https://ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/pedagogika/issue/feedPEDAGOGIKA2025-12-13T08:29:06+00:00Dr. Pupung Puspa Ardinipupung.pardin@ung.ac.idOpen Journal Systems<p style="text-align: justify;" align="justify"><strong>PEDAGOGIKA</strong> is a scientific periodical journal published by <span class="tlid-translation translation" lang="en"><span class="" title="">Gorontalo State University,</span></span> <span class="tlid-translation translation" lang="en"><span class="" title="">Faculty</span></span> of Education. <strong>PEDAGOGIKA</strong> with registered number ISSN p-2086-4469, ISSN e-2716-0580 is a collection of educational scientific articles, especially in the fields of educational sciences such as Educational Management, Guidance and Counseling, Primary/Elementary and Teacher Education, Early Childhood and Teacher Education, Educational Technology and others. <strong>PEDAGOGIKA</strong> were a publication for academics and practitioners in the field of education published articles resulting in research. PEDAGOGIKA rise 2 (two) times a year in April and October.</p> <p align="justify"><strong>ISSN Online</strong> <a href="http://u.lipi.go.id/1579133039" target="_blank" rel="noopener">2716-0580</a> <strong>│</strong> <strong>ISSN Print</strong> <a href="http://u.lipi.go.id/1338082589" target="_blank" rel="noopener">2086-4469</a></p>https://ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/pedagogika/article/view/4344Transparansi Dan Akuntabilitas Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah Pada Sekolah Dasar Di Kecamatan Sesayap Kabupaten Tana Tidung2025-09-21T04:59:06+00:00Hasmiati Hasmiatihasmiatiamri82@gmail.comDarmanto Darmantodarmanto@gmail.comTiti Darmidarmi@gmail.com<p>Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) merupakan program pemerintah Indonesia yang bertujuan untuk mendukung pembiayaan operasional sekolah, sehingga layanan pendidikan dasar dan menengah dapat berjalan dengan baik tanpa membebani siswa maupun orang tua. Dana ini disalurkan kepada sekolah negeri dan swasta di seluruh Indonesia berdasarkan jumlah siswa yang terdaftar. Dalam pengelolaannya, prinsip transparansi dan akuntabilitas menjadi hal yang mutlak untuk diterapkan oleh setiap sekolah. Namun demikian, di sejumlah sekolah dasar yang berada di Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, masih ditemukan berbagai permasalahan yang berkaitan dengan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana BOS. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana praktik transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana BOS di sekolah-sekolah dasar yang ada di Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun sumber data dalam penelitian ini terdiri dari kepala sekolah, bendahara sekolah, guru, komite sekolah, serta orang tua siswa. Analisis data dilakukan secara deskriptif, sedangkan untuk menjamin keabsahan data digunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Transparansi dalam pengelolaan dana BOS telah dilaksanakan melalui penyediaan dokumen penggunaan anggaran, baik dalam bentuk fisik maupun digital, yang dapat diakses oleh masyarakat. 2) Akuntabilitas juga telah diupayakan dengan baik. Hal ini terlihat dari penyusunan laporan realisasi anggaran beserta bukti pendukungnya, sehingga seluruh penggunaan dana dapat dipertanggungjawabkan secara jelas. Meskipun demikian, terdapat sejumlah tantangan dan hambatan dalam pengelolaan dana BOS, seperti keterbatasan kompetensi pengelola keuangan sekolah yang bukan berasal dari latar belakang keuangan, sehingga penyusunan anggaran sering memerlukan waktu yang lama. Selain itu, masih sering terjadi kesalahan dalam penginputan data ke dalam aplikasi RKAS, serta keterlambatan guru dalam menyusun kebutuhan kelasnya. Namun, terdapat pula berbagai faktor pendukung, seperti dukungan dari semua pihak—termasuk tim BOS sekolah, guru, komite sekolah, dan tokoh masyarakat. Selain itu, adanya petunjuk teknis (Juknis) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pendampingan dari Tim BOS Dinas Pendidikan, serta pelaksanaan bimbingan teknis (bimtek) bagi bendahara BOS turut membantu meningkatkan kualitas pengelolaan dana BOS di sekolah dasar</p>2025-09-21T04:58:43+00:00Copyright (c) 2025 Hasmiati Hasmiati, Darmanto Darmanto, Titi Darmihttps://ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/pedagogika/article/view/4291Pengaruh Aplikasi Alphabet War Room Maze Terhadap Kemampuan Mengenal Huruf Pada Anak Usia 4-5 Tahun2025-10-08T01:51:13+00:00Ramlaila Siribuaramlailasiribua2002@gmail.comPupung Puspa Ardinipupung.p.ardin@ung.ac.idSri Wahyuningsi Laiyasri_paud@ung.ac.id<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">ABSTRAK </span></span><br><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one-group pretest dan posttest di Taman Kanak-Kanak Mawar. Sampel penelitian terdiri dari 17 anak yang diberi perlakuan