Mengungkap Makna Simbolik: Mitos pada Perempuan Hamil Di Sungai Baung
Abstract
Kehamilan diposisikan sebagai suatu hal yang sakral, sehingga banyak mitos-mitos menyertai masa kehamilan perempuan. Terkhusus di Sungai Baung, mitos pada perempuan hamil masih beredar luas di masyarakat. Melalui hal tersebut, tulisan ini bertujuan untuk mengungkapkan makna simbolik mitos pada perempuan hamil di Sungai Baung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, studi kepustakaan dan validasi data. Teori yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu teori Simbolik Ernst Cassirer. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa makna simbolik mitos pada perempuan hamil bagi masyarakat Sungai Baung terletak pada simbol paku yang dimanifestasikan sebagai alat untuk mengusir makhluk halus, agar tidak mengganggu keselamatan Ibu dan bayi yang dikandung. Makna mitos pada perempuan hamil di Sungai Baung mengacu pada keselamatan dan kepercayaan mereka terhadap hal ghaib. Selain itu, mitos-mitos yang masih dipercayai masyarakat merupakan bentuk rasa hormat mereka terhadap budaya dan tradisi dari nenek moyang.
References
Andriani, F. (2012). Mitos Alas Ketonggo Srigati (Petilasan Prabu Brawijaya V) di Desa Babadab, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi (Kajian Struktur, Fungsi, Nilai Budaya, dan Pengaruh). Header Halaman Genap, 1(1), 1–13.
Angelina, D. (2018). Mitos Radhin Saghara Dalam Kajian Strukturalisme Levi-Strauss. SEMIOTIKA: Jurnal Ilmu Sastra Dan Linguistik, 18(2), 41. https://doi.org/10.19184/semiotika.v18i2.6462
Firmando, H. B., Studi, P., & Agama, S. (2021). Kearifan Lokal Sistem Kekerabatan Dalihan Na Tolu Dalam Merajut Harmoni Sosial di Kawasan Danau Toba. Journal, Aceh Anthropological, 5(1), 16–36.
Hardina, S. (2018). Makna Simbolik Upacara Adat Karya (pingitan) Pada Masyarakat Suku Siompu di Desa Nggulanggula Kecamatan Siompu Kabupaten Buton Selatan. Energies, 6(1), 1–8.
Irawan, D. (2021). Makna Simbolik Mitos dalam Masa Kehamilan (Studi di Kelurahan Sengeti, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi).
Irmawati, W. (2018). Reinterpretasi Filosofis Mitos Seputar Kehamilan dalam Masyarakat Jawa di Surakarta: Dari Imajinatif Kreatif Menuju Filosofis yang Dinamis. BUANA GENDER : Jurnal Studi Gender Dan Anak, 2(2). https://doi.org/10.22515/bg.v2i2.1097
Kartini, M., & Kusumadewi, N. (2022). Aspek Budaya selama Kehamilan pada Masyarakat Suku Jawa (The Cultural Aspects of Pregnancy among Javanese People). Jurnal Kesehatan, 11(2), 2721–8007.
Marwati, S., & Revita, I. (2019). Filosofi dalam Mitos Kehamilan Perempuan Minangkabau. Lisan, 8(2), 83–90. https://ejournal.um-sorong.ac.id/index.php/li/article/view/375/226
Riady, A. S. (2021). Agama dan Kebudayaan Masyarakat Perspektif Clifford Geertz. 2(1), 13–22.
Saifuddin, A. F. (2006). Antropologi Kontemporer: Suatu Pengantar Kritis Mengenai Paradigma (Kreasindo, F. I. Offset, & Jeffry (eds.)). Kencana Prenada.
Sarinim, N. (2014). Definisi dan Konsep Mitos. Jurnal Unikomp, 7–16.
Subandi, S. (2011). Deskripsi kualitatif sebagai satu metode dalam penelitian pertunjukan. Harmonia Journal of Arts Research and Education, 11(2), 62082. https://www.neliti.com/publications/62082/deskripsi-kualitatif-sebagai-satu-metode-dalam-penelitian-pertunjukan#id-section-content
Umayah, P., Sinaga, R. M., & Ekwandari, Y. S. (2019). Mitos Bagi Wanita Hamil pada Masyarakat Suku Jawa di Desa Muara Aman. FKIP Unila, 01.
Copyright (c) 2023 Dhea Frastika, Mita Mita, Yayang Aristy, Dahniar Th. Musa, Annisa Rizqa Alamri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







