Pemberdayaan Kelompok Tani oleh Badan Penyuluhan Pertanian Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Petani
Abstract
Ketersediaan pangan akan selalu dibutuhkan selama manusia hidup di muka bumi ini. Petani sebagai salah satu subjek utama penyedia kebutuhan pangan dinilai belum sepenuhnya dapat mencapai kesejahteraan. Penulis mengambil contoh studi kasus permasalahan petani di Desa Jangkurang. Penulis melihat bahwa petani di Desa Jangkurang masih jauh dari kata sejahtera, hal ini terjadi karena petani di Desa Jangkurang masih belum berdaya dan mandiri dalam melakukan kegiatan bertaninya. Tingginya ketergantungan terhadap bantuan dan tingkat kesadaran untuk melakukan perubahan merupakan permasalahan dasar yang menjadi penyebabnya. Pada artikel ini akan dibahas mengenai proses pemberdayaan yang dilakukan kepada petani oleh Badan Penyuluhan Penelitian dalam mewujudkan kesejahteraan petani di Desa Jangkurang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Indonesia. Pada penyusunan artikel ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif. Proses analisa dan pembahasan didasarkan pada teori tentang pemberdayaan yang dikemukakan oleh Sulistiyani yang mengatakan bahwa dalam mewujudkan pemberdayaan yang efektif membutuhkan 3 (tiga) tahapan, yakni: tahap penyadaran, tahap transformasi, dan tahap peningkatan. Pada akhir penyusunan, penulis menyimpulkan bahwa proses pemberdayaan yang dilakukan oleh BPP berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani di Desa Jangkurang. Meskipun, dalam prosesnya pemberdayaan yang dilakukan oleh BPP belum sepenuhnya efektif.
References
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. SAGE.
Beni, Sabinus, Yosua Damas Sadewo, and Blasius Manggu. 2021. “Community Welfare And Economic Growth In The Border Of Jagoi Babang West Kalimantan Through Regional Provinsi Kalimantan Barat Pada Provinsi Kalimantan Barat Setelah Tingkat Kemiskinan Kalimantan.” 9(2):125–40.
Darmawan, Dadan, and Rismawati. 2020. “Hasil Pemberdayaan Masyarakat Oleh Koperasi Simpan Pinjam Sebagai Upaya Mewujudkan Kesejahteraan Ekonomi Di Koperasi Serba Usaha Mandiri Kasemen, Kota Serang.” 5(2):205–12.
Dinar, Wahyunu. 2017. “Penguatan Kelembagaan Petani Menuju Kesejahteraan Petani.” Singkat 9(17):9–12.
Ikbal, Mohamad. 2014. “Peranan Kelompok Tani Dalam Meningkatkan Pendapatan Petani Padi Sawah Di Desa Margamulya Kecamatan Bungku Barat Kabupaten Morowali The Role of Farmer’s Groups on the Increasing in Farmers Rice Field Revenue in Margamulya, West Bungku Sub-District, Morowal.” Agrotekbis 2(5):505–9.
Keumala, Cut Muftia, and Zamzami Zainuddin. 2018. “Indikator Kesejahteraan Petani Melalui Nilai Tukar Petani ( NTP ) Dan Pembiayaan Syariah Sebagai Solusi Cut Muftia Keumala Zamzami Zainuddin Pendahuluan Salah Satu Sumber Kebutuhan Utama Manusia Berasal Dari Sektor.” Economica: Jurnal Ekonomi Islam 9(1):129–49.
Mangowal, Jack. 2013. “Pemberdayaan Masyarakat Petani Dalam Meningkatkan Pengembangan Ekonomi Pedesaan Di Desa Tumani Kecamatan Maesaan Kabupaten Minahasa Selatan.” Governance 5(1).
Maryani, Dedeh, and Ruth Roselin E. Nainggolan. 2019. Pemberdayaan Masyarakat.
Copyright (c) 2025 Ikhwan Hanif Firdaus, Darto Miradhia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