menggunakan aplikasi “Alphabet War Room Maze”. Data dikumpulkan menggunakan pre-test untuk mengukur kemampuan mengenal huruf sebelum diberi perlakuan dan posttest setelah diberi perlakuan. Analisis data menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam kemampuan mengenal huruf anak-anak, dengan rata-rata skor pretest sebesar 18,71 dan skor posttest sebesar 35,35. Berdasarkan hasil uji-t, yang menunjukkan nilai T_hitung (17,03) > T_tabel (1,743) pada tingkat signifikansi 0,05 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, H_Oditolak dan H_I diterima. Hal ini menunjukkan bahwa aplikasi Alphabet War Room Maze memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan mengenal huruf pada anak usia 4–5 tahun </span></span><br><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Kata Kunci: Alphabet War Room Maze, Anak Usia 4-5 Tahun, kemampuan Mengenal Huruf</span></span></p>2025-10-08T01:49:31+00:00Copyright (c) 2025 Ramlaila Siribua, Pupung Puspa Ardini, Sri Wahyuningsi Laiyahttps://ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/pedagogika/article/view/3772Pengembangan Media Pembelajaran Ular Tangga Interaktif IPAS (ULTRAS) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Di Sekolah Dasar 2025-10-08T02:13:34+00:00herawati lamadaherawatyherha96@gmail.comGamar Abdullahgamar@ung.ac.idRifda Mardian Arifrifda@ung.ac.idAbdul Haris Panaiharispanai@ung.ac.idVicka Muniati Arifinvicka@ung.ac.id<p>Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan media pembelajaran ULTRA (Ular Tangga Interaktif IPAS) yang memenuhi kriteria kelayakan, kepraktisan, dan efektivitas dalam pembelajaran IPAS guna meningkatkan hasil belajar siswa pada materi ekosistem di kelas V SDN 1 Suwawa. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model penelitian pengembangan ADDIE, yang mencakup tahap analysis, design, development, Implementation, dan Evaluation. Kelayakan media ULTRA diuji melalui validasi oleh tim ahli. Hasil validasi menunjukkan bahwa media ini memperoleh rata-rata persentase sebesar 96,87%, yang dikategorikan sebagai sangat layak digunakan oleh guru dan siswa di SD. Untuk menguji kepraktisan, peneliti menggunakan lembar observasi guru, yang menunjukkan total skor 39 dari skor maksimal 40, dengan rata-rata persentase kepraktisan mencapai 97,5%, masuk dalam kategori sangat praktis. Dalam aspek efektivitas, penerapan media di kelas V SDN 1 Suwawa diukur melalui pretest dan posttest. Hasilnya, rata-rata nilai pretest sebesar 46,5% meningkat menjadi 86% pada posttest, dengan selisih peningkatan sebesar 39,5%. Tingkat efektivitas media ULTRA berdasarkan perhitungan mencapai 73,55%, menunjukkan bahwa media ULTRA termasuk dalam kategori efektif. Berdasarkan hasil ini, media ULTRA terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa dan layak digunakan dalam pembelajaran di SD.</p>2025-10-08T02:13:34+00:00Copyright (c) 2025 Herawati Lamada, Gamar Abdullah, Rifda Mardian Arif, Abdul Haris Panai, Vicka Muniati Arifinhttps://ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/pedagogika/article/view/4326Strategi Peningkatan Literasi Siswa Melalui Media Flipbook2025-10-13T05:01:21+00:00Idan I. Pakayaidanpakaya12@gmail.comRina Istiwaroh Adamrina@umgo.ac.idRahmawati Sudairahmawatisudai@gmail.comRatna Mahmudratnamahmud62@gmail.com<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Kemampuan literasi siswa sekolah dasar di wilayah Pesisir Kabupaten Gorontalo Utara masih rendah, dengan tingkat literasi di bawah rata-rata nasional. Data kemampuan literasi tingkat Sekolah Dasar berada pada persentase 33,73%, sementara itu, standar literasi nasional yakni 73,52% maka kemampuan literasi Sekolah Dasar di Kabupaten Gorontalo Utara masih tergolong rendah. Faktor seperti kurangnya akses bahan bacaan, minimnya kualitas guru literasi, dan terbatasnya sarana prasarana menjadi penghambat utama. Oleh karena itu, penelitian ini penting untuk dilakukan guna mengurangi kesenjangan literasi dan meningkatkan kualitas pendidikan menggunakan media pembelajaran di wilayah pesisir. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui strategi peningkatan kemampuan lliterasi siswa sebagai upaya mendukung digitalisasi sekolah dasar di wilayah pesisir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Flipbook manjadi salah satu alternatif dalam mendukung digitalisasi sekolah dan terbukti mampu meningkatkan kemampuan literasi siswa di wilayah pesisir.</span></span></p>2025-10-13T05:01:20+00:00Copyright (c) 2025 Idan I. Pakaya, Rina Istiwaroh Adam, Rahmawati Sudai, Ratna Mahmudhttps://ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/pedagogika/article/view/4381Peran Pengawas Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan2025-10-17T05:45:31+00:00Jumadilriansyah JumadilriansyahJumadil1080188@gmail.comEntang Adhy Muhtarentang.am045@gamil.comAdji Suradji Muhammadadji.suradji@apmd.