Studi Kesiapan Menikah Pada Perempuan Dewasa Awal Ditinjau Dari Latar Belakang Keutuhan Keluarga

  • Maharani Putri Pongoliu Universitas Negeri Gorontalo
  • Maryam Rahim Universitas Negeri Gorontalo
  • Salim Korompot Universitas Negeri Gorontalo
Keywords: Dewasa Awal, Keutuhan Keluarga, Kesiapan Menikah

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kesiapan menikah pada perempuan dewasa awal serta membandingkan tingkat kesiapan menikah antara perempuan dari keluarga utuh dan tidak utuh. Metode yang digunakan adalah deskriptif komparatif dengan teknik purposive sampling. Sampel terdiri dari 30 mahasiswi Bimbingan dan Konseling angkatan 2021, masing-masing 15 dari keluarga utuh dan 15 dari keluarga tidak utuh. Teknik analisis data menggunakan uji independent sample t-test. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam kesiapan menikah, dengan skor rata-rata mahasiswi dari keluarga utuh sebesar 135,53, sedangkan dari keluarga tidak utuh sebesar 123,20. Nilai signifikansi uji T sebesar 0,029 (<0,05), sehingga hipotesis diterima. Artinya, latar belakang keutuhan keluarga berpengaruh terhadap kesiapan menikah individu. Penelitian ini menekankan pentingnya layanan Bimbingan dan Konseling pranikah, khususnya bagi individu dari keluarga tidak utuh.

References

Abdurrahman, F., Mudjiran, M., & Ardi, Z. (2020). Hubungan Persepsi Mahasiswa Tentang Keluarga Harmonis Dengan Kesiapan Menikah. Jurnal Neo Konseling, 2(4), 1–7. https://doi.org/10.24036/00321kons2020.

Andriyani, F., & Novianti, L. E. (2022). Marital Horizon: Studi Komparatif pada Dewasa Awal dengan Orang Tua Bercerai dan Utuh. Psympathic :Jurnal Ilmiah Psikologi, 8(2), 247–260. https://doi.org/10.15575/psy.v8i2.5819.

Aprilya, N., Muhammad, R., & Setiawan, H. (2024). KESIAPAN MENIKAH PADA MAHASISWI INSTITUT AGAMA ISLAM SULTAN MUHAMMAD SYAFIUDDIN SAMBAS. Jurnal Ilmiah Al-Muttaqin, 10(1), 31-47.

Aulia, M. R. (2021). Persepsi Pernikahan Menurut Wanita Dewasa Awal yang Orang Tuanya Bercerai. Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 9(2), 286. https://doi.org/10.30872/psikoborneo.v9i2.5970.

Databoks. (2022, 28 Februari). Kasus Perceraian Meningkat 53%, Mayoritas karena Pertengkaran. Diakses pada 20 Juni 2024, dari https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2022/02/28/kasus-perceraian- meningkat-53-mayoritas-karena-pertengkaran.

Dennison, R. P., Koerner, S. S., & Segrin, C. (2014). A dyadic examination of family-of-origin influence on newlyweds’ marital satisfaction. Journal of Family Psychology, 28(3), 429–435. https://doi.org/10.1037/a0036807.

Gladding, S. T. (2014). Family therapy: History, theory, and practice (7th ed.). Pearson.

Junaidin, J., Mustafa, K., Hartono, R., & Khoirunnisa, S. (2023). Kecemasan terhadap Pernikahan pada Perempuan Dewasa Awal yang Mengalami Fatherless. Journal on Education, 5(4), 16649–16658. https://doi.org/10.31004/joe.v5i4.2839.

Lakadjo, M. A. (2023). Profil Kesiapan Membangun Kehidupan Berkeluarga Mahasiswa. AL-IRSYAD: JURNAL PENDIDIKAN DAN KONSELING, 13(1), 1-10.

Olson, D. H., DeFrain, J., & Skogrand, L. (2018). Marriages and families: Intimacy, diversity, and strengths (9th ed.). McGraw-Hill Education.

Pasongli, I. (2017). Triangulasi Cinta, Keharmonisan Keluarga dan Kesiapan Menikah pada Dewasa Muda yang Berpacaran. Biopsikososial : Jurnal Ilmiah Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Mercubuana Jakarta, Vol 1, No 2 (2017): Biopsikososial, 55–64.

http://publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/biopsikososial/article/view/21 30

Putri, A. F. (2018). Pentingnya Orang Dewasa Awal Menyelesaikan Tugas Perkembangannya. SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling, 3(2), 35. https://doi.org/10.23916/08430011

Rahim, M., Hulukati, W., & Lakadjo, M. A. (2025). Memberdayakan Remaja Melalui Bimbingan Pranikah Untuk Mencegah Pernikahan Dini Di Desa Piloliyanga. ABDI SABHA (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat), 6(1), 18-32.

Rahim, M., Kau, M., Usman, I., & Puluhulawa, M. (2016). Perkembangan Peserta Didik Usia PAUD-SD-SMP-SMA-PT. Gorontalo: Ideals Publishing.

Sari, T. R., Ibrahim, S. I., Thalib, C. N., Dunggio, M. M., Usman, I., & Lakadjo, M. A. (2023). Intervensi konseling pranikah untuk meningkatkan kesiapan menikah pada pemuda di Desa Botuboluo Kecamatan Biluhu Kabupaten Gorontalo. As-Syar’i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga, 5(1), 169-177.

Schwartz, M. A., & Scott, B. M. (2018). Marriages and families: Diversity and change (8th ed.). Pearson.

Willoughby, B. J., Hall, S. S., & Goff, S. (2015). Marriage matters but how much? Marital centrality among young adults. Journal of Psychology: Interdisciplinary and Applied, 149(8), 796–817. https://doi.org/10.1080/00223980.2014.979128

Published
2025-05-25
How to Cite
Pongoliu, M. P., Rahim, M., & Korompot, S. (2025). Studi Kesiapan Menikah Pada Perempuan Dewasa Awal Ditinjau Dari Latar Belakang Keutuhan Keluarga. JAMBURA Guidance and Counseling Journal, 6(1), 71-79. https://doi.org/10.37411/jgcj.v6i1.3998