Pengembangan Video From FoMO to JoMO Berbasis Konseling Realitas bagi Mahasiswa
Abstract
Abstrak
Penelitian ini bertujuan mengembangkan video “From FOMO to JOMO” berbasis konseling realitas sebagai media edukasi bagi mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Penelitian menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D) dengan mengadaptasi lima tahap model Borg dan Gall, yaitu pengumpulan informasi, perencanaan, pengembangan produk awal, validasi ahli, dan revisi produk. Informasi awal dihimpun melalui observasi dan wawancara dengan beberapa mahasiswa. Produk ditelaah oleh ahli bimbingan dan konseling, ahli bahasa Indonesia, dan ahli teknologi pembelajaran. Data penilaian, komentar, dan saran dianalisis secara deskriptif kualitatif. Revisi mencakup penambahan adegan konseling sebaya, identitas pembuat pada pembuka, ucapan terima kasih pada penutup, teks untuk menonjolkan poin penting, serta peningkatan kontras tulisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk telah ditelaah dari aspek materi, bahasa, dan teknologi pembelajaran. Efektivitas video dalam menurunkan FoMO belum diuji melalui uji coba lapangan operasional.
Abstract
This study aimed to develop the “From FOMO to JOMO” video, grounded in reality counseling, as an educational medium for Guidance and Counseling students. The study used a research and development (R&D) approach adapted from five stages of the Borg and Gall model: information gathering, planning, initial product development, expert validation, and product revision. Preliminary information was collected through observations and interviews with several students. The video was reviewed by experts in guidance and counseling, Indonesian language, and educational technology. Expert comments and suggestions were analyzed descriptively and qualitatively. Revisions included adding a peer-counseling scene, identifying the video creator in the opening, adding a thank-you message at the end, presenting key points as on-screen text, and improving text contrast. The findings describe the initial review and revision of the product. The video’s effectiveness in reducing FoMO has not yet been tested in an operational field trial.
References
Adriansyah, M. A., Munawarah, R., Aini, N., Purwati, P., & Muhliansyah, M. (2017). Pendekatan transpersonal sebagai tindakan preventif “domino effect” dari gejala FoMO (fear of missing out) pada remaja milenial. Psikostudia: Jurnal Psikologi, 6(1), 33–40. https://doi.org/10.30872/psikostudia.v6i1.2361
Adriansyah, M. A., Saputri, A., Lawolo, A. N., & Arsha, J. S. (2018). Vipassana sebagai upaya preventif bagi penderita fear of missing out (FoMO). Psikostudia: Jurnal Psikologi, 7(1), 50–59. https://doi.org/10.30872/psikostudia.v7i1.2393
Akbar, R. S., Aulya, A., Apsari, A., & Sofia, L. (2018). Ketakutan akan kehilangan momen (FoMO) pada remaja Kota Samarinda. Psikostudia: Jurnal Psikologi, 7(2), 38–47. https://doi.org/10.30872/psikostudia.v7i2.2404
Barry, C. T., Smith, E. E., Murphy, M. B., Halter, B. M., & Briggs, J. (2023). JOMO: Joy of missing out and its association with social media use, self-perception, and mental health. Telematics and Informatics Reports, 10, Article 100054. https://doi.org/10.1016/j.teler.2023.100054
Dewi, N. K., Hambali, I., & Wahyuni, F. (2022). Analisis intensitas penggunaan media sosial dan social environment terhadap perilaku fear of missing out (FoMO). Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa, 5(1), 11–20. https://journal.ppnijateng.org/index.php/jikj/article/view/1352
Halimbash, N., Rifayanti, R., & Putri, E. T. (2021). Kebahagiaan dan komunikasi interpersonal terhadap kecenderungan ketakutan akan kehilangan momen. Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 9(2), 381–390. https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v9i2.5979
Isnaini, L. A., & Triyono. (2021). Hubungan antara kebutuhan afiliasi dengan fear of missing out (FoMO) pada mahasiswa pengguna media sosial Instagram. Anfusina: Journal of Psychology, 4(1), 43–58. https://doi.org/10.24042/ajp.v4i1.13210
Jannah, S. N. F., & Rosyiidiani, T. S. (2022). Gejala fear of missing out dan adiksi media sosial remaja putri di era pandemi COVID-19. Jurnal Paradigma: Jurnal Multidisipliner Mahasiswa Pascasarjana Indonesia, 3(1), 1–14. https://doi.org/10.22146/jpmmpi.v3i1.73583
Khoirunnissa, K., Yusuf, S., & Saripah, I. (2023). Peran konselor menghadapi fenomena fear of missing out (FOMO) pada konseli di era Society 5.0. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 7(3), 358–364. https://doi.org/10.31316/gcouns.v7i03.4456
Kiding, S., & Matulessy, A. (2019). Dari FoMO ke JoMO: Mengatasi rasa takut akan kehilangan (FoMO) dan menumbuhkan resiliensi terhadap ketergantungan dari dunia digital. Psisula: Prosiding Berkala Psikologi, 1, 173–182. https://doi.org/10.30659/psisula.v1i0.7702
Mumpuni, S. D., Astika, H. K., & Nugroho, R. A. (2023). Konseling kelompok untuk mengurangi fenomena fear of missing out (FoMO) remaja Kota Tegal. Advice: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 4(2), 46–53. https://doi.org/10.32585/advice.v4i2.2740
Nadzirah, S., Fitriani, W., & Yeni, P. (2022). Dampak sindrom FoMO terhadap interaksi sosial pada remaja. Intelegensia: Jurnal Pendidikan Islam, 10(1), 54–69. https://doi.org/10.34001/intelegensia.v10i1.3350
Narti, S., & Yanto. (2022). Kajian dampak perilaku FoMO (fear of missing out) bagi masyarakat di masa pandemi COVID-19. Jurnal Sosial dan Sains, 2(1), 126–134. https://doi.org/10.59188/jurnalsosains.v2i1.318
Nurhasanah, N. (2024). Perilaku komunikasi interpersonal mahasiswa Pekanbaru penganut gaya hidup JOMO (Joy of Missing Out) [Skripsi sarjana, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau]. Repository UIN Sultan Syarif Kasim Riau. http://repository.uin-suska.ac.id/80405/
Taswiyah, T. (2022). Mengantisipasi gejala fear of missing out (FoMO) terhadap dampak sosial global 4.0 dan 5.0 melalui subjective well-being dan joy of missing out (JoMO). Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel), 8(1), 103–119. https://jurnal.untirta.ac.id/index.php/JAWARA/article/view/15434