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pengawasan terhadap mutu pendidikan di Kabupaten Tana Tidung, Kecamatan Sesayap Hilir. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara dengan informan terpilih, yaitu Kepala Dinas Pendidikan, Koordinator Pengawas Pendidikan, Pengawas Pembina, Kepala Sekolah, Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar, Seksi Kurikulum, Komite Sekolah, dan Guru. Konsep peran pengawasan dalam penelitian ini adalah fungsi utama dan tugas pengawas sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Tana Tidung, Kecamatan Sesayap Hilir. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan tiga alur kegiatan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode pengawasan dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMPN Tana Tidung sangat penting, di mana pengawasan aspek manajerial dan akademik dilakukan oleh pengawas sekolah melalui koordinasi dengan koordinator pengawas dan kepala sekolah. Bentuk pengawasan manajerial mencakup aspek administrasi sekolah yang dilaksanakan secara berkala, sedangkan pengawasan aspek akademik mencakup kelengkapan perangkat pembelajaran yang digunakan guru. Pengawasan ini menjadi hal penting dalam upaya peningkatan mutu pendidikan. Faktor pendukung peran pengawasan dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMPN Tana Tidung Kecamatan Sesayap Hilir antara lain adanya respon positif dari pihak sekolah setiap kali pengawas melakukan kunjungan, terutama dari kepala sekolah.</p>2025-10-17T05:45:30+00:00Copyright (c) 2025 Jumadilriansyah Jumadilriansyah, Entang Adhy Muhtar, Adji Suradji Muhammadhttps://ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/pedagogika/article/view/4340Relasi Antara Kepemimpinan Kepala Sekolah, Kedisiplinan Kejuruan dan Penguatan Karakter Religius2025-10-17T16:50:53+00:00Fathurrahman Fathurrahmanfath@unisla.ac.idAhmad Hanif Fahruddinkanghanif88@unisla.ac.idNur Iftitahul HusniyahIftita_tunggadewi@unisla.ac.idMuhammad Zaki Muharorfath@unisla.ac.idAbdul Qodirfath@unisla.ac.id<p><strong>ABSTRAK </strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relasi antara kepemimpinan kepala sekolah, kedisiplinan kejuruan, dan penguatan karakter religius di SMKN 1 Lamongan. Latar belakang penelitian berangkat dari kebutuhan pendidikan vokasi tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten secara teknis, tetapi juga berkarakter religius dan berintegritas. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus, melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan telaah dokumentasi. Informan penelitian meliputi kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, guru kejuruan, tenaga kependidikan, dan siswa yang aktif dalam kegiatan keagamaan sekolah.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah berperan sebagai motor penggerak budaya religius melalui keteladanan dalam ibadah, kultum, dan interaksi harian yang inspiratif. Kebijakan sekolah, seperti penerapan buku saku SAKTI dan Gerakan 5S, menyediakan kerangka formal untuk mewujudkan visi kepemimpinan dalam regulasi praktis. Internalisasi nilai religius dilakukan melalui kegiatan rutin, antara lain salat berjamaah, tradisi salim, kultum, dan refleksi Jumat pagi, yang secara efektif mengubah aturan menjadi kebiasaan nyata. Proses ini berdampak langsung pada kedisiplinan kejuruan siswa yang tercermin dalam ketepatan waktu, kerapian, kepatuhan pada aturan, serta keteraturan dalam praktik vokasi. Pada akhirnya, relasi antarvariabel bermuara pada terbentuknya karakter religius siswa, yang mencakup sikap amanah, hormat, solidaritas, dan tanggung jawab. Kesimpulan penelitian ini merumuskan model relasi: Kepemimpinan → Kebijakan → Internalisasi → Disiplin → Karakter Religius, yang dapat menjadi acuan bagi penguatan pendidikan karakter berbasis religius di sekolah kejuruan Indonesia.</p> <p><strong><em>ABSTRACT</em></strong></p> <p><em>This study aims to analyze the relationship between principal leadership, vocational discipline, and the strengthening of religious character at SMKN 1 Lamongan. The research is grounded in the growing demand for vocational education not only to produce technically competent graduates but also individuals of integrity and strong religious values. A qualitative approach with a case study design was employed, utilizing in-depth interviews, participant observation, and document analysis. The participants included the school principal, Islamic education teachers, vocational subject teachers, administrative staff, and students actively engaged in religious activities. The findings reveal that the principal’s leadership serves as the driving force behind the development of a religious school culture, demonstrated through role modeling in daily prayers, short sermons, and spiritually oriented interactions. School policies, such as the implementation of the SAKTI pocketbook (Saku Adab, Akhlak, dan Budi Pekerti) and the 5S Movement (Smile, Greeting, Salutation, Politeness, Courtesy), provide a formal framework for translating the principal’s vision into practice. The internalization of religious values is fostered through routine activities including congregational prayers, the salim tradition (showing respect to teachers by hand-kissing), short religious talks, and Friday reflection sessions. These practices transform regulations into habitual behaviors. Consequently, vocational discipline emerges, reflected in punctuality, neatness, adherence to rules, and systematic practice in vocational training. Ultimately, the interplay of these variables leads to the formation of students’ religious character, encompassing trustworthiness, respect, solidarity, and responsibility. The study concludes with a relational model: Leadership → Policy → Internalization → Discipline → Religious Character, which may serve as a reference for strengthening religious-based character education in vocational schools in Indonesia</em></p>2025-10-17T16:45:23+00:00Copyright (c) 2025 Fathurrahman Fathurrahman, Ahmad Hanif Fahruddin, Nur Iftitahul Husniyah, Muhammad Zaki Muharor, Abdul Qodirhttps://ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/pedagogika/article/view/4402Pengaruh Alat Permainan Papan Gembira Edukatif Terhadap Kepercayaan Diri Anak Usia 5-6 Tahun Kelompok B Di Tk Kemala Bhayangkari 2 Tanjung Morawa2025-10-18T12:22:44+00:00Aminda Tri Handayaniaminda@gmail.comYofita Kurnia Guloyofitakurnia71@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh alat permainan papan gembira edukatif terhadap kepercayaan diri anak usia 5-6 tahun di TK Kemala Bhayangkari 2 Tanjung Morawa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain <em>One-Group Pretest-Posttest</em>. Sampel berjumlah 25 anak dengan populasi 30 anak. Sampel dipilih melalui teknik simple random sampling, dengan cara melalui pencabutab nomor atau undian. Instrumen penelitian berupa lembar observasi kepercayaan diri berdasarkan lima indikator: pantang menyerah, berani mengemukakan pendapat, berani bertanya, mengutamakan usaha sendiri daripada bantuan, dan berpenampilan tenang. Hasil pretest menunjukkan sebagian besar anak berada pada kategori “belum berkembang” dan “mulai berkembang”. Setelah diberikan perlakuan berupa permainan papan gembira edukatif selama enam kali pertemuan, terjadi peningkatan signifikan ke kategori “berkembang sesuai harapan” dan “berkembang sangat baik”. Uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal, dan uji t menghasilkan nilai t<sub>hitung</sub> > t<sub>tabel</sub>, sehingga hipotesis alternatif diterima. Artinya, terdapat pengaruh yang signifikan dari penggunaan alat permainan papan gembira edukatif terhadap kepercayaan diri anak. Permainan ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mampu menumbuhkan keberanian anak dalam berpendapat, bertanya, serta menunjukkan kemandirian dan ketenangan dalam menghadapi tantangan. Penelitian ini menunjukkan bahwa permainan edukatif berbasis papan dapat menjadi media pembelajaran yang efektif untuk menstimulasi keberanian anak dalam berinteraksi, mengemukakan pendapat, serta tampil di depan umum. Melalui aktivitas bermain yang menyenangkan dan menantang, anak didorong untuk lebih aktif dan percaya diri</p>2025-10-18T12:21:12+00:00Copyright (c) 2025 Aminda Tri Handayani, Yofita Kurnia Gulohttps://ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/pedagogika/article/view/4408Pengembangan E-Modul: Pengenalan Fenomena Crowding Di Taman Kanak-Kanak dan Pencegahannya untuk Calon Pendidik2025-10-22T07:15:39+00:00Nur Asra Paputungannurasra.paputungan2311@gmail.comKhusnul Khatimahkhusnulnunu95@ung.ac.idFadhilah Ahmad Qaniahqaniah21@ung.ac.idNicki Yutapratamanickiyuta@ung.ac.idDarmawan Thalibdarmawanthalib@ung.ac.id<p><strong>ABSTRAK </strong></p> <p>Fenomena crowding atau kesesakan di Taman Kanak-Kanak (TK) merupakan isu penting yang berdampak negatif terhadap perkembangan kognitif, sosial, dan kesehatan anak usia dini (AUD). Penelitian ini bertujuan mengembangkan e-modul pengenalan dan mitigasi fenomena crowding di TK untuk meningkatkan literasi calon pendidik PAUD. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). E-modul dikembangkan melalui platform Canva dengan integrasi multimedia interaktif. Validasi expert judgement dilakukan oleh 2 ahli bidang Pendidikan dan Psikologi, serta uji efektivitas melalui pretest-posttest pada partisipan yang merupakan 25 calon pendidik. Validasi expert judgement menunjukkan skor rata-rata 4,5 dari 5,0 dengan aspek kemenarikan desain memperoleh skor tertinggi (4,75). Hasil paired t-test menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan partisipan dari skor mean pretest 3,92 menjadi posttest 6,96 (p = 0,000 < 0,05). E-modul pengenalan dan pencegahan crowding di TK terbukti valid dan efektif meningkatkan pengetahuan calon pendidik PAUD tentang fenomena crowding serta strategi mitigasinya.