Kepemimpinan Demokratis dan Supervisi Akademik dalam Implementasi Kurikulum Merdeka: Studi Kasus pada Guru Pendidikan Pancasila di Sekolah Terpencil
Abstract
Kepemimpinan kepala sekolah dan supervisi akademik merupakan faktor penting dalam implementasi Kurikulum Merdeka, terutama pada sekolah terpencil yang menghadapi keterbatasan infrastruktur, buku ajar, dan guru bidang studi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi gaya kepemimpinan kepala sekolah, menganalisis mekanisme supervisi akademik, dan mendeskripsikan kontribusi keduanya terhadap kinerja guru Pendidikan Pancasila di SMPN SATAP Tatarandang, Kabupaten Banggai Kepulauan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi nonpartisipan, dan studi dokumen, kemudian dianalisis menggunakan model spiral Creswell dan Poth. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, member checking, dan refleksivitas peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menerapkan kepemimpinan demokratis melalui pelibatan guru dalam pengambilan keputusan dan pembinaan yang suportif. Supervisi akademik dijalankan sebagai pendampingan, meskipun terhambat keterbatasan jaringan internet dan sumber belajar. Temuan kritis menunjukkan bahwa musyawarah yang terlalu dominan berpotensi melemahkan ketegasan kepala sekolah. Dengan demikian, efektivitas kepemimpinan demokratis di sekolah terpencil memerlukan keseimbangan antara partisipasi, dukungan profesional, dan ketegasan kepemimpinan.


