Konseling Kognitif Perilaku Untuk Menurunkan Perilaku Self Injury Pada Remaja

  • Livia Shintiarani Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
  • Cucu Arumsari Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
  • Aam Imaddudin Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
Keywords: Self Injury, Konseling Kognitif Perilaku, Single Subject Research

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas teori konseling kognitif perilaku untuk menurunkan perilaku melukai diri (self injury) pada remaja. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen. Metode yang digunakan bentuk Single Subject Research (SSR) dengan pola A-B-A. Populasi pada penelitian ini siswa SMA Al Muttaqin Kota Tasikmalaya berjumlah 334 siswa. Sampel pada penelitian ini 2 siswa laki-laki yang terindikasi sebagai pelaku self injury dan termasuk pada kategori cukup tinggi (streotip) dengan perilaku membenturkan kepala, memukul diri sendiri, menyayat kulit dan menjambak rambut. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis visual dengan mengamati langsung garis trend pada grafik dan analisis statistik dengan menggunakan perhitungan Percentage Non-Overlapping (PND). Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan skor pada konseli yang dilihat dari garis trend pada grafik baseline (A1), intervensi (B) dan baseline (A2). Selain itu, ada penurunan perilaku konseli yang sebelumnya masuk kriteria streotip dengan intensitas melakukan self injury sangat rutin menjadi kriteria impulsif dengan intensitas tidak berulang, dalam arti ketika muncul dorongan untuk melakukan self injury konseli mampu mengendalikan dirinya. Berdasarkan hasil penelitian tersebut menunjukkan konseling kognitif perilaku efektif untuk menurunkan kecenderungan perilaku melukai diri (self injury) pada remaja. Keterbatasan penelitian ini tidak ada kelompok kontrol atau kelompok pembanding dan tidak ada perbedaan gender pada subjek penelitian yang diberi treatment.

References

Arinda & Mansoer. (2021). NSSI (Nonsuicidal Self-Injury) pada Dewasa Muda di
Jakarta: Studi Fenomenologi Interpretatif. Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology, 8(1), 123-147.
Azwar, S. (2011). Penyusunan Skala Psikologi Edisi-2. Yogyakarta: Pustaka Belajar.
Beck J. S. (2011). Cognitive Behavior Therapy: Basics and Beyond. Guilford press.
Brown C. Rebecca & Plener L. Paul. (2017). Non-Suicidal Self-Injury in Adolescence. Curr
Psychiatri Rep, 19:20.
Cha & Nock. (2011). Nonsuicidal Self Injury. Encyclopedia of Adolescence, Vol. 3.
Duffy, D. F. (2009). Self-injury. Psychiatry, 8(7). 237-240.
Estefan & Wijaya. (2014). Gambaran Proses Regulasi Emosi pada Pelaku Self Injury. Jurnal Psikologi, Volume 12 Nomor 1.
Faried, Noviekayati., & Saragih. (2018). Efektivitas Pemberian Ekspresif Writing Therapy Terhadap Kecenderungan Self Injury Ditinjau Dari Tipe Kepribadian Introvert. Jurnal Fakultas Psikolog, Vol 22, No. 2.
Hidayah, Budhiarti., & Rosita. (2018). Layanan Bimbingan dan Konseling Individual dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa. Vol. 1, No. 1.
Kaess. M, Koenig. J, Bauer. S, Moessner. M, Waldschmidt. G, Mattern. M, Herpertz. S, Resch. S, Browns. R, Albon. T, Koelch. M, Plener. P, Schmahl.C, Edinger. A, Consortium. S. (2019). Self-injury: Treatment, Assessment, Recovery (STAR): online intervention for adolescent non-suicidal self-injury - study protocol for a randomized controlled trial, 20:425.
Khaleque, A., Kamal, M., & Anjuman, U. (2016). Cognitive and Contextual Factors Mediating the Relation Between Interparental Conflict and Adolescents. Psychological Maladjustment. Journal of Child and Family Studies, 25(2), 669–677.
Larsen, K. (2009). Self-Injury in Teenagers, A Reasearch Paper, Menomonie: University of Wisconsin-Stout.
Malumbot, Naharia., & Kaunang. (2020). Studi Tentang Faktor-Faktor Penyebab Perilaku Self Injury dan Dampak Psikologis Pada Remaja. Psikopedia, Vol. 1, No. 1.
Matu A. Silviu. (2018). Cognitive Behavior Therapies: A Guidebook For Practitioners.
Ann Vernon & Kristene A. Doyle, editors.
Mersey Care NHS Foundation trust. (2011). Self Harm.
Muehlenkamp, J.J. (2006). Empirically Supported Treatments and General Therapy Guidelines for Non-Suicidal Self-Injury. Jurnal of Mental Health Counseling 28(2):166-185.
Nadhiroh, Yahdinil Firda. (2015). Pengendalian Emosi (Kajian Religio-Psikologis tentang Psikologi Manusia). Jurnal Saintifika Islamica. 2(1).
Nixon & Heath. (2009). Self Injury In Youth (The Essential Guide to Assesment and Intervention). New York: Taylor & Francis Group, LLC.
Putri & Afiati. (2021). SELF-INJURY DI ERA DIGITAL: PENGEMBANGAN SKALA.
Simeon, D & Eric, H. (2001). SELF-INJURIOUS BEHAVIORS Assessment And Treatment.
Washington, DC: American Psychiatric Publishing, Inc.
Shofia, Ismi. (2018). Hubungan Kematangan Emosi dengan Kecenderungan Melakukan Self Injury Pada Remaja. (Doctoral Dissertation, UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945).
Swahn, M. H., Ali, B., Bossarte, R. M., Van Dulmen, M., Crosby, A., Jones, A. C., & Schinka, K. C. (2012). Self-Harm and Suicide Attempts Among High-Risk, Urban Youth In The US: Shared and Unique Risk and Protective Factors. International Journal of Environmental Research and Public Health, 9(1), 178-191.
Thesalonika & Apsari. (2021). Perilaku Self-Harm atau Melukai Diri Sendiri Yang Dilakukan Oleh Remaja (Self-Harm Or Self-Injuring Behavior by Adolescents). Jurnal Pekerjaan Sosial, Vol. 4 No. 2.
Walsh, B. W. (2006). Treating Self-Injury: A Practical Guide. Guilford Press.

Walsh, B. W. (2012). Treating Self-Injury: Second Edition. A Practical Guide. Guilford Press.
Wibisono. (2018). Faktor-Faktor Penyebab Perilaku Melukai-Diri pada Remaja Perempuan. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya, Vol.7 No.2.
Willis, Sofyan S. (2014). Remaja dan Masalahnya. Bandung: Alfabeta
Published
2024-05-31
How to Cite
Shintiarani, L., Arumsari, C., & Imaddudin, A. (2024). Konseling Kognitif Perilaku Untuk Menurunkan Perilaku Self Injury Pada Remaja. JAMBURA Guidance and Counseling Journal, 5(1), 30-41. https://doi.org/10.37411/jgcj.v5i1.2828