Penerapan Project Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa melalui penerapan model Project Based Learning pada pembelajaran Pendidikan Pancasila di kelas IV SDN 17 Limboto. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian berjumlah 22 siswa, terdiri atas 9 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas guru, observasi aktivitas siswa, tes kemampuan berpikir kritis, wawancara, dan dokumentasi. Indikator kemampuan berpikir kritis meliputi kemampuan menganalisis, mengenal dan memecahkan masalah, menyimpulkan, serta mengevaluasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa dari 27% pada observasi awal menjadi 68% pada akhir siklus I dan meningkat menjadi 91% pada akhir siklus II. Aktivitas guru dan siswa juga meningkat hingga mencapai kategori baik dan sangat baik pada siklus II. Temuan ini menunjukkan bahwa Project Based Learning mampu mendorong siswa untuk mengidentifikasi masalah, berdiskusi, menyusun solusi, membuat produk, mempresentasikan hasil proyek, dan melakukan refleksi. Dengan demikian, Project Based Learning efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar pada pembelajaran Pendidikan Pancasila.


