Analisis Hubungan Kualitas Tidur dan Ide Bunuh Diri Pasif pada Dewasa Muda: Analisis Korelasi dan Chi-Square

  • Muna Sarah Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari
Keywords: Kualitas Tidur, Ide Bunuh Diri Pasif, Dewasa Muda

Abstract

Kualitas tidur memegang peran penting dalam menjaga keseimbangan psikologis individu, dan gangguan tidur telah dikaitkan dengan peningkatan kerentanan terhadap masalah kesehatan mental, termasuk ide bunuh diri pasif. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kualitas tidur dan ide bunuh diri pasif pada dewasa muda di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan melibatkan 132 responden yang dipilih secara purposif. Kualitas tidur dan ide bunuh diri pasif diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan Passive Suicide Ideation Scale (PSIS). Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kualitas tidur dan ide bunuh diri pasif (r = 0.579; p < .001). Selain itu, uji Chi-Square menunjukkan hubungan signifikan antara kategori kualitas tidur dan tingkat ide bunuh diri pasif (χ² = 26.902; p = .001). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin buruk kualitas tidur seseorang, semakin tinggi kecenderungan munculnya ide bunuh diri pasif. Hasil penelitian ini memberikan dasar bagi upaya preventif dalam promosi kesehatan mental pada kelompok usia produktif.

References

Samira, J., & Ardhanariswara, I. P. (2022). Hubungan antara Gangguan Tidur dengan Ide Bunuh Diri pada Usia Produktif di Masa Pandemi Covid-19. Indonesian Journal of Applied Science and Technology, 3(2), 43-52.

Chusnah, A. N., & Widiyawati, W. (2025). Korelasi pola tidur dan kesepian dengan ide bunuh diri pada remaja. Holistik Jurnal Kesehatan, 19(1), 147-152.

Omnia, M. M., Niman, S., Sihombing, F., Widiantoro, F. X., & Parulian, T. S. (2023). Depresi dan ide bunuh diri pada dewasa muda. Jurnal Keperawatan Jiwa, 11(1), 103-110.

Alhakim, A., Fitri, W., & Sareng, A. R. (2025). Kebijakan Sanksi Pidana Pembunuhan dalam KUHP dengan Hukum Islam dalam Rangka Pembaharuan Hukum. Jurnal Supremasi, 1.

Bariyah, A. K. (2022). Pencegahan Depresi Remaja Melalui Revitalisasi Pendidikan Keluarga (Doctoral dissertation, Institut PTIQ Jakarta).

Astuti, Y. D. (2019). Kesepian dan ide bunuh diri di kalangan tenaga kerja Indonesia. Psikologika: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Psikologi, 24(1), 35-58.

Fasak, A., & Sulastri, A. (2023, October). Mengapa semakin banyak remaja Indonesia bunuh diri? Sebuah telaah literatur. In Prosiding Seminar Nasional Psikologi (SINOPSI) (Vol. 1).

Ri, K. (2018). Kementerian kesehatan republik indonesia. Kementeri. Kesehat. RI, 5(1), 1-114.

Neherta, M., Sari, I. M., & Saputra, R. Pencegahan Ide Bunuh Diri Pada Remaja. Penerbit Adab.

Ernawati, E. (2024). Dampak Kecanduan Media Sosial Terhadap Kesehatan Mental Remaja: Studi Cross Sectional: The Impact of Social Media Addiction on the Mental Health of Adolescents: A Cross Sectional Study. Intan Husada: Jurnal Ilmiah Keperawatan, 12(01), 78-92.

Samira, J., & Ardhanariswara, I. P. (2022). Hubungan antara Gangguan Tidur dengan Ide Bunuh Diri pada Usia Produktif di Masa Pandemi Covid-19. Indonesian Journal of Applied Science and Technology, 3(2), 43-52.

Omnia, M. M., Niman, S., Sihombing, F., Widiantoro, F. X., & Parulian, T. S. (2023). Depresi dan ide bunuh diri pada dewasa muda. Jurnal Keperawatan Jiwa, 11(1), 103-110.
Published
2025-11-19
How to Cite
Sarah, M. (2025). Analisis Hubungan Kualitas Tidur dan Ide Bunuh Diri Pasif pada Dewasa Muda: Analisis Korelasi dan Chi-Square. JAMBURA Guidance and Counseling Journal, 6(2), 117-125. https://doi.org/10.37411/jgcj.v6i2.4156