauziah442@gmail.com Faizulhaq H. Rahman faizulhaqrahman210@gmail.com <p>Perkembangan teknologi <em>artificial intelligence</em> (AI) di era digital menuntut mahasiswa untuk memiliki literasi AI yang memadai agar dapat memahami, menggunakan, dan mengevaluasi AI secara kritis serta etis. Salah satu faktor psikologis yang diasumsikan berperan dalam pembentukan literasi AI adalah <em>growth mindset</em>. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keterkaitan antara <em>growth mindset</em> dan literasi AI pada mahasiswa yang aktif mengikuti proses belajar mengajar di perguruan tinggi di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional non-eksperimental dan <em>cross-sectional</em>. Partisipan berjumlah 112 mahasiswa aktif yang dipilih melalui teknik <em>convenience sampling</em>. &nbsp;Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi <em>Spearman's Rank-Order</em> dan regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara <em>growth mindset</em> dan literasi AI (r = 0,502; p &lt; 0,01) <em>Growth mindset</em> berkorelasi positif dengan seluruh tujuh dimensi literasi AI, dengan korelasi tertinggi pada dimensi berpikir kritis (r = 0,473), diikuti keterampilan kognitif, moralitas, keterampilan aplikasi, <em>perceived usefulness</em>, dan <em>perceived ease of use</em>. Analisis regresi menunjukkan bahwa <em>growth mindset</em> memberikan kontribusi sebesar 29,1% terhadap literasi AI (R² = 0,291; p &lt; 0,001). Temuan ini menegaskan bahwa <em>growth mindset</em> berperan penting dalam membentuk kesiapan kognitif, sikap etis, dan perilaku mahasiswa dalam memahami serta memanfaatkan teknologi AI secara kritis dan bertanggung jawab.</p> <p>Kata Kunci: growth mindset, literasi AI, mahasiswa aktif,</p> <p>Abstract</p> <p><em>The development of artificial intelligence (AI) technology in the digital era requires students to have AI literacy that is capable of understanding, using, and listening to AI critically and ethically. One of the psychological factors that begins in the formation of AI literacy is growth mindset. This study aims to examine the relationship between growth mindset and AI literacy in students who actively participate in the teaching and learning process at universities in Indonesia. The study used a quantitative approach with a non-experimental correlational and cross-sectional design. Participants were 112 active students selected through convenience sampling techniques. Data analysis was carried out using Spearman's Rank-Order correlation test and linear regression. The results showed a significant positive relationship between growth mindset and AI literacy (r = 0.502; p &lt; 0.01). Growth mindset collected positive with all seven dimensions of AI literacy, with the highest correlation in the critical thinking dimension (r = 0.473), followed by cognitive skills, morality, application skills, perceived usefulness, and perceived ease of use. Regression analysis showed that growth mindset contributed 29.1% to AI literacy (R² = 0.291; p &lt; 0.001). This finding confirms that growth mindset plays a crucial role in shaping students' cognitive readiness, ethical attitudes, and behaviors in understanding and utilizing AI technology critically and responsibly.</em></p> <p><em>Keywords: growth mindset, AI literations, active college student</em></p> 2026-05-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Maharani Eka, Fadhilah Ahmad Qaniah, Sri Wahyuni M Polinggapo, Azmi Fauziah F. Lambause, Faizulhaq H. Rahman https://ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/jgcj/article/view/4779 Scroll Dulu, Belajar Nanti? Pengaruh Scroll Culture Terhadap Efektivitas Belajar Mahasiswa 2026-06-01T12:04:24+00:00 Sufiati Nur Khotimah sufiatinur24@student.upi.edu Fikri Muhammad Haikal fikrimuhammadhaikal@student.upi.edu Dewa Sukmananda Putra dewasukma@student.upi.edu Aisha Nuraulia aishawit@student.upi.edu Rama Wijaya Abdul Rozak ramawijaya@upi.edu <p>Fenomena <em>scroll culture</em>, yaitu kebiasaan menggulir konten digital secara terus-menerus di media sosial, telah menjadi rutinitas yang berpotensi mengganggu efektivitas pembelajaran mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor pendorong perilaku tersebut serta menguji pengaruhnya terhadap konsentrasi, motivasi, dan produktivitas akademik. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain survei daring pada periode Maret–April 2026, melibatkan 158 mahasiswa aktif dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup berskala Likert empat poin menggunakan platform Google Forms, kemudian dianalisis dengan teknik statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden menghabiskan waktu lebih dari tiga jam per hari untuk menggulir media sosial. Temuan ini mengindikasikan adanya pengaruh negatif berupa penurunan konsentrasi dalam aktivitas akademik. Oleh karena itu, diperlukan intervensi dari institusi pendidikan melalui penguatan literasi digital dan penerapan strategi manajemen konsentrasi guna mengoptimalkan proses pembelajaran.</p> 2026-05-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Sufiati Nur Khotimah, Fikri Muhammad Haikal, Dewa Sukmananda Putra, Aisha Nuraulia, Rama Wijaya Abdul Rozak https://ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/jgcj/article/view/4780 Analisis Kebutuhan Layanan Bimbingan dan Konseling Pribadi Berdasarkan Profil Perilaku Agresif Siswa SMP 2026-06-01T12:04:25+00:00 Meiske Puluhulawa meiskepuluhulawa@ung.ac.id Irpan A. Kasan irpanakasan@ung.ac.id Nanda Mirzawati nandamirzawati@ung.ac.id Nicki Yutapratama nickiyuta@ung.ac.id Yulinda Y. Gani yulindagani@ung.ac.id <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Perilaku agresif pada siswa sekolah menengah pertama merupakan fenomena yang berhubungan dengan perkembangan emosional dan kognitif remaja awal serta berpotensi mengganggu proses pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan layanan bimbingan dan konseling pribadi berdasarkan profil perilaku agresif siswa SMP Negeri 2 Gorontalo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Subjek penelitian berjumlah 40 siswa yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Instrumen penelitian berupa angket perilaku agresif yang disusun berdasarkan dimensi agresi fisik, agresi verbal, kemarahan, dan permusuhan. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan teknik persentase dan kategorisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa berada pada kategori agresivitas sedang (43%), dengan dominasi pada aspek kemarahan dan permusuhan. Temuan utama menunjukkan bahwa agresivitas siswa lebih banyak dipengaruhi oleh faktor emosional dan kognitif dibandingkan perilaku langsung. Kebutuhan utama siswa meliputi regulasi emosi, penyelesaian konflik, pengendalian diri, komunikasi interpersonal, dan perubahan pola pikir. Penelitian ini menegaskan pentingnya penyediaan layanan bimbingan dan konseling pribadi yang berbasis kebutuhan siswa secara komprehensif.</span></span></p> 2026-05-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Meiske Puluhulawa, Irpan A. Kasan, Nanda Mirzawati, Nicki Yutapratama, Yulinda Y. Gani https://ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/jgcj/article/view/4803 Profil Kepercayaan Diri Penyandang Disabilitas Tunarungu Di Kota Palembang 2026-06-01T12:04:27+00:00 Aisyah aisyahica0613@gmail.com Khadijah Lubis khadijahlubis93@fkip.unsri.ac.id <p>Kepercayaan diri merupakan salah satu aspek psikologis yang penting dalam perkembangan individu, karena berpengaruh terhadap kemampuan dalam berinteraksi sosial, mengikuti proses pembelajaran, serta mengembangkan potensi diri. Pada siswa tunarungu, keterbatasan dalam komunikasi dapat menjadi hambatan yang memengaruhi pembentukan kepercayaan diri, sehingga mereka cenderung mengalami kesulitan dalam mengekspresikan diri dan berpartisipasi secara aktif di lingkungan sosial maupun akademik. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui bagaimana gambaran kepercayaan diri siswa tunarungu agar dapat diberikan dukungan yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil kepercayaan diri siswa tunarungu di Kota Palembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 80 siswa tunarungu yang diambil dengan teknik stratified sampling. Instrumen penelitian berupa angket kepercayaan diri yang disusun berdasarkan aspek kepercayaan diri menurut Lauster, yaitu keyakinan terhadap kemampuan diri, optimis, objektif, tanggung jawab, serta rasional dan realistis, dengan uji validitas menggunakan korelasi <em>Pearson Product Moment</em> (r hitung &gt; r tabel = 0,361) dan uji reliabilitas dengan <em>Cronbach's Alpha</em> menghasilkan nilai 0,805, yang menandakan instrumen sangat reliabel. Data dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif dengan perhitungan persentase dan kategorisasi berdasarkan nilai mean dan standar deviasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan diri siswa tunarungu di Kota Palembang berada pada kategori sedang dengan persentase sebesar 61,25%, kategori tinggi sebesar 21,25%, dan kategori rendah sebesar 17,50%. Berdasarkan aspek yang diukur, seluruh aspek kepercayaan diri juga berada pada kategori sedang, dengan aspek rasional dan realistis memiliki persentase tertinggi sebesar 71,25%, sedangkan aspek keyakinan terhadap kemampuan diri memiliki persentase lebih rendah sebesar 62,50%.&nbsp; Kesimpulan dari penelitian ini adalah kepercayaan diri siswa tunarungu di Kota Palembang berada pada kategori sedang, yang menunjukkan bahwa siswa telah memiliki kepercayaan diri yang cukup baik, namun belum berkembang secara optimal dan masih dipengaruhi oleh situasi tertentu. Oleh karena itu, diperlukan konselor, dukungan dari lingkungan sekolah, keluarga, dan teman sebaya untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa secara lebih optimal.</p> 2026-05-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Aisyah, Khadijah Lubis https://ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/jgcj/article/view/4735 Kecanduan Game Online dan Hubungannya dengan Emosi Marah Pada Siswa SMP 2026-06-01T12:04:29+00:00 Mohamad Rizal Pautina rizal@ung.ac.id Amalia Rizki Pautina liapautina@gmail.com Deysi Anggraini Harun deysi@gmail.com Ilham Khairi Siregar ilhamks@ung.ac.id Mohamad Awal Lakadjo mohamadawallakadjo@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecanduan <em>game online </em>dan hubungannya terhadap emosi marah pada siswa SMP. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana kecanduan <em>game online </em>dan hubungannya terhadap emosi marah pada siswa SMP. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sampel yang digunakan sebanyak 41 siswa. Berdasarkan analisis, diperoleh nilai koefisien korelasi (r<sub>xy</sub>) 0,582 lebih besar dari nilai r<sub>tabel</sub>, dengan pengujian hipotesis menggunakan uji t dua pihak, sehingga diperoleh nilai t<sub>hitung</sub> 4,472 dan nilai t<sub>tabel</sub> 1,168 (t<sub>hitung</sub>&gt; t<sub>tabel</sub>), sehingga terdapat hubungan positif dan signifikan variabel <em>independent </em>terhadap variabel <em>dependent. </em>Persentase pengaruh variabel <em>independent </em>terhadap variabel <em>dependent, </em>diperoleh 33,87%, 66,13% dipengaruhi oleh faktor lain dalam penelitian.</p> 2026-05-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Mohamad Rizal Pautina, Amalia Rizki Pautina, Deysi Anggraini Harun, Ilham Khairi Siregar, Mohamad Awal Lakadjo