HUBUNGAN METODE BERCAKAP-CAKAP DAN METODE BERCERITA DENGAN KEMAMPUAN BERBICARA PADA ANAK DI TAMAN KANAK-KANAK TERATAI KOTA MAKASSAR TAHUN 2016
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan metode bercakap-cakap dan metode bercerita dengan kemampuan berbicara anak taman kanak-kanak. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Variabel dalam penelitian ini yaitu metode bercakap-cakap dan metode berbicara sebagai variabel bebas dan kemampuan berbicara sebagai variabel terikat. Populasi dan sampel yang digunakan sebanyak 40 orang dalam kelas yang berbeda.Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu teknik observasi dan teknik dokumentasi. Data diperoleh melalui instrument observasi dengan alat check list dan dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik nonparametrik. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa metode bercakap dan metode bercerita mempunyai hubungan positif yang signifikan dengan kemampuan berbicara anak taman kanak-kanak. Berdasarkan hasil penelitian ini maka disarankan kepada semua Taman Kanak-kanak untukmenggunakan metode bercakap-cakap dan metode bercerita untuk mengembangkan kemampuan berbicara anak.
References
Arsjad. Maidar G. & Mukti, U.S, . 1998. Pembinaan Kemampuan Berbicara Bahasa Indonesia. Jakarta. Erlangga
Beaty. J. Janice. 1994. Observing Development of The Young Child. New York: MacMillan.
Brewer, Jo. An. 2007. Intoduction To Early Childhood Education Preschool Through Primary Grades. United States Of America: Pearson
Departemen Pendidikan Nasional. 2009. Peraturan Pemerintah Nomor 58. Tentang Standar Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: Depdiknas.
Dhieni, Nurbiana. 2008. Materi Pokok Materi Pengembangan Bahasa. Jakarta: Universitas Terbuka.
, dkk. 2008. Metode Pengembangan Bahasa. Jakarta: Universitas Terbuka.
Djarwanto. 1999. Statistik Non Parametrik. Yogyakarta: BPFE.
Hidayani, Rini. 2008. Psikologi Perkembangan Anak. Jakarta: Universitas Terbuka.
Hurlock, Elizabeth, B. 1978. Perkembangan Anak. Jilid 1.Terjemahan oleh Meitasari Tjandrasa dan Muhlichah Zarkasih. Jakarta: Erlangga.
Indriyani, N. Widian. 2008. Panduan Praktis Mendidikan Anak Cerdas Intelektual dan Emosional. Yogyakarta: Logung Pustaka.
Masitoh. 2002. Model Pembelajaran Bahasa Berdasarkan Pendekatan Bahasa Menyeluruh (whole Language Approach). UPI .Tidak Diterbitkan
Masri Singarinibun dan Sofia Effentli, 1989 Metode Penelitian Survei Jakaita: LP3ES.
Moeslihatoen. 2004. Metode Pengajaran di Taman Kanak-kanak. Rineka Cipta
. 1999. Metode Pengajaran di Taman Kanak-kanak. Rineka Cipta
Nugraha, Ali. 2010. Kurikulum dan Bahan Belajar Taman Kanak-kanak. Jakarta: Universitas Terbuka.
Olivia, Semi dan Ariani, Lita. 2009. Belajar Membaca yang Menyenangkan untuk Anak Usia Dini. Jakarta: Gramedia.
PGTK Darunnajah. 2010. Metode Bercakap-cakap. Online: http://pgtk--darunnajah.blogspot.com/2011/03/metode-bercakap-cakap.html. Diakses: 26 Januari 2012.
Pucket, Margaret, B. & Black, Jenet. K. 2001. The Young Children Develepment From Prebirth Through Age Eight. Amerika: Merrill Prentice Hall.
Sudjana, Metoaa Statistika. 1996Edisi ke-6 Bandung: Tarsito,
Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Pendidikan(Pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif dan R dan D. Bandung: Alfabeta.
Suhartono. 2005. Pengembangan Keterampilan Bicara Anak Usia Dini. Jakarta: Depdiknas.
Sumantri, Mulyani. & Syaodih, Nana. 2007. Perkembangan Peserta Didik. Jakarta. Universitas Terbuka.
Suryani, Irma, A. 2010. Perkembangan Bahasa Berbicara pada Anak Usia Dini. Online: (http://adeirmasuryani.wordpress.com/2010/11/29/makalah-perkembangan-bahasa-berbicara-pada-anak-usia-dini). Diakses: 29 Juli 2011.
Tarigan, Hendri, Guntur. 1981. Berbicara sebagai Suatu Keterampilan Bahasa. Bandung: Angkasa
Thoifuri. 2008. Menjadi Guru Inisiator. Semarang: RaSAIL Media Group.
Tim Reality. 2008. Kamus Terbaru Bahasa Indonesia, Dilengkapi dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Surabaya: Rality Publisher.
Sudjana,1992. Teknik Analisis Regresi dan Korelasi bagi Para Peneliti Bandung: Tarsito,