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>e-modul, crowding, kesesakan, Taman Kanak-Kanak, calon pendidik</p> <p><strong><em>ABSTRACT </em></strong></p> <p><em>The phenomenon of crowding in kindergartens (TK) is a significant issue that negatively impacts the cognitive, social, and health development of early childhood (AUD). This study aims to develop an e-module for recognizing and mitigating crowding in kindergartens to improve the literacy of prospective PAUD educators. The study used the Research and Development (R&D) method with the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) model. The e-module was developed using the Canva platform with interactive multimedia integration. Expert judgment validation was conducted by two experts in the fields of Education and Psychology, and effectiveness testing was conducted through a pretest-posttest on participants from The 25 prospective PAUD teachers. Expert judgment validation showed an average score of 4.5 out of 5.0 with the design attractiveness aspect obtaining the highest score (4.75). The results of the paired t-test showed a significant increase in participants' knowledge from a mean pretest score of 3.92 to a posttest score of 6.96 (p = 0.000 < 0.05). The e-module on recognizing and preventing crowding in kindergarten has proven valid and effective in increasing the knowledge of prospective PAUD educators about the phenomenon of crowding and its mitigation strategies.</em></p> <p><strong><em>Keywords: </em></strong><em>e-module, crowding, Kindergarten, prospective educators</em></p>2025-10-18T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Nur Asra Paputungan, Khusnul Khatimah, Fadhilah Ahmad Qaniah, Nicki Yutapratama, Darmawan Thalibhttps://ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/pedagogika/article/view/4392Pengaruh Loneliness Dan Self-Control Terhadap Motivasi Untuk Melakukan Self-Harm Pada Lansia Di Kecamatan Abepura2025-10-22T07:24:14+00:00Sally Putri Karismasallyputrikarisma2@gmail.comRr. Retno Handasahennoadhiutama@gmail.comErmelinda Yersin Putri Larungyessylarung@gmail.comMifta Fariz Prima Putramifpputra@gmail.comDonal Saputradonalsaputra@uinjambi.ac.idDelila Anggelina Nahak Serandelila.seran@staf.undana.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh loneliness (kesepian) dan self-control (pengendalian diri) terhadap motivasi melakukan self-harm pada lansia di Kecamatan Abepura. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Sampel penelitian dipilih dengan teknik purposive random sampling dan terdiri dari lansia berusia 60–74 tahun yang terindikasi memiliki riwayat atau indikasi perilaku self-harm. Instrumen yang digunakan meliputi UCLA Loneliness Scale, Skala Self-Control, dan Skala Motivasi Self-Harm yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan regresi linear berganda menggunakan bantuan program SPSS versi 20. Hasil penelitian menunjukkan nilai korelasi berganda (R) sebesar 0,149 dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,022. Hal ini mengindikasikan bahwa hanya 2,2% variasi motivasi self-harm dapat dijelaskan oleh loneliness dan self-control, sementara 97,8% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Uji simultan menghasilkan nilai F sebesar 0,308 dengan signifikansi 0,737 (>0,05), sehingga secara bersama-sama loneliness dan self-control tidak berpengaruh signifikan terhadap motivasi melakukan self-harm. Uji parsial juga menunjukkan hasil serupa, di mana loneliness (sig. 0,493) dan self-control (sig. 0,735) tidak berpengaruh signifikan terhadap motivasi self-harm. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa loneliness dan self-control bukanlah prediktor utama motivasi self-harm pada lansia di Kecamatan Abepura. Faktor-faktor lain, seperti dukungan sosial, kondisi kesehatan fisik, pengalaman hidup, maupun aspek religiusitas, kemungkinan memiliki kontribusi yang lebih besar. Penelitian ini merekomendasikan perlunya kajian lebih lanjut dengan variabel yang lebih luas serta pendekatan mixed-method untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif.</p>2025-10-18T19:34:15+00:00Copyright (c) 2025 Sally Putri Karisma, Rr. Retno Handasah, Ermelinda Yersin Putri Larung, Mifta Fariz Prima Putra, Donal Saputra, Delila Anggelina Nahak Seranhttps://ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/pedagogika/article/view/4406Hubungan Antara Dimensi Kepribadian Big Five dengan perilaku Agresif Mengemudi pada Pengemudi di Gorontalo2025-10-22T07:29:55+00:00Mohammad Rizki B Dunggiomrizkibdunggio07@ung.ac.idFadhilah Ahmad Qaniahqaniah21@ung.ac.idZhankih Al Ayubizhankyalayubi9@gmail.comErsya Febryani Van Gobelersyagobell@gmail.comKhofifah Reihana Arbiekhofifaarbie@gmail.com<p><strong>ABSTRAK </strong></p> <p>Kecelakaan lalu lintas merupakan masalah serius di Indonesia dengan 148.575 kasus pada 2023, termasuk 137 kasus di Gorontalo dalam 4 bulan pertama 2024. Faktor