https://ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/jpp/issue/feed Jurnal Pengabdian Pedagogika 2026-08-25T10:02:18+00:00 PERMATA SARI permata@ung.ac.id Open Journal Systems <p>Jurnal Pengabdian Pedagogika merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi peneliti yang tentunya membahas tentang pengabdian masyarakat pada bidang pendidikan. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun yaitu bulan Mei dan November.</p> https://ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/jpp/article/view/4979 Penguatan Literasi Pencegahan Penyalahgunaan NAPZA melalui Edukasi Preventif bagi Generasi Z di Desa Lobuto Timur 2026-08-25T10:02:07+00:00 Jumadi Mori Salam Tuasikal tuasikal.jumadi@ung.ac.id Ilham Khairi Siregar ilhamks@ung.ac.id Salim Korompot salimkorompot@ung.ac.id Mohamad Rizal Pautina isal.pautina@ung.ac.id Mohamad Awal Lakadjo mohamadawal@ung.ac.id Moh. Alwi Hasan moh.2_s1konseling@mahasiswa.ung.ac.id <p>Penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA) merupakan salah satu tantangan dalam upaya menjaga kesehatan dan kualitas generasi muda, sehingga diperlukan edukasi preventif yang mampu memperkuat literasi pencegahan sejak dini. Pengabdian ini bertujuan memperkuat literasi pencegahan penyalahgunaan NAPZA pada Generasi Z di Desa Lobuto Timur, Kecamatan Biluhu, Kabupaten Gorontalo. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa edukasi preventif meningkatkan pemahaman peserta mengenai jenis NAPZA, faktor risiko, dampak penyalahgunaan, serta strategi pencegahannya. Selain itu, kegiatan mendorong keterlibatan aktif peserta, memperkuat kesadaran preventif, dan menghasilkan rekomendasi kolaborasi antara pemerintah desa, organisasi kepemudaan, keluarga, dan perguruan tinggi untuk mendukung keberlanjutan program pencegahan penyalahgunaan NAPZA</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Pedagogika https://ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/jpp/article/view/4989 Peningkatan Pemahaman Ideologi Bangsa Berdasarkan Pemetaan Nilai Pancasila di Kalangan Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo 2026-08-25T10:02:18+00:00 Saleh Al Hamid salehalhamid25@gmail.com <table> <tbody> <tr> <td width="147">&nbsp;</td> <td width="420"> <p><strong><em>Abstract:</em></strong></p> <p><em>The challenge of value disorientation due to exposure to hoaxes, digital radicalism, and extreme individualism is currently a stark reality faced by Generation Z students in higher education settings. To respond to the juridical mandate of strengthening the state ideology as stipulated in Law Number 12 of 2012 and Government Regulation Number 4 of 2022, Universitas Negeri Gorontalo needs to address implementation gaps in the field. Preliminary data indicates that 55% of students still perceive Pancasila merely as rigid theoretical memorization, resulting in only 25% actualizing it in their daily lives. This condition forms the basis of a community service program aimed at accelerating the understanding and internalisation of Pancasila values among UNG students through measured interventions. Utilizing a Participatory Action Research approach, the program mobilized four main stages: capacity incubation and organizing, formulation of alternative solutions, implementation of concrete actions, as well as reflection and evaluation. Through the application of Case-Based Methods and Project-Based Learning, students acted as active partners. This intervention triggered a significant behavioral shift. The proportion of students who merely memorized theory dropped drastically to below 15%, while simultaneously boosting participation in social actions. This collaborative effort also successfully produced a series of creative digital educational contents based on local multicultural values on social media under the hashtag #PancasilaInActionUNG. To ensure program sustainability, a draft of academic policy recommendations has been submitted to the Integrated Service Unit for Compulsory General Courses (UPT MKWK) of UNG to integrate this learning model into the mandatory curriculum. This program proves that participation-based strengthening of the national ideology is capable of transforming diversity into an integrative strength, while building the moral integrity of students in accordance with the mandate of the Law.</em></p> <p><em>Generation Z, Ideology, Pancasila, Participatory Action Research, Universitas Negeri Gorontalo.