Penggunaan Self Expression Card Melalui Layanan Bimbingan Klasikal Untuk Meminimalisir Perilaku Bullying Verbal

  • Metri Yulita Universitas Negeri Gorontalo
  • Maryam Rahim Universitas Negeri Gorontalo
  • Meiske Puluhulawa Universitas Negeri Gorontalo
Keywords: Bullying Verbal, Self Expression Card, Bimbingan Klasikal

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan self expression card melalui layanan bimbingan klasikal dalam upaya meningkatkan pemahaman siswa tentang bullying verbal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif metode pra-eksperimen dengan one-group pre-test dan post test design. Subjek penelitian berjumlah 20 siswa yang dipilih dengan teknik total sampling. Instrument yang digunakan adalah skala bullying verbal yang berjumlah 43 item yang sudah valid dan reliabel. Analisis data menggunakan teknik paired sampel t-test dengan bantuan aplikasi SPSS 20. Adapun  Tema yang digunakan  dalam layanan bimbingan klasikal teknik self expression card dirancang berdasarkan tema analisis kebutuhan, yaitu: name calling, taunting dan belittling, cruel criticsm dan personal defamation, racist slurs dan sexually suggestive. Hasil dari gambaran sebelum diberikan teknik self expression card bahwa hasil rata-rata skor pre-test sebesar 121.35 dan hasil dari sesudah diberikan teknik self expression card rata-rata skor post-test sebesar 96.75 yang mengambarkan penurunan skor rata-rata perilaku bullying verbal. Hasil analisis paired sampel t-test nilai Asymp.sig (2 tailed)/ signifikan adalah 0.003 ataupun probabilitas dibawah 0.05, besaran t sebesar 3.138. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa teknik self expression card melalui layanan bimbingan klasikal ini efektif untuk mengurangi perilaku bullying verbal siswa. Hal ini menunjukkan bahwa teknik self expression card dapat digunakan oleh guru bimbingan dan konseling untuk mengurangi bullying verbal pada siswa dari negative menjadi positif

References

Andryawan, A., Laurencia, C., & Putri, M. P. T. (2023). Peran Guru Dalam Mencegah Dan Mengatasi Terjadinya Perundungan (Bullying) Di Lingkungan Sekolah. Innovative: Journal Of Social Science Research, 3(6), 2837-2850.
Areski, W. P., Muhammadun, M., & Selle, A. (2019). Using Exprssion Card Media To Improve The Students’speaking Skill At The Second Great Of Sma Negeri 1 Parepare. Inspiring: English Education Journal, 2(1), 47-59.
Bu’ulolo, S., Zagoto, S. F. L., & Laia, B. (2022). Peran guru bimbingan dan konseling dalam mencegah bullying di SMA Negeri 1 Amandraya tahun pelajaran 2020/2021. Counseling For All: Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 2(1), 53-62.
Coloroso. B. (2007). Stop Bullying (Memutus Rantai Kekerasan Anak dari Prasekolah Hingga SMU). Edisi 1. Alih Bahasa: Santi Indra Astuti. Jakarta: Ikrar Mandiri Abadi.
Dinas Pendidikan Provinsi Gorontalo. (2020). Survei Permasalahan Bullying di Sekolah Menengah di Gorontalo.
Hasanah, N., et al. (2018). Efektivitas Program Bimbingan dan Konseling dalam Mencegah Bullying di Sekolah. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling, 2(1), 45-58.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2019). Laporan Penelitian: Kekerasan dalam Bentuk Bullying dan Kekerasan Lainnya di Sekolah Menengah.
Najah, N., Sumarwiyah, S., & Kuryanto, M. S. (2022). Verbal Bullying Siswa Sekolah Dasar dan pengaruhnya terhadap hasil belajar. Jurnal Educatio FKIP UNMA, 8(3), 1184–1191. https://doi.org/10.31949/educatio.v8i3.3060.
Nirwana, S. (2024). Pengaruh Bullying terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya, 3(2), 130-142.
Nurhidayati, E. (2017). Pedagogi konstruktivisme dalam praksis pendidikan Indonesia. Indonesian Journal of Educational Counseling, 1(1), 1-14.
Muslich. (2010). Teori Konstruktivisme dan Pembelajaran. Jurnal Pendidikan, 25(3), 45-60.
Putra, R. N., Khair, U., & Hartati, M. (2023). Studi Kasus Bullying Verbal terhadap Kepercayaan Diri Siswa Kelas V di SDN 11 Rejang Lebong (Doctoral dissertation, Institut Agama Islam Negeri Curup).
Putri, A., et al. (2018). Efektivitas Layanan Bimbingan Klasikal dalam Mencegah Bullying di Sekolah Menengah. Jurnal Bimbingan dan Konseling, 10(2), 40-57.
Rahmat, F. (2023). Efektivitas Konseling Kelompok Pendekatan Realitas Untuk Mereduksi Perilaku Bullying Verbal. CONS-IEDU, 3(2), 25-41.
Rahmat, N. isnaeni, Hastuti, I. D., & Nizaar, M. (2023). Analisis Faktor-Faktor yang Menyebabkan Bullying di Madrasah Ibtidaiyah. Jurnal Basicedu, 7(6), 3804–3815. https://doi.org/10.31004/basicedu.v7i6.6432.
Selian, S. N., & Restya, W. P. D. (2024). Peran Kepala Sekolah dalam Mengatasi Bullying di Sekolah. Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru, 9(2), 531-539.
Setiani, A.P & Hidayah, L.N. (2024). Dampak Bullying Terhadap Kesehatan Psikologis Siswa. Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling, 2(1), 41–50. https://doi.org/10.3287/liberosis.v2i1.2051.
Setiyanawati, T. (2023). Perilaku Bullying Siswa Sekolah Menengah Atas di Lingkungan Sekolah. Journal of Innovation Research and Knowledge, 3(5), 1135-1148.
Surya, M. (2003). Psikologi Konseling. Bandung: Pustaka Bani Quraisy.
Yolan, S. (2012). Negara – Negara dengan Kasus Bullying Tertinggi, Indonesia di Urutan Ke 2. Diakses dari http://uniqpost.com/50241/negara-negara-dengankasus-bullying-tertinggi-indonesia-di-urutan-ke-2.
Published
2024-05-31
How to Cite
Yulita, M., Rahim, M., & Puluhulawa, M. (2024). Penggunaan Self Expression Card Melalui Layanan Bimbingan Klasikal Untuk Meminimalisir Perilaku Bullying Verbal. JAMBURA Guidance and Counseling Journal, 5(1), 21-29. https://doi.org/10.37411/jgcj.v5i1.3074