manusia, khususnya perilaku agresif mengemudi, menjadi penyebab utama kecelakaan. Kepribadian diidentifikasi sebagai faktor penting yang mempengaruhi perilaku aggressive driving, namun belum ada penelitian yang mengkaji hubungan dimensi kepribadian Big Five dengan perilaku agresif mengemudi di daerah Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional yang berlangsung selama 3 bulan di Provinsi Gorontalo. Sampel terdiri dari 180 pengemudi (82 laki-laki, 98 perempuan) yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria memiliki SIM dan sehari-hari mengendarai kendaraan di Gorontalo. Data dikumpulkan menggunakan skala Big Five Inventory (BFI) yang diadaptasi oleh Ramdhani (2012) dengan 44 item dan skala Aggressive Driving Behavior Scale (ADBS) dengan 11 item. Analisis data menggunakan korelasi Spearman. Mayoritas responden adalah perempuan (54,4%) dengan pengalaman mengemudi >5 tahun (56,1%) dan menggunakan motor (76,7%). Uji reliabilitas menunjukkan nilai yang baik untuk semua skala (α > 0,7). Hasil korelasi menunjukkan hubungan signifikan antara perilaku agresif mengemudi dengan semua dimensi kepribadian: Conscientiousness (r = -0,400, p = 0,000), Agreeableness (r = -0,389, p = 0,000), Openness to Experience (r = -0,224, p = 0,002), Extraversion (r = -0,178, p = 0,017), dan Neuroticism (r = 0,435, p = 0,000). Temuan menunjukkan bahwa kepribadian berperan signifikan dalam perilaku agresif mengemudi. Neuroticism memiliki hubungan positif terkuat, mengindikasikan bahwa ketidakstabilan emosi meningkatkan kecenderungan perilaku agresif. Sebaliknya, Conscientiousness dan Agreeableness berkorelasi negatif, menunjukkan bahwa sifat disiplin dan empati dapat mencegah perilaku agresif mengemudi. Hasil ini menekankan pentingnya pendekatan berbasis kepribadian dalam intervensi keselamatan berkendara, khususnya pelatihan pengelolaan emosi bagi pengemudi dengan tingkat neuroticism tinggi.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>kepribadian Big Five, perilaku agresif mengemudi, keselamatan berkendara, Gorontalo, psikologi transportasi</p> <p><strong><em>ABSTRACT </em></strong></p> <p><em>Traffic accidents are a serious problem in Indonesia with 148,575 cases in 2023, including 137 cases in Gorontalo in the first four months of 2024. Human factors, especially aggressive driving behavior, are the main cause of accidents. Personality has been identified as an important factor influencing aggressive driving behavior, but no research has examined the relationship between the Big Five personality dimensions and aggressive driving behavior in the Gorontalo area. This study used a quantitative approach with a correlational design that lasted for 3 months in Gorontalo Province. The sample consisted of 180 drivers (82 men, 98 women) selected using a purposive sampling technique with the criteria of having a driver's license and driving a vehicle daily in Gorontalo. Data were collected using the Big Five Inventory (BFI) scale adapted by Ramdhani (2012) with 44 items and the Aggressive Driving Behavior Scale (ADBS) with 11 items. Data analysis used Spearman correlation. The majority of respondents were female (54.4%) with >5 years of driving experience (56.1%) and using motorcycles (76.7%). Reliability tests showed good values for all scales (α > 0.7). Correlation results showed a significant relationship between aggressive driving behavior and all personality dimensions: Conscientiousness (r = -0.400, p = 0.000), Agreeableness (r = -0.389, p = 0.000), Openness to Experience (r = -0.224, p = 0.002), Extraversion (r = -0.178, p = 0.017), and Neuroticism (r = 0.435, p = 0.000). The findings indicate that personality plays a significant role in aggressive driving behavior. Neuroticism has the strongest positive relationship, indicating that emotional instability increases the tendency for aggressive behavior. Conversely, Conscientiousness and Agreeableness gave a negative impression, indicating that discipline and empathy can prevent aggressive behavior in driving. These results emphasize the importance of a personality-based approach to driving safety interventions, particularly emotion management training for drivers with high levels of neuroticism.</em></p> <p><strong><em>Keywords: </em></strong><em>Big Five personality traits, aggressive driving behavior, driving safety, Gorontalo, transportation psychology</em></p>2025-10-18T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Mohammad Rizki B Dunggio, Fadhilah Ahmad Qaniah, Zhankih Al Ayubi, Ersya Febryani Van Gobel, Khofifah Reihana Arbiehttps://ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/pedagogika/article/view/4498Analisis Kepuasan Siswa Terhadap Kualitas Pembelajaran Dan Fasilitas Sekolah2025-12-06T04:24:09+00:00Rifda Mardian Arifrifdaa.23@gmail.comRifda Nur Hikmahwati ArifRifdanha@unm.ac.idSiti ManiaRifdanha@unm.ac.idNurrahmah SudirmanRifdanha@unm.ac.idSalma SamputriRifdanha@unm.