</em></p> </td> </tr> <tr> <td width="147"> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>&nbsp;</em></strong></p> </td> <td width="420"> <p><em>&nbsp;</em></p> </td> </tr> <tr> <td width="147"> <p>&nbsp;</p> </td> <td width="420"> <p><strong>Abstrak: </strong></p> <p>Tantangan disorientasi nilai akibat paparan hoaks, radikalisme digital, dan individualisme ekstrem kini nyata dihadapi mahasiswa Generasi Z di lingkungan perguruan tinggi. Guna merespons amanat yuridis penguatan ideologi negara dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 dan Peaturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2022, Universitas Negeri Gorontalo perlu membenahi kesenjangan implementasi di lapangan. Data awal menunjukkan 55% mahasiswa masih memandang Pancasila sebatas hafalan teoretis yang kaku, sehingga baru 25% yang mengaktualisasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi ini mendorong pelaksanaan program pengabdian masyarakat untuk memacu pemahaman dan penghayatan nilai-nilai Pancasila pada mahasiswa UNG melalui intervensi terukur. Pendekatan <em>Participatory Action Research</em> menggerakkan empat tahapan utama: inkubasi kemampuan dan pengorganisasian, perumusan alternatif solusi, pelaksanaan aksi nyata, serta refleksi dan evaluasi. Melalui penerapan <em>Case</em><em>-</em><em>Based Method</em> dan <em>Project</em><em>-</em><em>Based Learning</em>, mahasiswa bertindak sebagai mitra aktif. Intervensi ini memicu perubahan perilaku yang signifikan. Proporsi mahasiswa yang sekadar menghafal teori menurun drastis menjadi di bawah 15%, sekaligus mendongkrak partisipasi dalam aksi sosial. Kerja sama tersebut juga berhasil memproduksi rangkaian konten edukasi digital kreatif berbasis nilai multicultural lokal di media sosial melalui tagar #PancasilaInActionUNG. Untuk mengawal keberlanjutan program, draf rekomendasi kebijakan akademik telah diserahkan kepada UPT MKWK UNG demi mengintegrasikan model pembelajaran ini ke dalam kurikulum wajib. Program ini membuktikan bahwa penguatan ideologi bangsa berbasis partisipasi aktif mampu mentransformasi keragaman menjadi kekuatan integratif, sekaligus membangun integritas moral mahasiswa sesuai amanat Undang-Undang.</p> </td> </tr> <tr> <td width="147"> <p><strong>Kata Kunci:</strong></p> </td> <td width="420"> <p>Generasi Z, Ideologi, Pancasila, <em>Participatory Action Research</em>, Universitas Negeri Gorontalo.</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Pedagogika https://ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/jpp/article/view/5064 Pelatihan Pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) melalui Beragam Model Pembelajaran Inovatif untuk Mewujudkan Pembelajaran Mendalam Bagi Guru BGTK Provinsi Lampung 2026-08-25T10:00:21+00:00 Mareyke Jessy Tanod jessy23@gmail.com Rizka Puspita Sari riskapuspita03@gmail.com Siti Zahra Bulantika sitizahrabulantika@gmail.com Mutia Az Zahra jessy23@gmail.com Nur Shasi Kayla jessy23@gmail.com <p>Kebijakan pendidikan melalui Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 mendorong penerapan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang menekankan pembelajaran berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful) melalui pengembangan olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga. Salah satu sarana yang dapat mendukung pendekatan tersebut adalah Papan Interaktif Digital (PID), yang memungkinkan guru menyajikan materi secara visual, interaktif, dan kolaboratif. Namun, penggunaan PID belum optimal apabila tidak disertai pemahaman guru mengenai model pembelajaran yang sesuai. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru BGTK Provinsi Lampung dalam memanfaatkan PID pada berbagai model pembelajaran inovatif, seperti Discovery Learning, Problem Based Learning, Project Based Learning, Inquiry Learning, Flipped Classroom, Station Rotation, Lab Rotation, dan Cooperative Learning, serta memperkuat pemahaman tentang Pembelajaran Mendalam. Kegiatan dilaksanakan melalui penyampaian materi, pelatihan, pendampingan, praktik mandiri, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru mengenai kebijakan Pembelajaran Mendalam, fitur PID, serta kemampuan memilih dan menerapkan model pembelajaran sesuai tujuan dan karakteristik peserta didik. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong terciptanya pembelajaran yang interaktif, kontekstual, dan menyenangkan melalui pemanfaatan teknologi digital secara berkelanjutan.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Pedagogika