Dinamika Pemberdayaan Perempuan Melalui Ruang dalam Komunitas Hadrah: Studi Pada Kelompok Hadrah Wali Songo di Desa Bumi Mulya Mukomuko

  • Ari Putra Universitas Bengkulu
  • Nur Hamidah Universitas Bengkulu
  • Nia Ulfasari Universitas Bengkulu
Keywords: Hadrah, Pemberdayaan Perempuan, Ibu Rumah Tangga, Seni Islam, Pendidikan Non Formal

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran kelompok ibu-ibu dalam melestarikan kesenian Hadrah melalui studi kasus kelompok Hadrah Wali Songo di Desa Bumi Mulya. Hadrah sebagai salah satu bentuk seni musik Islami tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media dakwah, pembinaan karakter, dan pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan. Kelompok Hadrah Wali Songo yang seluruh anggotanya merupakan ibu rumah tangga menjadi bukti bahwa perempuan dapat berperan aktif dalam melestarikan budaya Islam sekaligus memperkuat solidaritas sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus; informan disamarkan menggunakan kode (IK-01 untuk informan kunci, IA-01 hingga IA-09 untuk informan anggota), dan data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi dianalisis menggunakan skema pengodean tematik berjenjang (parent node dan child node). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan ibu-ibu dalam Hadrah memperkuat nilai religius dan spiritual, membentuk kepemimpinan transformasional, solidaritas komunitas, dan peningkatan peran perempuan dalam ruang publik. Lebih jauh, artikel ini mengaji ulang temuan tersebut melalui kerangka teori yang terintegrasi, mengajukan model siklus pemberdayaan, serta mengidentifikasi celah untuk penelitian lanjutan. Hadrah terbukti menjadi sarana efektif dalam menanamkan nilai-nilai keislaman sekaligus menjembatani kesenian tradisional dengan dakwah Islam kontemporer

References

Bandura, A. (2000). Exercise of human agency through collective efficacy. Current Directions in Psychological Science, 9(3), 75–78. https://doi.org/10.1111/1467-8721.00064

Emirbayer, M., & Mische, A. (1998). What is agency? American Journal of Sociology, 103(4), 962–1023. https://doi.org/10.1086/231294

Hasibuan, J., Saragih, C. A., Pakpahan, J., Gultom, M., & Sagala, M. S. (2022). Analisis penerapan pembelajaran andragogi di PKBM Hanuba Medan. Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah, 6(2), 138–149. https://doi.org/10.21831/diklus.v6i2.49967

Indrawan, A., Andari, S., & Suryati. (2009). Seni musik Hadrah Putri di Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak. Resital: Jurnal Seni Pertunjukan, 10(1). https://doi.org/10.24821/resital.v10i1.466

Jati, W. R., Syamsurijal, S., Halimatusa'diah, H., Yilmaz, I., & Rahmiati, D. (2024). Revisiting women's piety movements in the Indonesian context. Studia Islamika, 31(2), 251–279. https://doi.org/10.36712/sdi.v31i2.38754

Kabeer, N. (1999). Resources, agency, achievements: Reflections on the measurement of women's empowerment. Development and Change, 30(3), 435–464. https://doi.org/10.1111/1467-7660.00125

Malihah, E., Nurbayani, S., Wulandari, P., Wilodati, H., Husaeni, M. F., Hartono, R., Agista, S. B., Rahmah, S. A., & Kesumah, Y. A. (2023). Islamic boarding school based on women's empowerment and equality. Komunitas, 15(1), 91–98. https://doi.org/10.15294/komunitas.v15i1.39561

Maisaroh, I., Mahpudin, M., & Stiawati, T. (2025). Pemberdayaan perempuan melalui ormas Islam wanita di Kota Serang. Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial, 8(1), 1–18. https://doi.org/10.17977/um022v8i12025p1-18

Nugroho, D., Setyawan, D., & Yunita, D. S. (2023). Women as economic actors in the family: The importance of religion and community in Payungi’s women empowerment. Review of Islamic Social Finance and Entrepreneurship, 2(1). https://doi.org/10.20885/RISFE.vol2.iss1.art5

Oviyanti, A. M., & Handayaningrum, W. (2021). Pembelajaran musik Hadrah Al-Banjari pada Grup El-Hasanuddin di Desa Tebel Kecamatan Gedangan Kabupaten Sidoarjo. Jurnal Pendidikan Sendratasik, 11(1), 89–107. https://doi.org/10.26740/jps.v11n1.p89-107

Salamah, N., Hamidah, & Manalullaili. (2023). Pemanfaatan seni Hadrah sebagai media komunikasi dakwah Islam. J-KIs: Jurnal Komunikasi Islam, 4(1), 1–10. https://doi.org/10.53429/j-kis.v4i1.670

Suharto, A. W. B., Ihsani, A., & Trianton, T. (2024). Peran perempuan melalui kesenian Braen. Mabasan, 18(1), 87–126. https://doi.org/10.62107/mab.v18i1.795

Sujarwo, S., Kusumawardani, E., Tristanti, T., & Santi, F. U. (2021). Women strengthening through information technology literacy in tourist village. Journal of Nonformal Education, 7(1), 112–118. https://doi.org/10.15294/jne.v7i1.29277

Sujarwo, S., Tristanti, T., & Kusumawardani, E. (2022). Digital literacy model to empower women using community-based education approach. World Journal on Educational Technology: Current Issues, 14(1), 175–188. https://doi.org/10.18844/wjet.v14i1.6714

Tindarika, R., & Ramadhan, I. (2021). Kesenian Hadrah sebagai warisan budaya di Kota Pontianak Kalimantan Barat. Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, 7(3), 907–926. https://doi.org/10.37905/aksara.7.3.907-926.2021

Herningtyas, R., & Nurdiyanto, T. (2023). Women as agents of Islamic propagation through Hadroh music in Padukuhan Beton Tirtonirmolo Bantul. Proceeding International Conference of Community Service. https://doi.org/10.18196/iccs.v1i2.164

Published
2026-10-18
Section
Articles