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan tingkat kepuasan siswa terhadap pembelajaran dan fasilitas di SDN 30 Manggalung; 2) mengukur kepuasan pada lima Aspek, yaitu pembelajaran, penilaian, lingkungan kelas, fasilitas, dan karakter; 3) mengidentifikasi aspek yang menjadi kekuatan; 4) mengidentifikasi aspek yang memerlukan perbaikan; dan 5) membandingkan kepuasan antara kelas rendah dan kelas tinggi. Metode yang digunakan adalah survei dengan pendekatan kuantitatif deskriptif, melibatkan 65 siswa kelas 1–6 sebagai responden. Instrumen berupa kuesioner skala Likert 4 poin yang mencakup lima Aspek: pembelajaran, penilaian, lingkungan kelas, fasilitas, dan karakter. Hasil penelitian menunjukkan: 1) kepuasan siswa berada pada kategori tinggi dengan rata-rata skor 3,68; 2) Aspek lingkungan kelas 3,8, karakter 3,79, dan pembelajaran 3,78 memperoleh skor tertinggi, sedangkan fasilitas memperoleh skor terendah 3,23; 3) kekuatan sekolah terletak pada lingkungan kelas, karakter guru, dan kualitas pembelajaran; 4) area yang perlu mendapat perhatian adalah alat peraga IPA 2,53 dan fasilitas air bersih 2,69; dan 5) terdapat penurunan kepuasan dari kelas rendah 3,93 ke kelas tinggi 3,53, terutama terkait fasilitas.</p>2025-10-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Rifda Mardian Arif, Rifda Nur Hikmahwati Arif, Siti Mania, Nurrahmah Sudirman, Salma Samputrihttps://ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/pedagogika/article/view/4466Implementasi Program Keagamaan di SMA Negeri 1 Rambutan Kabupaten Banyuasin2025-12-04T11:01:09+00:00Juanda Firzaljuandafirzal77@gmail.comAsri Karolinaasrikarolina_uin@radenfatah.ac.idAfriantoni Afriantoniafriantoni_uib@radenfatah.ac.idYuniar Yuniaryuniar_uin@radennfatah.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan gejala dan fenomena terkait implementasi program keagamaan di SMA Negeri 1 Rambutan. Penelitian ini merupakan field research dengan pendekatan kualitatif fenomenologis, melibatkan ketua program keagamaan, wakil kepala sekolah, dan kepala sekolah sebagai informan kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program keagamaan mencakup kegiatan harian, mingguan, bulanan, hingga kegiatan insidental, seperti doa bersama, sholat berjamaah, tilawah, kajian Jumat, dan peringatan hari besar Islam. Seluruh kegiatan tersebut diarahkan untuk membangun pembiasaan nilai religius, akhlak mulia, toleransi, dan kepedulian sosial. Para informan memandang program ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi strategi pembinaan yang efektif dalam membentuk pribadi peserta didik yang religius dan berkarakter kuat. Controlling program dilaksanakan secara sistematis melalui enam pilar: perencanaan terintegrasi, koordinasi rutin, monitoring lapangan, evaluasi berkala, pelibatan stakeholder, dan keteladanan. Program keagamaan terbukti menjadi pilar penting pembentukan karakter religius dan integritas peserta didik, sekaligus mendukung visi pendidikan yang menekankan keseimbangan antara kompetensi akademik, kedewasaan spiritual, dan kontribusi positif bagi masyarakat.</p>2025-10-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Juanda Firzal, Asri Karolina, Afriantoni Afriantoni, Yuniar Yuniarhttps://ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/pedagogika/article/view/4499Literasi SDG 4 Terkait Pendidikan Berkualitas: Analisis Pengetahuan, Sikap, dan Tindakan2025-12-04T11:18:07+00:00Salma SamputriRifdanha@unm.ac.idRifda Nur Hikmahwati ArifRifdanha@unm.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan rata-rata skor literasi SDG 4 tentang pendidikan berkualitas pada mahasiswa yang menempuh mata kuliah Pengantar Pendidikan, (2) menganalisis skor literasi SDG 4 pada setiap dimensi (pengetahuan, sikap, dan tindakan) mahasiswa yang menempuh mata kuliah Pengantar Pendidikan, dan (3) menganalisis korelasi antara dimensi pengetahuan, sikap, dan tindakan dalam literasi SDG 4 pada mahasiswa yang menempuh mata kuliah Pengantar Pendidikan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif-korelasional. Populasi penelitian adalah mahasiswa program kependidikan yang mengikuti mata kuliah Pengantar Pendidikan pada tiga kelas (A, B, dan ICP). Teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh sehingga seluruh populasi yang berjumlah 96 mahasiswa dijadikan sampel. Instrumen yang digunakan berupa tes literasi SDG 4 berbentuk uraian yang dikembangkan berdasarkan tiga indikator, yaitu pengetahuan, sikap, dan keterampilan tindakan, kemudian diberi skor menggunakan rubrik dan dikonversi ke skala 0–100. Teknik analisis data meliputi statistik deskriptif (rata-rata, kategori) dan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) literasi SDG 4 mahasiswa yang menempuh mata kuliah Pengantar Pendidikan secara keseluruhan berada pada kategori Baik dengan skor rata-rata 73,16; (2) skor rata-rata literasi SDG 4 pada dimensi pengetahuan sebesar 73,59, dimensi sikap sebesar 71,98, dan dimensi tindakan sebesar 73,91, yang ketiganya berada dalam kategori Baik; dan (3) terdapat hubungan positif yang kuat dan signifikan antara ketiga dimensi literasi SDG 4, dengan koefisien korelasi Spearman sebesar ρ = 0,777 untuk pengetahuan–sikap, ρ = 0,730 untuk pengetahuan–tindakan, dan ρ = 0,776 untuk sikap–tindakan (p < 0,001).Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan literasi SDG 4 pada mata kuliah Pengantar Pendidikan perlu diarahkan pada penguatan terpadu aspek pengetahuan, sikap, dan tindakan mahasiswa terkait pendidikan berkualitas.</p>2025-10-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Salma Samputri, Rifda Nur Hikmahwati Arifhttps://ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/pedagogika/article/view/4530Peran Kepemimpinan Inklusif dalam Mendorong Diversity, Equity, and Inclusion (DEI) di Lembaga Pendidikan Abad 212025-12-13T08:25:58+00:00Sri Meliawatisrimeliawati10@guru.smp.belajar.idNila Kumala Sarinirmala@gmail.comNurhizrah Gistituatinurhizra@gmail.comRusdinal RusdinalRusdinal@gmail.comNellitawati NellitawatiNellitawati@gmail.com<p>Kepemimpinan inklusif semakin dipandang sebagai pendekatan strategis dalam memperkuat penerapan Diversity, Equity, and Inclusion (DEI) di lembaga pendidikan, terutama di tengah meningkatnya kompleksitas tantangan pendidikan abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mensintesis temuan empiris terkait peran kepemimpinan inklusif dalam mendorong DEI melalui metode Systematic Literature Review (SLR). Proses telaah literatur mengikuti pedoman PRISMA, meliputi tahap identifikasi, skrining, penilaian kelayakan, dan inklusi. Pencarian data dilakukan pada dua basis data bereputasi, yaitu Scopus dan Web of Science, menggunakan kombinasi kata kunci spesifik yang relevan. Dari proses seleksi, sejumlah artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis dan disintesis secara tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan inklusif berperan pada dua ranah utama: pertama, membangun budaya organisasi yang suportif melalui perilaku pemimpin yang menampilkan kerendahan hati, keterbukaan, dan kemampuan mendengarkan secara aktif; kedua, mendorong ekuitas melalui kebijakan institusional yang terstruktur dan berorientasi pada keadilan. Temuan ini mengonfirmasi bahwa keberhasilan DEI tidak hanya bergantung pada perubahan budaya, tetapi juga pada intervensi kebijakan yang konsisten dan komitmen manajemen puncak. Kajian ini menegaskan bahwa integrasi aspek interpersonal dan struktural dalam kepemimpinan inklusif merupakan fondasi penting bagi terciptanya lembaga pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan</p>2025-10-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Sri Meliawati, Nila Kumala Sari, Nurhizrah Gistituati, Rusdinal Rusdinal, Nellitawati Nellitawatihttps://ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/pedagogika/article/view/4531Strategi Kolaboratif Kepala Sekolah dalam Pengambilan Keputusan Berbasis Model EDS di Era Society 2025-12-13T08:29:06+00:00Dinda Syahfitridindasyahfitri760@gmail.comAini Septia Rahmalitaaini@gmail.comIrsyad IrsyadIrsyad@gmail.comSufyarma MarsidinMarsidin@gmail.com<p><em>Era Society 5.0 membawa tantangan baru bagi sekolah dalam mengelola data, berkolaborasi, dan mengambil keputusan berbasis bukti. Evaluasi Diri Sekolah (EDS) merupakan instrumen penting untuk membaca kondisi aktual sekolah, namun dalam praktiknya sering kali tidak dimanfaatkan secara optimal sebagai dasar kebijakan. Penelitian ini bertujuan mengkaji strategi kolaboratif kepala sekolah dalam pengambilan keputusan berbasis Model EDS pada konteks Society 5.0. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka dengan pendekatan analisis deskriptif, mengacu pada literatur terakreditasi, penelitian empiris terkini, dan dokumen kebijakan terkait penjaminan mutu pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi kolaboratif berperan sebagai penghubung antara data EDS dan kebijakan operasional sekolah. Terdapat empat temuan utama: (1) pergeseran paradigma kepemimpinan menuju model partisipatif dan adaptif, (2) optimalisasi EDS sebagai dasar objektif untuk perencanaan sekolah, (3) penguatan mekanisme kolaborasi melalui forum formal dan platform digital, serta (4) pemanfaatan teknologi Society 5.0 untuk memperluas partisipasi pemangku kepentingan. Pembahasan menunjukkan bahwa kolaborasi yang terstruktur mampu menerjemahkan data EDS menjadi aksi kolektif yang memiliki legitimasi kuat, meningkatkan akuntabilitas, dan mendorong inovasi sekolah. Kajian ini menegaskan bahwa kepemimpinan kolaboratif menjadi kebutuhan strategis bagi kepala sekolah dalam menciptakan pengambilan keputusan yang inklusif, adaptif, dan berbasis bukti</em></p>2025-10-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Dinda Syahfitri, Aini Septia Rahmalita, Irsyad Irsyad, Sufyarma Marsidin